Hotel Kece Yang Instagramable Di Jogja

Processed with VSCO with hb1 preset

Kami ini (saya dan keluarga) adalah termasuk keluarga yang hobinya jalan-jalan, tapi jarang nge-review. Bukan karena gak bisa mereview, tapi kita berpikir apa yang kita nikmati itu ya untuk kita nikmati, mau enak mau kere kek yang penting dinikmati, sehingga jarang banget namanya saya ini buat review.

Tapi sepertinya cukup sampai disitu saja, setelah akhirnya saya luluh akibat pulang kampung lebaran kemarin kita dapat hotel yang “ini kok keren banget sih” sayang kalau gak di review. He he

Berawal dari random (jadi bukan pesanan iklan ya), karena waktu mudik kita itu cukup panjang, sekitar seminggu full di Jogja, dimana seminggu full itu kita full menginap di hotel yang letaknya pindah-pindah karena memang niatnya mau jalan-jalan dan bebas.

Nah dua hari terakhir di Jogja itu ternyata kita bingung mau mencari hotel apa, kriteria hotel kita di hari terakhir: Unik, jarang di review, agak vintage tapi gak kuno, dekat tempat-tempat hits (ini sih kriteria istri) dan gak mahal (around 500 ribuan via Agoda atau pegipegi.com).

Akhirnya setelah dua jam searching di Agoda, jatuhlah pilihan saya ke Adhistana Hotel Jogja, selain karena view image yang menarik dan tentunya dekat dengan tempat yang lagi hits di Jogja: Il Tempo Del Gelato dan Sellie Cafe tempat syuting AADC 2.

Sampai Β di Adhistana Hotel yang letaknya Jl Prawirotaman, ternyata hotel itu lebih asyik dari yang dibayangkan. Dengan warna dominasi putih, hotel itu di desain agak vintage tapi gak kuno. Minimalis juga enggak, heboh juga enggak. Pokoknya desain dalamnya itu nyenengin, istilah kekiniannya, instagramable banget hehehe..

Kita dapat kamar di lantai 1, dan memang yang seharusnya anda booking nanti adalah lantai 1 nya, karena nyaris semua kamar menghadap ke pool. Kamarnya sangat nyaman dengan kamar mandi yang njawani banget, apalagi kalau bukan sabun aromatherapy khas jawa yang wanginya segar.

Tapi, hotel ini kurang cocok untuk kaum sepuh atau manula, karena hotel ini gak ada liftnya, alias naik tangga..ya ini salah satu kekurangan yang bisa dimaklumi karena hotel ini cuma dua lantai.

Nah check it out aja deh instagram saya ini, biar gak penasaran lagi..

@ryokusumo, jangan lupa follow juga ya πŸ™‚

 

Advertisements

Cerita Mudik #2 – Ngayogyakarta Hadiningrat

10

Jangan bilang Jogja kalau gak ada yang baru, dari mulai kuliner Jogja yang seabrek, termasuk kuliner latah ala om Dude Herlino dengan Jogja Scrummy-nya. Tapi juga kita membicarakan munculnya hiburan rakyat yang tak kalah hebring tumbuh di kota Jogja.

Di Jawa, hiburan rakyat lazim diadakan di seputaran alun-alun, pun begitu di Jogja. Tapi mungkin 5 tahun lalu, hiburan rakyat yang terkenal di Alun-Alun Jogja hanyalah pasar rakyat biasa; penjual mainan lampu lempar, foto bareng tentara keraton atau pertaruhan anak muda masuk ke sela-sela dua pohon beringin besar dengan mata tertutup, yang diyakini siapa yang berhasil masuk maka cita-citanya bakal tercapai.

Sekarang? Xoxoxo..jangan ditanya, lebaran kemarin Jogja seperti kota pelarian korban genosida, ramainya gak ketulungan dan salah satu hiburan rakyat yang paling di cari adalah odong-odong lampu Alun-alun Kidul.

Bukan odong-odong biasa, tapi ini adalah odong-odong yang menggabungkan unsur otomotif Β dan kearifan lokal. Jika sebelumnya odong-odong hanya berkutat pada one train – one sit dengan tenaga mesin yang memutar segerombolan armada unyu-unyu yang disusun melingkar 360 derajat, maka odong-odong khas jogja ini menggunakan sistem one train multi sit, dimana odong-odong ini bisa dipakai satu keluarga, bahkan dua keluarga. Dengan tenaga manusia. Ya kaki alias gowes.

Unsur otomotif dipegang teguh di konsep odong-odong transgenik ini, setiap armada memiliki bentuk serupa mobil, dari mobil ukuran city car hingga SUV dan Caravan model VW Combi.

Tentu penggunaan disesuaikan dengan banyaknya anggota keluarga yang nebeng. Dan juga kekuatan kaki si sopir yang menggowes. Jika anda penggemar berat olahraga betis, odong-odong ini layak diperhitungkan.

8

Kami yang ndeso!

Lantas berapa harga satu kali putaran? Hari biasa, kata saudara saya harganya gak lebih dari 30 puluh ribu rupiah, tapi jangan ditanya kalau libur lebaran kemarin, kapitalisasi daerah berlaku disini. Gak tanggung-tanggung: 100 ribu rupiah per sekali putaran!! Semoga para tukang odong-odong ini cepat naik haji.

9

Suasana Alun-Alun Kidul dengan Odong-Odong Lampu, Silau meen!!

6

Gowes manual, plus laptop mini khusus memutar musik-musik kekinian, lagu anak-anak, Justin Bieber, Ed Sheeran sampai Bruno Mars ada disini

7

Tarik cooyyy…

Sudah jelas kan, semua lapisan masyarakat sudah mengerti namanya kapitalisasi, termasuk Jogja yang katanya “masih” merakyat, jadi jangan lagi bicara anti kapitalisme. Wong odong-odong saja sudah beraroma kapitalis kental kok.

Kapital kalau di kamus Gunung Kemukus artinya: Duwit.

Cerita Mudik #1 – Ndesonya Naik Kereta Api

2igoric

Mudik itu sebetulnya bukan kebiasaan keluarga saya, tepatnya setelah saya menikah. Ya karena semua keluarga sudah berkumpul di Jakarta. Sedangkan dulu ketika kecil, ketika masih ada eyang di Solo dan Jogja, mudik adalah suatu perkara wajib fardu kifayah.

Mudik dulu tidak senikmat sekarang, dimana tol infrastruktur sudah banyak yang jadi, pom bensin dan tempat istirahat ada dimana-mana plus pengawalan polisi yang setia setiap saat. Dulu, jalur mudik begitu ekstrimis, bukan cuma berbahaya tapi juga kadang menyesatkan.

Apalagi jalur Alas Roban atau Nagrek yang dulu menjadi momok karena bercampurnya truk dan mobil jadi satu didalam satu jalur jalan raya yang menanjak, perasaan was was dan ngeri kalau ada truk yang mogok atau anjlok. Bukan cuma khawatir kalau truk itu mudur, tapi juga begal dan penjahat. Apalagi warung remang-remangnya, itu ndeso.

Tapi itu so yesterday, sekarang? Nikmat mudik manalagi yang kau dustakan?

Nah, mungkin karena sudah lama (hampir 5 tahun) saya dan keluarga tidak mudik, akhirnya diputuskan tahun ini kita mudik ke Jogja. Sebetulnya bukan mudik sungkem karena eyang semua sudah almarhum, tapi lebih tepatnya mudik plesiran.

Untuk armada mudik, kami putuskan untuk pesan tiket kereta api, tentu karena si kecil belum pernah naik KA dan selalu excited kalau lihat KA lewat. Jadi ya mending KA ketimbang mobil.

Toh kami dapat tiket dengan harga wajar secara online (ya iyalah, hari gini..), Eksekutif Tansaka pagi Gambir-Tugu harganya Rp 260,000,- per orang. Eits..Tapi jangan ditanya kereta yang lain atau Tansaka malam, harganya dua bahkan tiga kali lipat. Kami beruntung, Alhamdulillah hehe..

Aturan kereta api, sebelum masuk, tiket online harus ditukarkan dulu dengan tiket aslinya, istilahnya check in, sama dengan pesawat. Saya pun ke Gambir sehari sebelum keberangkatan dan ternyata saat ini PT KAI sudah menyediakan layanan check in counter di depan pintu masuk menuju ruang tunggu.

Saya sungguh ndeso, karena baru kali ini tahu, padahal sudah bertahun-tahun lamanya check in counter ini ada. Gak perlu capek antri.

20170627_133357

Check in counter nih..jangan ndeso!

Akhirnya, besok harinya kami pun mudik plesir ke Jogja dengan kereta api, fasilitasnya sungguh sudah ok punya. Saya pikir mungkin karena ini eksekutif tapi ternyata hingga kelas ekonominya pun sudah sangat layak, sudah memanusiakan manusia.

stasiun

Selamat Idul Fitri, Mohon Maaf Lahir Bathin

Untuk itu, izinkan saya sedikit sharing tips untuk kamu semua ketika mudik naik kereta api nanti. Mungkin nanti lebaran kurban, lebaran tahun depan ataupun lebaran kuda.

  1. Jangan ngirit bawa barang-barang, ingat kamu naik kereta api, bukan naik delman. Tidak ada batasan kamu bawa barang berapa kilo pun, yang penting kamu kuat bawanya.
  2. Utamakan kebutuhan anak, jangan sampai popok ketinggalan, mahal. Kalau kebutuhan dewasa bisa kapan saja. Kamu gak pake pempers, cukup pakai kolor merek Indomart.
  3. Point 1 itu benar, tapi ingat kamu itu mudik dan plesir, bukan pindahan. Hindari membawa kompor, kulkas atau mesin cuci.
  4. Bawalah bekal makanan secukupnya, misal kamu bertiga ya cukup cheetos keju 2, chitato ayam panggang 3, mie gemez enak 5, tim tam 2, biskuit serena 3, ayam kremes kraton 4 dan tempe bacem 4.
  5. Jangan membawa bekal makanan seperti nasi pecel, sayur lodeh ataupun soto lamongan ke dalam gerbong restorasi, sudah ada aturannya kalau tidak boleh membawa makanan dari luar utamanya makanan basah. Hargai kereta api yang telah berbenah menjadi lebih bersih. Kalau kamu ngeyel, dasar ndeso!
2

Menunggu kereta datang

1

Suasana didalam kereta, sangat nyaman

3

Restorasi, gerbong favorit saya

4

Ceria di restorasi, bersih dan nyaman

Itu saja, cerita dan tips dari keluarga kami di mudik pertama kita ini. Prinsip kami satu: Tetap kenyang walau isi dompet berkurang.

Nantikan lanjutannya. Ciaobelaa..