Filosofi Bubur Ayam Campur dan Pisah

Suatu hari saya sedang makan bubur ayam di pasar, namanya bubur ayam Cece'. Porsinya banyak, kuahnya kekuningan dengan irisan daging ayam yang besar, kulit ayam, emping, cakwe, kacang kedele dan krupuk. Buburnya sendiri bukan bubur biasa, tapi bubur yang sudah ada rasa gurihnya. Mirip bubur ayam oriental. Disaat asyik menyantap bubur ayam tersebut, di seberang … Continue reading Filosofi Bubur Ayam Campur dan Pisah

Advertisements

Dari Venezuela, Batagor Hingga Kretek

"Maduro harus tetap bertahan" Ujar kawan saya. Baru saja saya bertemu dia, dadakan seperti tahu bulat. Di selasar LAPI ITB, namanya Elimar Chaves. Dari nama belakangnya tak asing, dia masih klan keluarga Hugo Chaves, mantan Presiden Venezuela. Dia ke LAPI dalam rangka studi banding, dana sendiri, studinya keren, tentang kekuatan pangan Indonesia. Fokus di Ilmu … Continue reading Dari Venezuela, Batagor Hingga Kretek

Indomie dan Manifesto Bangsa

Malam hari disebuah kos-kosan yang agak lumayan bagus -minimal tidak ada bekas tisu dan ceceran lendir- di pertengahan tahun 90'an. Saya dan sohib saya, sebut saja Klobot bertengkar hebat bak suami istri. Perkara sepele, RCTI menyiarkan liga Italia, dan SCTV menyiarkan liga Inggris. Saya berpihak pada liga Inggris karena malam itu, ehm tokoh utama sedang … Continue reading Indomie dan Manifesto Bangsa