6 Snack Coklat Favorit Keluarga Versi Saya

Coklat, seperti tak bisa dipisahkan dari khazanah kuliner keluarga saya, bukan hanya dalam momen yang santai seperti saat nonton film bajakan holywood, tapi juga momen-momen sakral seperti ngunduh mantu, sunatan ataupun tanding ping-pong antar RT.

Terinspirasi oleh Agus Mulyadi dan tertantang oleh cuitan netizen di facebook, saya pun mencoba untuk membuat list tema lebaran tahun ini, pilihan saya jatuh kepada coklat, tapi bukan sembarang coklat, melainkan coklat isi, entah isi wafer, biskuit atau apapun, asal bukan isi duit.

List coklat isi ini bukan sembarang list, kerena sudah melalui fase kurasi oleh keluarga saya. Percayalah, se-rewel apapun anak anda dan sepelik apapun kondisi dompet anda yang membuat anda tidur diluar, 6 coklat isi ini bisa menjadi penyelamat keluarga, kalau gagal? Berarti anda bukan golongan orang-orang yang beruntung.

Disclimer: Tulisan ini bukan merupakan iklan lho ya, tapi jika tim marketing dari produk-produk dibawah ini tetap bersikeras untuk mengontak saya, ya saya gak nolak :).

Nah ini lah ranking snack “coklat isi” favorit versi on the spot keluarga saya:

6. Gery Saluut Coco Hazelnut

gery-saluut.jpg

Peringkat 6 kita buka dengan Gery Saluut Coco Hazelnut. Saya kurang paham kenapa U pada kata Saluut itu harus dua. Yang pasti tidak berpengaruh pada harga.

Gery Saluut ini adalah salah satu tim kuda hitam dari Garuda Food yang siap bertarung dalam dunia persilatan snack anak sekolahan, harganya yang murah dengan coklat yang padat dan rasa hazelnut yang “mahal” membuat Gery Saluut layak diperhitungkan.

Saya berpendapat Garuda Food tidak main-main dalam produk ini, mungkin tim ahli biologi diterjunkan langsung untuk meriset ketertarikan anak-anak terhadap produk ini.

Buktinya setelah mengunyah Gery Saluut, anak saya selalu ngomong..”Pah, lagi pah…lagi…”

5. Wafer Coklat “Nitto”

nitto

Jika kita bicara wafer produksi Nissin, pasti di kepala anda tak pernah lepas dari kaleng bundar dengan foto ilustrasi gadis eropa yang sedang mengendarai sepeda kumbang. Bukan yang lain, apalagi Nitto.

Wafer coklat Nitto memang tergolong kategori “ndeso”, meskipun tergolong coklat legendaris, bahkan di Jakarta pun saya cukup sulit menemukan wafer coklat ini. Saya temukan wafer coklat ini di sebuah minimart lokal di kawasan Sragen, Jawa Tengah. Jauh dari minimart sekelas Alf*Mart atau saingan abadinya Ind*maret, bahkan minimarket jaminan surga, Minimart 21*.

Saya borong banyak sekardus ketika anak saya dan ibunya sontak mendelik kenikmatan ketika saya free trial-kan wafer coklat ini. Isi dalamnya bukan cuma wafer biasa, tapi wafer berlapis krim coklat, jadi diluar coklat dan di dalam coklat lagi. Dan rasa coklatnya bukan coklat curah ala-ala, tapi coklat yang serieus. Tebal dan mantab.

Harganya di banderol 13 ribu rupiah isi 10 pcs di Warung Pak Haji dekat rumah. Jadi, jika anda kurang modal, saya rekomendasikan wafer coklat Nitto sebagai bagian dari buah tangan anda ke mertua.

4. KitKat Chunky More Chocolate

20180622_200903_resized

Gak tau merek ini? Kebangetan kamu gaes, produk besutan Nestle ini tak dinyana lagi memiliki segala hal yang perlu kamu ketahui tentang snack coklat isi.

Nestle ibarat McGyver di dunia per-snack-an, selalu punya ide menghasilkan snack enak berbahan dasar susu dan coklat ini. Coklatnya enak betulan, dan wafernya sejak zaman SD sudah lengket di lidah. Maknyus tenan.

Yup, KitKat sudah mendunia, dan amatlah salah jika saya tidak mencantumkan snack coklat yang sudah berhasil membuat anak saya mau masuk sekolah ini. Khusus yang chunky bar, adalah salah satu andalan saya dan istri jika si kecil ngambek gak mau masuk sekolah.

Tapi maaf seribu maaf, coklat ini TIDAK bisa anda jadikan alternatif untuk dibawa ke calon mertua, tentu saja karena harganya yang premium. Apalagi buat kamu yang makan nasi padang cuma pake kuahnya saja. Karena sesungguhnya manusia itu diciptakan harus tahu diri.

Harga satu batang KitKat Chunky Bar dibanderol 8000an, tentu bukan menjadi target kamu yang masih jomblo pas-pasan. Ini wabil khusus untuk pria yang agak mapan sedikit.

Etapi, kalo njengengan rela gak makan 1x demi dianggap berkelas oleh calon mertua sih ya gapapa. aku sih woles.

3. TOP

20180622_195844_resized.jpg

Sabar netizen yang budiman, tidak usah protes coklat TOP saya letakkan di posisi 3. Anda ini kok kayak fanatik politik yang susah dikiritik meskipun calonnya minimistik. TOP memang banyak fans fanatiknya, bahkan ada kawan saya yang tidak mau makan coklat wafer, kalau mereknya bukan TOP.

Tapi lagi-lagi, saya harus memutuskan TOP ada di posisi 3 tak lain tak bukan karena harga TOP yang cukup premium.

Sejak lama, coklat TOP besutan Delfi ini tak diragukan lagi kelezatannya. Ini adalah puncak paripurna dari namanya wafer coklat. Delfi sebagai top-nya produsen coklat asal Garut, Ceres memang terkenal sejak zaman Bung Karno. Bahkan Bung Karno disebut-sebut tidak mau makan coklat kecuali coklat produksi Mr Ming Chee Chuang itu. Kebayang kan lezatnya.

Dibanderol seharga 3000an per batang dengan ukuran standart dengan kompetitor lain, cukup murah jika kamu belinya 5 batang.

Nah, kalo jadi buah tangan ke calon mertua, situ yakin cuma bawa 5? Emangnya obat masuk angin.

2. TimTam

20180623_191057_resized

Ya ampun Ya Tuhan, TimTam di atas Top? Kamu memang hajingan maaaz..

Tak dinyana lagi memang TimTam layak disematkan pada posisi 2 klasemen. Coklatnya itu lho, nempel di gigi saking tebelnya, kalau anda gak rajin sikatan niscaya coklatnya awet sampe Isya hari berikutnya.

Kemripik remahan biskuitnya yang jatuh ke lantai sering terpaksa harus kita pungut, untuk kita masukkan lagi di mulut, saking lezatnya. Untuk hal ini, pasti netizen sependapat.

Belum lagi harganya ya Ngaudzubillah murah, dibanderol hanya 12 ribu isi 12 pcs untuk TimTam Maxi yang 17 gram, se-picis cuma seribu perak, bahkan lebih murah dari ongkos bayar tukang parkir Ind*maret.

Nikmat Tuhan mana lagi yang kau dustakan?

Pantas jika TimTam memiliki tagline “Kebahagiaan Kecil Berlapis Coklat”.

1. Beng-Beng

20180624_164329_resized

Apalagi kalo bukan transformasi filosofis beng-beng sebagai snack coklat wafer yang mempersatukan perbedaan. Beng-beng menyatukan dua pasangan yang sedang bertengkar, menyatukan dua prinsip berbeda tentang beng-beng makan dingin dan makan langsung.

Bahkan mungkin ada yang suka beng-beng goreng pakai mozarella, biar kekinian.

Beng-beng pun berperan penting dalam program Rukun Mertua, dimana mertua dan menantu yang bertengkar bisa disatukan kembali hanya dengan beng-beng, pun demikian dengan pria dengan calon mertuanya yang terkenal galak.

Anda yang jomblo pengangguran pun tak perlu risau lagi, beng-beng dibanderol 40 ribu isi 20 pcs, se-pcs hanya 2000. Belilah 10 batang, calon mertuamu pasti bangga. Untuk yang diselingkuhin? Jangan risau, konon kabarnya kalo minum beng-beng drink, anda bisa dapat ganti Putri Duyung.

Nah, coba bayangkan jika semua netizen makan beng-beng, jangan-jangan cebong dan kampret pun bisa bersatu?

Mari katakan amin, klik like and share yaaa gaes..

Advertisements

Era Ekonomi Efisien

Hitung, berapa uang yang tercecer tanpa menghasilkan produk sama sekali?

Milyaran per hari, mylove.

20170627_133357.jpg
Check in counter otomatis adalah salah satu bentuk efisiensi ekonomi dari sisi waktu. Dok Pri

Silahkan anda google apa arti dari ekonomi efisien atau efficient economic, arti sederhana dari investopedia adalah sbb:

What is ‘Economic Efficiency’

Economic efficiency implies an economic state in which every resource is optimally allocated to serve each individual or entity in the best way while minimizing waste and inefficiency. In terms of production, goods are produced at their lowest possible cost, as are the variable inputs of production

Sederhananya ekonomi efisien adalah penggunaan sumber daya, baik manusia, energi, air dsb secara optimal untuk menghasilkan barang dan jasa. Kata kuncinya dua: Biaya terendah dan input produksi.

Nah, liburan ini kebetulan saya tidak mudik kemana-mana, mayoritas waktu dihabiskan dirumah untuk menjaga bayi yang belum bisa di ajak keluar rumah, tapi ternyata dari rumah saya masih bisa produktif.

Dari rumah, saya masih bisa bersilaturahmi, mengirim email, mengerjakan pekerjaan kantor yang tertunda akibat libur lebaran dan tentu menulis blog. Di siang hari, istri saya yang usaha online shop mulai pesan online transportasi untuk mengantar barang, transaksi semua dilakukan dirumah via online banking atau sms banking.

Kalaupun betul-betul ingin keluar, kami mencari waktu yang strategis, dimana Mall tidak terlalu penuh, lalu pesan online transportasi. Jika lapar dan malas masak, kami pun pesan online via aplikasi atau by phone.

Tidak ada waktu yang terbuang percuma. Silaturahmi tetangga kami lakukan di area perumahan, jika harus mengunjungi keluarga, lagi-lagi online menjadi andalan. Kecuali memang harus menggunakan kendaraan, itupun kami minimasi untuk berhenti di Mart.

Masalahnya salah satu sumber ketidak-efisiensi ekonomi adalah beredarnya uang tanpa manfaat. Contohnya tukang parkir, kendaraan kita berhenti beli akua 5000 perak saja si tukang parkir minta 2000 perak, padahal situasi jalan pun gak ramai-ramai amat, pun jika ada kehilangan atau kerusakan (baret) di kendaraan kita, mereka pun tak akan mau bertanggung jawab.

Pada dasarnya mengeluarkan mobil dari parkiran Mart / toko ke jalan itu perkara mudah, yang anda butuhkan hanya sabar. So, uang 2000 yang anda keluarkan itu bukan uang produktif. Sama dengan anda yang di gaji di kantor tapi kerjanya cuma medsos-an bahkan ada yang facetime dengan pacarnya, ealah mak!!

Inilah kendala utama untuk negara bisa maju. Perkara parkir saja, coba anda perhatikan di negara-negara yang lebih mapan, disana tidak ada tukang parkir cabutan. Kalau anda parkir liar, otomatis anda ditilang, anda akan dikirimi surat tilang ke rumah, seperti yang saya alami di Qatar.

Bahkan di Shanghai, China pun begitu, padahal China sebagai negara padat karya (sama dengan Indonesia), tapi sistemnya telah maju. Jika di Mall atau pasar, anda tetap bayar parkir secara resmi, meskipun lokasi parkir outdoor dan no border. Semua resmi dan terdata.

Di jalanan, gak ada pak Ogah yang berlagak seperti Polantas di perempatan mengurai macet. Meskipun kita “cuma” mengeluarkan 500 perak, jika di kali sekian ratus ribu kendaraan, berapa nominal uang yang tidak produktif disana? Padahal jika Polisi bergerak maksimal, uang-uang non produktif tadi bisa di minimalkan.

Belum lagi energi (tenaga dan bahan bakar) yang terbuang percuma dalam kemacetan, lalu ketidak-lancaran supplai kebutuhan pokok dan proyek di daerah, menjadikan ketidak-meratanya pembangungan di negeri kita.

Bayangkan jika satu truk ekspedisi ingin mengirim kontainer dari Tanjung Priok ke Sumenep, untuk biaya “jasa-keamanan-lalu lintas-tembak” saja mereka mengaku bisa mengeluarkan jutaan rupiah.

Lalu berapa jumlah truk ekspedisi yang bergerak di seluruh Indonesia per hari? Ratusan bahkan ribuan. Hitung, berapa uang yang tercecer tanpa menghasilkan produk sama sekali.

Milyaran per hari, mylove.

Uang sebanyak itu menguap sebagai uang non-produktif, tidak efisien. Uang non-produktif adalah salah satu penyebab inflasi. Bicara inflasi, dimana posisi kita saat ini?

indonesia-inflation-cpi
Sumber: https://id.tradingeconomics.com/indonesia/inflation-cpi

Saat ini kita sedang bergerak side-ways periode 2016-2018 up.

Perhatikan data 10 tahunan ini, 2008-2014 adalah masa-masa ketidakstabilan inflasi, meskipun saat itu ekonomi “terlihat” stabil!

Beklah, lepaskan tahun 2008 karena di tahun itu para naga-naga ekonomi sedang berlumpur. Angka di tahun 2010 ke 2014 pun inflasi kita cenderung naik. Barulah ditahun 2014 ke 2018 kita mulai mengalami trend penurunan dan inflasi pun mendekati stabil di tahun 2016-2018.

Artinya apa? Artinya kita sedang mengalami masa ready-togrowth-economic-efficiency. Kita mulai tahap persiapan menuju kestabilan ekonomi di dukung oleh perkembangan ekonomi yang lebih efisien.

Penyumbang utamanya adalah teknologi. Dengan online industri, waktu dan biaya bisa di efisiensikan.

Sekarang banyak orang yang bekerja dengan online platform, barang-barang di toko online jauh lebih murah dari toko offline, ya tentu karena mereka tak perlu sewa toko, tak perlu bayar uang kemanan, uang sampah, bensin dll. Modal mereka minim.

They work less, but produce more. Di New Zaeland dan Eropa, mereka sudah mengembangkan Agricultural berbasis IoT (Internet of Things). Dengan sistem internet, para ahli botani dan petani-petani disana bisa memetakan kondisi cuaca yang tepat, GPS untuk menentukan ketepatan posisi tanam, kebutuhan air, cadangan air, temperatur tanah, kebutuhan pupuk yang tepat hingga mengawasi jalannya pertanian hingga panen tiba.

Dengan IoT, hasil pertanian lebih akurat di monitor tentunya dengan jumlah petani yang justru berkurang. Petani pun tak setiap saat ada di lahan, hasilnya, produksi mereka bertambah dengan kualitas ekspor yang mendunia, harga dijual dengan harga yang lebih mahal yang sekarang bisa anda temui di Ranch Market dkk.

Eropa dan Amerika bisa sukses bukan karena mereka bekerja lebih keras, tapi karena mereka bekerja lebih efisien. Itu kata Warren Buffet.

Indonesia? Infrastruktur-nya dulu di perbaiki, buruknya infrastruktur adalah musuh terbesar dalam efisiensi ekonomi, dan sekarang lagi-lagi fokusnya adalah pembangunan infrastruktur.

Infrastruktur+Teknologi??? Indonesia siap melaju.

*Eh iya, klo uang parkir tadi dibelikan rokok oleh si tukang parkir, bukannya menghidupkan Industri rokok yang ujung-ujungnya adalah ketersediaan lapangan kerja?

Iya juga sih..nurut ente gimana, gaes? open discuss ya..:)

Inilah Hasil Survey Toko Online Terbaik 2017, Ternyata Adalah..

Inikah Toko Online Terbaik 2017?

cara-mendapatkan-uang-dari-internet

Tulisan perdana di 2018. 2017 sudah terlewati, apa yang paling mencolok dari sisi bisnis di 2017? Salah satunya adalah persaingan e-commerce toko online yang “berhasil” mematikan banyak sektor konsumsi riil, seperti tutupnya banyak gerai glodok dan terhentinya operasi beberapa gerai Matahari, bahkan Debenhams. Dan persaingan tertinggi e-commerce berada pada segmen Continue reading “Inilah Hasil Survey Toko Online Terbaik 2017, Ternyata Adalah..”