Januari Yang Semrawut

thumb-ntrl4-instagramntrldotofficialKata Agus Mulyadi, dunia mendadak KNTL..

Betul juga kaidah bahasa itu, tak runut ya kasus di Januari ini..

Seminggu yang lalu saya mendapat kiriman video, seorang anak SD yang salah menyebut ikan tongkol di depan Presiden Joko Widodo, semua gerrrr..semua terbahak..semua ribut..dan tentu semua sibuk ngeshare. Sampai kemudian muncul tulisan baru: si anak itu disleksia, penyakit susah bicara dan menghimbau untuk stop share.

Eh, baru saya ngangguk-ngangguk sudah keluar lagi tulisan di kompas, bahwa anak itu disleksia adalah hoax, pembohongan publik. Judul di kompas sangat apik: Meramu Kebohongan Demi Simpati. Gila, bahkan untuk simpati saja perlu pembohongan.

Hahaha, belum habis ketawa saya,  eh tiba-tiba muncul skrinshut whatsapp perselingkuhan seorang Habib dengan wanita entah siapa. Siapa pun itu jelas “nama yang kurang penting untuk dikenal”. Si Wanita yang ujug-ujug tampil bugil, cuma ditutupi seonggok emoticon, padahal pernah di foto Popular saja enggak.

Habib terpojok, semua bingung..semua ketawa..ada yang marah..dan share! Padahal yaa berita itu bener apa enggak, meneketehe, tapi kok jenis televisinya sama ya..waduh bingung saya..

Belum habis masa bingung saya, eh muncul lagi video viral pak mantan Presiden yang ujug-ujung bilang bahwa dirinya merasa di sadap, padahal tidak ada satupun yang bicara soal penyadapan. Hasilnya bisa ditebak, semua rame..semua sibuk..semua ngeshare..Eh dijawab pula oleh Menkominfo, itu kurang kerjaan! *tepokjidat

Januari yang semrawut, Februari ini kesemrawutan dunia maya masih akan berlanjut, bahkan lebih sadis, lebih ngegirisi..lebih berdaya ledak bak bom panci, dan jelas lebih kejam lagi..

Belum habis pusing saya, eh ternyata band favorit saya pun ikut-ikutan aneh..ganti nama, dari Netral menjadi NTRL. Duh gusti, trus saya mesti ngomong en..ti..ar..el..gitu? Kok kayak merek antibiotik.

Duh, kenapa dunia mendadak KNTL?

IMG_4784
Contoh Dunia yang tidak KNTL
Advertisements

5 Hal Kenapa Saya Tidak Komentar Soal Pirsa Hots

anonymous

Pagi tadi saya di whatsapp oleh teman lama di Doha, kenapa saya tidak berkomentar atau menulis sesuatu di wall fesbuk perkara #baladacinta Rizieq Shihab atau Pirsa Hots, ini kan lagi hits menulis artikel soal ginian pasti ngeboom.

Coba saja lihat google, belum ada 24 jam isu beredar, meta search google soal Rizieq Shihab sudah berubah. Perhatikan.

rrizgoogle

Sangat luar biasa, 5 besar pencarian google berkaitan dengan perselingkuhan sang Habib. Lalu kenapa saya enggan membahas?

Simple saja, pertama karena seorang terpelajar harus adil sejak dalam pikiran, bukan gitu? Buat saya, aib seks adalah aib yang sangat memalukan, sehingga tidak ada positifnya bagi saya untuk berkomentar atau sekedar share isu seperti itu.

Kedua, tentu berita itu belum tentu benar, sebelum ada klarifikasi dari pelakunya sendiri. Jika saya dan para kawan membahas berita itu, artinya kami sama saja dengan mereka yang hobi sebar berita tanpa dipikir lebih dulu.

Kalaupun isu benar, maka itulah cara Allah membuka aib bagi orang yang hobi buka aib. Jika hoax maka itupula cara Allah untuk mengingatkan, bahwa apapun bisa terjadi. Besok wajah di atas, hari ini wajah terbenam di dasar tanah.

Oya, jangan geer lantas disamakan dengan kisah Nabi Yusuf yang diberi cobaan fitnah. Beda. Nabi Yusuf tidak pernah berembel-embel pilih paslon nomor sekian ketika bernegara dan berdakwah.

Ketiga, meskipun saya tidak suka terhadap FPI, tapi muslim tetap agama saya. Yang saya tidak suka adalah kelakuannya, bukan agamanya. Bedakan. Jadi, apapun itu Rizieq tetaplah satu muslim dengan saya, dan tabayyun adalah jawabannya.

Keempat, kalau mau dirunut, mungkin hoax dan fitnah yang disebar oleh mereka jauh lebih keji daripada ini, termasuk fitnah palu arit. Jadi jika saya share atau komen, maka saya tidak ada bedanya dengan mereka. Buat apa?

Kelima, sebagai sarana saya menahan diri. Betul memang, kesulitan terbesar adalah melawan hawa nafsu, hawa nafsu bukan hanya soal manahan “si kecil”, tapi juga soal share dan komen berita heboh.

Salam

Anonymous is never wrong, they just come and play..

So, enjoy the game..