Tahun 2017, Tahun Turn Back Hoax

Tahun 2017 bagi saya adalah tahun TURN BACK HOAX. Membaca dari tulisan apik Permadi Arya di sosial media membuat saya terhenyak dan harus bergerak. Tahun 2016 lalu bisa dibilang adalah tahun penuh tantangan di sosial media. Di tahun itu, segalam macam berita bebas lalu lalang tanpa ada filter, memang berita semacam itu sudah hadir mungkin … Continue reading Tahun 2017, Tahun Turn Back Hoax

Advertisements

Siapa Takut Jadi Karyawan!

Jamaah blogeriyah dan fesbukiyah yang dirahmati. Negeri ini mungkin memang ditakdirkan untuk saling berbeda, bukan hanya soal Pilpres, Pilkada ataupun soal Bubur Ayam pisah dan campur, tetapi juga perbedaan fundamental antara pilihan galaw menjadi pengusaha atau menjadi karyawan. Nah, berikut beragam pertanyaan yang berhasil kami kumpul dari lintas gender, transgender, nubie galaw, lulusan fresh dan … Continue reading Siapa Takut Jadi Karyawan!

Agama (Memang) Perlu Di Bela, Lho Kok?

Saya dalam perjalanan menuju Sintang, Kalimantan Barat ketika tiba-tiba dikirimi link sebuah tulisan yang ngapleki karya Iqbal Aji Daryono yang berjudul “Siapa bilang agama tak perlu di bela?”. Ah mungkin seorang Iqbal sedang keselek sumbu kompor kok bisa menulis sejernih itu. Jujur, itu adalah tulisan paling jernih dari sekian ribu tulisan yang muncul pasca dan pra … Continue reading Agama (Memang) Perlu Di Bela, Lho Kok?

Lima Strategi Ampuh Menghadapi Timeline Sosmed yang Mengganggu

Di timeline sosmed saya, terutama fesbuk banyak beredar nada-nada kekecewaan para kawan akibat timeline sosmednya dipenuhi oleh status yang bertema soal politik dan lebih jauh lagi, soal agama. Soal agama ini memang pelik, bahkan salah satu kawan menulis statusnya begini; "..Selama ini saya tidak pernah terusik dengan status apapun, siapa mau mendukung siapa kek itu … Continue reading Lima Strategi Ampuh Menghadapi Timeline Sosmed yang Mengganggu

Ketika Nabi Ibrahim dan Haji Sudah Tidak “Hits” Lagi

Sekitar lima bulan yang lalu saya menulis di kolom Kompasiana menyoal kata-kata "pret" Mama Dedeh yang secara tidak langsung ditujukan kepada Yusril Ihza Mahendra setelah acara keagamaan yang diselingi oleh politik ala kekinian. "Pret", adalah kata-kata "pisau" yang mewakili perasaan segenap masyarakat terhadap calon pejabat yang banyak mengumbar janji. Yang jadi persoalan, seluruh janji, seluruh orasi dan … Continue reading Ketika Nabi Ibrahim dan Haji Sudah Tidak “Hits” Lagi

5 Budaya Qatar Yang Bisa di Aplikasi di Indonesia Tanpa Harus Nyinyir

Sempat tinggal di negeri Qatar, tepatnya di ibukota Doha pasti meninggalkan kesan tersendiri bagi saya dan keluarga, meskipun gaji masih belum bisa untuk buzzer pilgub DKI tapi setidaknya bisa disyukuri untuk meningkatkan gizi anak dari sekedar ikan asin menjadi ikan kembung. Hal lain yang berkesan tentunya adalah budaya. Beda negara, beda budaya, adaptasi? Sudah tentu wajib, toh … Continue reading 5 Budaya Qatar Yang Bisa di Aplikasi di Indonesia Tanpa Harus Nyinyir

Guru Dalam Metode Kekinian

Sumber https://azzead.wordpress.com Beberapa bulan yang lalu, kira-kira memasuki tahun ajaran baru 2015/2016, saya dikejutkan dengan masih adanya pemberlakuan test calistung (membaca, menulis dan berhitung) untuk keponakan saya yang baru masuk SD kelas satu. Memang termasuk SD swasta, tapi bukankah larangan calistung sebagai bahan evaluasi masuk kelas satu SD/MI sudah tertera pada PP No. 17 tahun 2010 yang berbunyi: Pasal 69 (5) Penerimaan peserta … Continue reading Guru Dalam Metode Kekinian

Fenomena "Long Weekend" dan Ironi Kaum Urban

Betapa irinya kami ketika hari Rabu yang lalu melihat di sosial media; facebook, twitter, instagram dan path. Jelek-jelek begini kami kan tergolong Pak Ismed (Pasangan Muda Eksis di Sosmed). Banyak, bahkan hampir semua kawan-kawan kami merencanakan yang namanya holidei, pekensi atau apalah yang bermakna satu: LIBURAN. Maklum, di Negara tempat kami mencari nafkah ini liburan hanya ada … Continue reading Fenomena "Long Weekend" dan Ironi Kaum Urban