Mau Ke Jogja? Ini dia 4 Hotel di Jogja yang Instagramable, Unik dan Murah

Photo credit: Adhisthanahotel.com

Jogja yang ngangeni! Jogja memang salah satu destinasi wisata terfavorit di Indonesia, selain Bali. Mulai dari turis lokal (seperti kita ini nihh..) ataupun wong bule menyukai wisata ke Jogjakarta karena suasananya yang nyaman banget, simple, sederhana, harmonis, dan yang lebih pasti biaya hidupnya yang masih sangat murah dibandingkan dengan destinasi wisata populer lain (masih ada teh manis seribu perak lho, suer).

Nah, karena makin bertambahnya turis dan wisatawan yang masuk, kebutuhan akomodasi pun ya jelas bertambah, utamanya hotel. Mulai dari hotel murah di Jogja hingga hotel berbintang bisa kalian temukan di Kota Pelajar ini.

Saat ini banyak banget desain hotel di Jogja yang unik dan kreatif (kalau kata anak jaman now itu instagramable), tapi kadang harganya gak murah alias mahal. Nah, khusus untuk kalian yang ingin menginap di hotel murah di Jogja tapi dengan desain yang unik serta instagramable, gak perlu khawatir! Cekidot daftar hotel instagram di Jogja.

1. Adhisthana Hotel

Menyambung artikel saya di Hotel yang Instagramable di Jogja, Gak jauh dari pusat kota, daerah Prawirotaman memang terkenal sebagai Kuta-nya Jogja, kawasan penginapan atau hotel yang unik-unik dan tentunya instagramable ada disini.

Tapi, ada satu hotel murah di Jogja yang kini menarik perhatian para instagrammer karena suasana dan dekorasi hotel yang unik nan canti, ya Adhisthana Hotel. Hotel ini punya konsep yang unik, saat pertama kali kalian masuk ke dalam hotel ini, kalian bisa ngeliat bangunan dengan gaya arsitektur klasik Jawa yang berpadu dengan gaya modern minimalis (ini ciamik sih..).

Interior dari hotel yang terletak di Jalan Prawirotaman 2 no. 613, Megangsan, Kota Gede, Jogja ini punya desain yang terdiri dari gabungan antara Budaya Jawa, China, dan Eropa. Warnanya juga keren banget dengan dominasi warna biru, putih, dan juga cokelat dari tekstur kayu yang njawani. Gabungan elemen tersebut menghasilkan suasana yang nyaman dan tentunya bikin kamu betah berlama-lama di hotel ini, at least walaupun cuma di lobby/ruang tengahnya nya aja.

Di ruang tengah, selain sofa besar nan empuk, disitu juga banyak terdapat mainan dan majalah yang emang bisa bikin betah, mainan jaman SD dulu seperti congklak, monopoli sampai ludo, lumayan mengenalkan anak untuk main permainan tradisional yang tentunya no gadget.

Selain hotel, di Adhisthana Hotel juga memiliki kafe kecil yang ada di depannya yang bernama Lawas Café. Tidak hanya interior hotel yang didesain unik, di Lawas Café ini kalian pun bisa menemukan banyak spot yang tidak kalah instagramable-nya. Nah persis depannya Lawas Café ada pula Sellie Café tempat syuting AADC 2, belum lagi deket banget sama es krim kekiniannya Jogja, Tempo Gelatto!! Anak riang, istri senang, suami pun tenang..hehe. Keren kan hotelnya?

Harga untuk menyewa kamar di Ahisthana Hotel sangatlah terjangkau (alias murah) yakni mulai dari Rp125.000 per malam untuk kamar dorm, dan Rp325.000 per malam untuk kamar private. Gokil kan?

Nilai Overall: 9.3/10

  • Kenyamanan: 9.5/10
  • Kebersihan: 8.3/10
  • Keramahan: 8.3/10
  • Akses: 8.7/10
  • Interior: 9.2/10
  • Harga: 8.5/10

Processed with VSCO with hb1 preset

Oya, gak usah bingung nyari hotelnya, langsung cek lokasi Adhistana Hotel di google maps di bawah:

2. Pawon Coklat Guesthouse

Ada satu lagi penginapan yang kece banget, namanya Pawon Coklat Guesthouse. Awalnya Pawon Coklat ini adalah toko Cokelat di daerah Sosrowijayan, Pawon Cokelat kini merambah bisnis penginapan dengan mendirikan sebuah guest house yang punya desain unik dan juga pastinya instagramable. Hmm..

Berada di kawasan Malioboro, Pawon Cokelat Guesthouse ini memang sengaja dirancang agar bisa mendapatkan atmosfir yang comfy di tengah hiruk pikuk ramainya pusat wisata Malioboro (kebayang kan?).

Pawon House ini letaknya di dalam gang, tapi meskipun berada di dalam gang, suasasa guesthouse  ini tetap terlihat menarik karena adanya fasilitas keren  yang tentunya bisa membuat instagram feed kalian semua semakin kece, mulai dari taman vertikal, taman di atap, balkon terbuka, dan juga lainnya.

Photo credit: akuchiechie.blogspot.co.id

Semua bagian di tempat ini memang didominasi dengan konsep garden building yang asri dan alami seperti dinding batu bata, meja-kursi kayu, dan juga tanaman hijau yang mendominasi di hampir setiap sudut hotel ini.

Meskipun mengusung konsep asri dan keren begini, gak perlu khawatir soal harga gaes. Pawon Cokelat guesthouse ini termasuk ke dalam salah satu daftar hotel murah di Jogja yang bisa dipertimbangkan, kok!

Harga sewa Pawon Coklat Guesthouse mulai dari Rp200.000/malam. Nah kalau kalian tertarik buat nginep disini, saran saya sih pesennya dari jauh hari, soalnya guesthouse ini cuma punya 10 kamar yang rata-rata cepet banget penuhnya, apalagi kalau liburan dan hari kejepit hehe.

So, kalian juga harus rutin mengecek available kamar dari guesthouse ini karena ya itu tadi, laris banget, baik lokal maupun juga warga asing.

Alamat Pawon Coklat Guesthouse di Jalan Sosrowijayan No.102 Gang 1, Sosromenduran, Gedong Tengen, Kota Yogyakarta.

Nilai Overall: 8.6/10

  • Kenyamanan: 9.2/10
  • Kebersihan: 8.0/10
  • Keramahan: 8.3/10
  • Akses: 9.5/10
  • Interior: 8.2/10
  • Harga: 9/10

3. Kampoeng Djawa Guesthouse

k1

Photo credit: satuceritadalamhidupku.wordpress.com

Kalau kalian sedang nyari penginapan yang ‘Jogja banget’? atau kalian lagi nyari penginapan yang memiliki desain kuno khas Rumah Jawa nan asri? Disini, penginapan Kampoeng Djawa bisa jadi pilihan yang tepat buat kalian. Cekidot!

Kampoeng Djawa merupakan sebuah guesthouse yang terletak di Kota Gede, masih di daerah Prawirotaman. Sesuai dengan namanya, penginapan ini memang benar-benar dirancang dengan nuansa yang ‘Jawa Banget’ sehingga kalian akan ngerasa sedang berada di perkampungan Jawa dan betah nongrong lama-lama di tempat ini.

Yang keren dari penginapan ini adalah jarak dari penginapan ke Malioboro bisa ditempuh hanya sekitar 10 menit dengan kendaraan dan 15 menit ke Keraton menggunakan mobil. Suasana guesthouse ini didominasi dengan bebatuan alami  (bata expose) yangberwarna merah dan juga coklat, furnitur kayu, serta perabotan-perabotan jadul yang membuat tempat ini semakin kece.

Kampoeng Djawa guesthouse terletak di Jalan Prawirotaman 1/40, Kota Gede, Jogjakarta. Masih dekat dengan Adhistana Hotel dan tentunya ice cream yang lagi hits di Jogja, Tempo Gelatto.

Nah bagi kalian yang ingin menginap di tempat ini, kalian tidak perlu mengeluarkan biaya yang banyak, cukup sediakan uang penginapan mulai dari Rp 90.000 saja kalian sudah bisa mendapatkan satu kamar bergaya tradsional Jawa ini.

Nilai overall: 8.2/10

  • Kenyamanan: 8.5/10
  • Kebersihan: 7.7/10
  • Keramahan: 8.3/10
  • Akses: 8.2/10
  • Interior: 7.5/10
  • Harga: 9.2/10

Langsung aja klik lokasinya disini:

4. Airy Sleman Jembatan Merah

airy2

Photo credit: traveloka.com

Nyari murah di Jogja, hotel Airy Sleman Jembatan Merah 104 dari Airyrooms ini merupakan pilihan yang tepat. Selain memiliki suasana hotel yang homey, hotel ini juga terletak di pusat kota dan berdekatan dengan salah satu pusat perbelanjaan terbesar di Jogjakarta, Hartono Mall.

Fasilitas kamar yang disediakan oleh Airy Sleman Jembatan Merah 104 ini sangatlah lengkap dan hanya membutuhkan biaya sewa mulai dari Rp200.000 saja. Murah gaes!

Nilai: 7.6/10

airy1

Photo credit: traveloka.com

Cekidot lokasinya:

Nah, itulah beberapa daftar rekomendasi hotel murah di Jogja yang bisa kalian pilih. Apalagi kalau wisata kalian secara backpacker, memang harus benar-benar pintar memilih hotel yang tidak hanya murah tetapi juga nyaman dan tentunya kekinian supaya tetap kece dan tak menguras kantong.

Nah, dengan beberapa daftar hotel di atas, kalian bukan hanya akan mendapatkan penginapan yang murah dan nyaman, tetapi juga kece, suasana yang unik sekaligus instagramable.

Advertisements

Hotel Kece Yang Instagramable Di Jogja

Processed with VSCO with hb1 preset

Kami ini (saya dan keluarga) adalah termasuk keluarga yang hobinya jalan-jalan, tapi jarang nge-review. Bukan karena gak bisa mereview, tapi kita berpikir apa yang kita nikmati itu ya untuk kita nikmati, mau enak mau kere kek yang penting dinikmati, sehingga jarang banget namanya saya ini buat review.

Tapi sepertinya cukup sampai disitu saja, setelah akhirnya saya luluh akibat pulang kampung lebaran kemarin kita dapat hotel yang “ini kok keren banget sih” sayang kalau gak di review. He he

Berawal dari random (jadi bukan pesanan iklan ya), karena waktu mudik kita itu cukup panjang, sekitar seminggu full di Jogja, dimana seminggu full itu kita full menginap di hotel yang letaknya pindah-pindah karena memang niatnya mau jalan-jalan dan bebas.

Nah dua hari terakhir di Jogja itu ternyata kita bingung mau mencari hotel apa, kriteria hotel kita di hari terakhir: Unik, jarang di review, agak vintage tapi gak kuno, dekat tempat-tempat hits (ini sih kriteria istri) dan gak mahal (around 500 ribuan via Agoda atau pegipegi.com).

Akhirnya setelah dua jam searching di Agoda, jatuhlah pilihan saya ke Adhistana Hotel Jogja, selain karena view image yang menarik dan tentunya dekat dengan tempat yang lagi hits di Jogja: Il Tempo Del Gelato dan Sellie Cafe tempat syuting AADC 2.

Sampai  di Adhistana Hotel yang letaknya Jl Prawirotaman, ternyata hotel itu lebih asyik dari yang dibayangkan. Dengan warna dominasi putih, hotel itu di desain agak vintage tapi gak kuno. Minimalis juga enggak, heboh juga enggak. Pokoknya desain dalamnya itu nyenengin, istilah kekiniannya, instagramable banget hehehe..

Kita dapat kamar di lantai 1, dan memang yang seharusnya anda booking nanti adalah lantai 1 nya, karena nyaris semua kamar menghadap ke pool. Kamarnya sangat nyaman dengan kamar mandi yang njawani banget, apalagi kalau bukan sabun aromatherapy khas jawa yang wanginya segar.

Tapi, hotel ini kurang cocok untuk kaum sepuh atau manula, karena hotel ini gak ada liftnya, alias naik tangga..ya ini salah satu kekurangan yang bisa dimaklumi karena hotel ini cuma dua lantai.

Nah check it out aja deh instagram saya ini, biar gak penasaran lagi..

@ryokusumo, jangan lupa follow juga ya 🙂

 

Cerita Mudik #2 – Ngayogyakarta Hadiningrat

10

Jangan bilang Jogja kalau gak ada yang baru, dari mulai kuliner Jogja yang seabrek, termasuk kuliner latah ala om Dude Herlino dengan Jogja Scrummy-nya. Tapi juga kita membicarakan munculnya hiburan rakyat yang tak kalah hebring tumbuh di kota Jogja.

Di Jawa, hiburan rakyat lazim diadakan di seputaran alun-alun, pun begitu di Jogja. Tapi mungkin 5 tahun lalu, hiburan rakyat yang terkenal di Alun-Alun Jogja hanyalah pasar rakyat biasa; penjual mainan lampu lempar, foto bareng tentara keraton atau pertaruhan anak muda masuk ke sela-sela dua pohon beringin besar dengan mata tertutup, yang diyakini siapa yang berhasil masuk maka cita-citanya bakal tercapai.

Sekarang? Xoxoxo..jangan ditanya, lebaran kemarin Jogja seperti kota pelarian korban genosida, ramainya gak ketulungan dan salah satu hiburan rakyat yang paling di cari adalah odong-odong lampu Alun-alun Kidul.

Bukan odong-odong biasa, tapi ini adalah odong-odong yang menggabungkan unsur otomotif  dan kearifan lokal. Jika sebelumnya odong-odong hanya berkutat pada one train – one sit dengan tenaga mesin yang memutar segerombolan armada unyu-unyu yang disusun melingkar 360 derajat, maka odong-odong khas jogja ini menggunakan sistem one train multi sit, dimana odong-odong ini bisa dipakai satu keluarga, bahkan dua keluarga. Dengan tenaga manusia. Ya kaki alias gowes.

Unsur otomotif dipegang teguh di konsep odong-odong transgenik ini, setiap armada memiliki bentuk serupa mobil, dari mobil ukuran city car hingga SUV dan Caravan model VW Combi.

Tentu penggunaan disesuaikan dengan banyaknya anggota keluarga yang nebeng. Dan juga kekuatan kaki si sopir yang menggowes. Jika anda penggemar berat olahraga betis, odong-odong ini layak diperhitungkan.

8

Kami yang ndeso!

Lantas berapa harga satu kali putaran? Hari biasa, kata saudara saya harganya gak lebih dari 30 puluh ribu rupiah, tapi jangan ditanya kalau libur lebaran kemarin, kapitalisasi daerah berlaku disini. Gak tanggung-tanggung: 100 ribu rupiah per sekali putaran!! Semoga para tukang odong-odong ini cepat naik haji.

9

Suasana Alun-Alun Kidul dengan Odong-Odong Lampu, Silau meen!!

6

Gowes manual, plus laptop mini khusus memutar musik-musik kekinian, lagu anak-anak, Justin Bieber, Ed Sheeran sampai Bruno Mars ada disini

7

Tarik cooyyy…

Sudah jelas kan, semua lapisan masyarakat sudah mengerti namanya kapitalisasi, termasuk Jogja yang katanya “masih” merakyat, jadi jangan lagi bicara anti kapitalisme. Wong odong-odong saja sudah beraroma kapitalis kental kok.

Kapital kalau di kamus Gunung Kemukus artinya: Duwit.