Kopi Yang Ironi

roasted-coffee-cup-cinnamon-sugar

Siang tadi sambil nunggu meeting, iseng-iseng saya browsing negara penghasil kopi di dunia tahun 2016, hasilnya seperti ini:

penghasil-kopi-2016

Negara kita tercinta ada di peringkat 4 dunia sebagai negara penghasil kopi, artinya memang Indonesia dengan kopi tidak bisa dipisahkan. Sempat kepikiran begini: Kalau kopi dijadikan produksi massal dan di dorong produksinya hingga menjadikan kopi sebagai komoditas utama bagaimana?

Eh tapi kok ya saya tersadar, tidak satupun  dari 4 negara lain di list itu yang terdaftar sebagai negara kaya, bahkan negara nyaris miskin semua, hanya Indonesia yang paling sehat, menurut saya sih hehe..

Artinya, kopi belum bisa memperkaya sebuah bangsa..padahal harga segelasnya di cafe setara 5 liter bensin premium, kalau dipake motor udah bisa buat bolak balik rumah-mall. Ini harga di petaninya yang rendah, atau harga di cafenya yang ketinggian?

Apalagi, kalau dibandingkan dengan beras, harganya bisa setara 3 liter beras, dimana sangat berguna untuk menopang hidup seorang anak di Ethiopia, negara penghasil kopi nomor 5 dunia dan negeri asal muasal kopi.

Kopi ternyata meyimpan ironi tersendiri..Ah, jadi baper..

7 Alasan Peminum Kopi Hitam Layak Jadi Menantu

kopi-hitam

Ini sebagai jawaban bagi para calon mertua yang belakangan marak mendeskripsikan cowok penggemar kopi hitam tidak pantas untuk dijadikan mantu. Apa pasal? Karena mereka lebih suka cowok yang classy dengan latte atau cappucino, lengkap dengan hiasan lope-lope, sambil tak lupa foto kopinya dengan angle dari atas sebelum diseruput.

Ah..mainstream sekali..

Padahal, di balik kopi hitam itulah tersimpan beribu jawaban, mengapa mereka sangat layak disandingkan oleh anak anda. Oh Gusti, mohon cerahkanlah pemikiran para calon mertua itu, sebelum  Engkau timpakan azab Ya Allah..

Check it out gaes..

1. Si Pekerja Keras dan Ulet

Tak dipungkiri lagi, kadar kafein yang tinggi dan murni di dalam kopi hitam  tanpa campuran susu, terbukti klinis bisa menstimulasi otak dan mood untuk bekerja atau konsentrasi lebih tahan lama.

Berita no hoaxnya adalah, berdasarkan penelitian, pria penyuka kopi hitam rata-rata punya pekerjaan tambahan di luar jam kerja biasanya, atau sering lembur. Masak sih?

Sudah jangan dihitung para karyawan yang nyambi jadi supir ojek online atau sekedar calo tiket konser dangdut. Termasuk juga para mahasiswa yang nyambi jadi hacker atau buzzer pilkada. Pacaran atau schedule demo BBM non subsidi yang super padat tak menyurutkan niat mereka. Ini menunjukkan keuletan dan determinasi.

Ini semua demi cita-cita yang ingin direngkuh dengan anak anda nantinya, mereka rela pulang larut demi keberhasilan. Biarpun mereka kadang tak terurus, tapi lihatlah kedalam hatinya. Anak anda sangatlah beruntung.

dscf2403

2. Si Kreatif, Detail dan Pemikir yang Kritis

Lebih dari 50% para pemikir dunia, novelis, pemimpin negara dan budayawan ternyata penyuka kopi hitam, ah masak sih? Jangan khawatir, angka ini bukan dari Cak Lontong, ini penelitian lho. Kenyataannya kopi hitam yang murni, bisa menghasilkan pemikiran yang cemerlang, tajam dan sistematis.

Bisa saja suatu saat nanti anda (para calon mertua) akan menerima broadcast messange dari grup arisan, bahwa ternyata hukum gravitasi ditemukan bukan karena Newton ketimpa buah apel, tapi karena Newton ditimpuk biji kopi sama emaknya.

Sesuai filosofi kopi hitam, pemikiran mereka bukan sebuah pemikiran pura-pura, bukanlah pemikiran copy paste. Pemikiran mereka adalah murni, inovatif, kreatif dan tajam. Contohnya banyak sekali, dari mulai Roosevelt hingga Bung Karno yang setiap pagi terbiasa kopi tubruk hitam dengan rokok 555 kesukaannya.

Stop untuk menjudge cowok yang hobi mencorat-coret dinding sambil ngopi hitam sebagai cowok yang tak punya masa depan. Lihatlah, mereka sedang berkreasi, mereka punya mimpi bahwa suatu saat nanti, mural dinding mereka akan dipamerkan di Musée du Louvre, Prancis.

Bukankah motivator mainstream selalu ngomong kalau kesuksesan adalah hasil dari mimpi?

Juga para pelancong warnet yang khusyuk sampai pagi mengotak-atik algoritma biner untuk meretas password haters sambil ngopi hitam. Suatu saat mereka akan menjadi ahli IT terkemuka, menggantikan ahli IT Indonesia saat ini yang lebih hobi ngembat sofa rumah dinas ketimbang membahas teknologi.

Detail identik dengan kopi hitam, karena membuat kopi hitam selalu ada rumusnya, ada yang suka satu sendok teh plus satu setengah gula, sebaliknya atau dua sendok teh plus setengah gula, atau tanpa gula.

Nah, kalau yang begitu saja detailnya minta ampun, apalagi sama anak anda.

Percayalah.

3. Si Seksi dan Romantis

Apa anda pikir anak anda yang cantik, putih dan berambut panjang itu cuek bebek saja begitu melewati tempat tongkrongan cowok-cowok ora adus mambu wedus yang lagi nyeruput kopi hitam? Jika anda berpikir begitu, anda salah total.

Anak anda itu diam-diam mengamati dan sesekali melirik kami lho. Dimata mereka, justru para cowok peminum kopi hitam itu seksi, manly dan tentunya romantis. Karena efek kafein murni bisa menstimulasi hormon keseksian lelaki.

Lihat saja buktinya, dalam pengaruh kopi hitam yang intens, saya bisa menghasilkan setidaknya tiga draft tulisan dan satu puisi/cerpen dalam waktu 4 jam. Dan tentunya puisi super romantis yang bisa membuat anak perempuan anda klepek-klepek gak karuan.

Memang mereka tidak suka memberi sekuntum bunga, tapi mereka siap memberi segenggam berlian….(Katakan amiin yang kenceng dan klik share!)

4. Si Pemilik Impian dan Cita-Cita Luhur

Buktinya tentu saja Beethoven, Benjamin Franklin, Roosvelt, Bung Karno hingga penulis blog ini yang selalu menemukan inspirasi apa yang dilakukan di waktu pagi hari sambil nyeruput kopi hitam.

Inspirasi yang berujung pada cita-cita, walapun sekedar bercita-cita rubah template blog atau menjadi tim sukses kampanye anak mantan presiden, itu tetaplah cita-cita. Puncak cita-cita itu ialah merajut kehidupan dengan anak perempuan anda.

Jangan kubur cita-cita kami wahai ibu calon mertua. Niscaya kami tidak akan menyerah hingga titik darah penghasilan!

5. Si Penyayang Keluarga

Entah kenapa beberapa dari si peminum kopi hitam ini selalu mengajak keluarganya di Sabtu / Minggu apapun acaranya. Sepertinya keluarganya adalah hidupnya. Dan ini yang saya lihat dari beberapa teman saya, dan juga saya sendiri.

Mereka seperti ingin membayar waktu lembur dan kerja keras di workdays dengan full time keluarga di waktu weekend. Mengikuti perkembangan anak atau sekedar mengantar anak ke rumah temannya sudah bikin mereka puas. Sangat manis bukan?

Lho, banyak tuh yang suka petualang atau touring sana sini, minumnya kopi hitam, gimana tuh?

Jangan khawatir, touring gak menghabiskan waktu 7×24 kok. Maksimal 2×24, itupun dua-tiga bulan sekali. Itu demi komunitas perkawanan dan kadang bisnis, dari situ sering lho malah dapat orderan kaos atau info tender.

Nah, diluar itu harap lapor yang berwajib.

dscf2418

Menghabiskan waktu dengan keluarga sambil tetep ngopi

6. Si Sosok yang Apa Adanya

Itulah filosofi kopi hitam, kopi yang jujur dan apa adanya. Tapi menyimpan kekuatan yang besar dibaliknya.

Pahit, panas namun nikmat pada akhirnya.

7. Si Pengelola Keuangan yang Cerdas

Tidak perlu dibahas panjang x lebar lagi, cukup anda lihat di semua tempat ngopi, kopi apa yang harganya paling murah?

Begitu pedulinya mereka dengan keuangan kan?

Kurang apa lagi coba!

FAQ Newbie Tentang Kopi

kopiMemang indah jika berbicara kopi, kopi bukan hanya soal rasa, tapi juga soal jiwa. Kopi mengandung beragam makna, bahkan bisa berbicara mewakili si penikmat itu sendiri hanya berdasar jenis kopi yang paling sering di minumnya.

Tetapi, untuk bisa menikmati jiwa dari kopi itu sendiri – yang sering disebut kenikmatan hakiki– kita sebaiknya tahu lebih dulu (meskipun sedikit) tentang seluk beluk kopi, tak kenal maka tak sayang, tak sayang maka tak cinta.

Nah, berikut ini ada beberapa pertanyaan yang sering dilontarkan dari beragam kawan yang baru saja mulai mencoba menikmati kopi..So. Here we goo..

1. Apa Perbedaan Arabica dan Robusta?

Dari hal paling dasar, yaitu rasa. Apabila sudah dimasak/brewing, Arabica memiliki tekstur yang lebih lembut, memiliki rasa khas asam, aroma lebih tajam dan menurut saya nih ya, lebih wangi ketika terseduh air panas. Pokoknya kalau kamu langsung mencium baum wangi khas kopi ketika kopi tersentuh air panas dan berasa agak asam ketika diseruput, bisa dipastikan itulah Arabica.

Sedangkan Robusta, rasanya lebih tebal, kuat mirip minuman coklat karena tekstur yang juga tebal/pekat. Hampir tidak ada rasa asam dan menurut saya nih, robusta rasanya lebih cowok, lebih natural kopinya, mungkin karena tidak ada rasa asam disitu.

Meminum robusta sebaiknya dengan gula karena rasanya amat pahit agak hangus, rasa yang muncul akibat proses sangrai. Kopi robusta mudah ditemui kalau kita traveling ke daerah Kalimantan Selatan dan Utara, ada perpaduan kopi Indonesia dengan kopi Malaysia disitu yang memang didominasi oleh robusta.

Arabica pasarnya lebih luas dan lebih disukai oleh masyarakat  dunia. Mungkin karena rasanya yang lebih lembut, wangi, less acid, terkesan classy dan banyak varietasnya. Beda dengan robusta yang banyak dijadikan campuran kopi sachet ataupun kopi warung tongkrongan dengan kadar kafein dan asam yang tinggi.

Arabica cocok dengan teknik manual ataupun semi otomatis ala barista kafe, sedangkan robusta paling cocok dengan tubruk, tanpa teknik ba bi bu lagi..

Sedangkan perbedaan teknisnya, silahkan dilihat di bagan ini..

arabicavsrobusta

2. Mengapa Kopi berwarna hitam?

Pernah dengar kata-kata”ah, kamu masih hijau, tahu apa?” Pasti pernah kan? Nah, kata “hijau” yang digunakan di dalam kalimat itu merupakan majas yang berarti “anda masih amatir” atau belum punya pengalaman. Ternyata majas itu diambil dari proses kopi lho.

Awalnya biji kopi memang tidak berwarna hitam, melainkan hijau keputih-putihan setelah dilakukan pemisahan dari chery kopi atau buah kopinya dengan biji kopi. Setelah dilakukan pemisahan, biji kopi masih harus dijemur dulu untuk mendapatkan kadar air yang cukup dan memenuhi stardart sebelum di sangrai atau roasting.

Nah, ketika proses sangrai ini ada beberapa level, yaitu low roast, yang menyebabkan biji kopi berwarna coklat muda, medium roast berwarna coklat tua, dark roast biji kopi berwarna coklat kehitaman dan terakhir dark and beyond roast, dimana biji kopi berwarna hitam pekat.

Semakin hitam, proses roasting semakin lama. Rasa semakin tebal dengan aroma yang khas. Ibaratnya, kalau itu cowok, semakin lama proses jatuh bangun maka semakin berpengalamanlah cowok tersebut. Sudah gak “hijau” lagi gaes…hehe..

kopimasak

3. Apa saja jenis-jenis Kopi daerah di Indonesia?

Dari Jawa banyak sekali, ada  robusta yang diambil dari daerah Jawa Timur, Gunung Kawi, Malang yang punya rasa khas. Di daerah Ijen Jawa Timur yang paling terkenal tentu saja arabica Jampit dan Blawan yang punya rasa manis, pekat dan aroma kuat, yang jadi inspirasi film Filosofi Kopi.

Lalu di Jawa Tengah ada kopi Ambarawa yang juga melegenda dan di Jawa Barat ada Kopi Priangan atau yang dikenal dengan Java Preanger.

Belum lagi dari Sumatra ada robusta dari Lampung yang harus ditunggu 7 menit setelah diseduh atau dilakukan french press agar ampas tak tertelan karena tekstur kopinya yang kasar. Yang mahal dan terkenal tentu saja Kopi Mandailing dan Sindikalang dari Sumatera Utara yang harganya setelah roasting dan giling bisa mencapai 160 ribu per 100 gr. Dan one and only Aceh Gayo, ini yang menurut saya justru paling nikmat.

Lalu ada Flores Bajawa, ini hampir setara dengan Aceh Gayo dengan rasa asam yang sedikit berkurang. Lalu Toraja Kalosi, dengan rasa yang lebih tebal. Dan lain-lain, Indonesia adalah surganya kopi.

4. Berasal darimanakah Biji Kopi Asia?

Pertama adalah, tidak ada kopi yang asli berasal dari Indonesia ataupun Asia, oke. Tanaman kopi berasal dari Ethiopia yang disebarkan keseluruh dunia termasuk Belanda yang menanam kopi di tanah Jawa sekitar tahun 1600-an, jadi kalau ada yang masih nyombong bahwa Indonesia negeri yang kaya karena salah satu penghasil kopi, itu benar.

Tapi kalau ada yang klaim bahwa Indonesia adalah asal mula kopi, dia jelas ngaco dan kurang ngopi.

kopi

5. Apa perbedaan Cappucino, Latte dan Flat White?

Cappucino merupakan gabungan komposisi 1/3 espresso, 1/3 steam milk dan 1/3 sisanya adalah milk froth atau susu yang dihangatkan dengan uap air. Rasa Cappucino ketika pertama disesap adalah rasa foam yang tebal diikuti rasa kopi dan milky setelahnya, bisa dibilang rasanya seimbang. Anda bisa meminta espresso double shot untuk mendapatkan rasa pahit kopi yang lebih kuat.

Sedangkan Latte, dalam bahasa Italia yang berarti susu adalah gabungan antara 1/3 espresso dan 2/3 susu cair yang di steam, lalu ditambahkan foam tipis diatasnya. Rasanya tentu saja lebih dominan susunya atau milky.

Flat White sendiri menurut saya lebih seperti kopi susu sebenarnya, yang biasa anda temui di dalam gerbong Kereta Api. Campurannya hampir sama dengan latte namun tanpa foam. Tapi di beberapa di kedai kopi yang pernah saya kunjungi, beberapa barista justru mengurangi takaran susunya, sehingga rasa kopinya kuat di awal dan membedakan dengan latte itu sendiri.

Buat anda yang ingin rasanya ngopi dengan rasa susu yang tipis, flat white tanpa gula adalah jawabannya.

6. Pacar saya suka Cappucino dan saya suka Dopio, apakah kami berjodoh?

Untuk yang belum tahu apa itu dopio, dopio adalah espresso double shot. Jadi bagi penyuka dopio bisa dipastikan dia hidup mati cintanya ya sama kopi, kalau perlu kopi item sachet pun diseduh tanpa gula. Ini menandakan dirinya seorang pemberani yang mampu ambil resiko meskipun itu pahit.

Sedangkan cappucino adalah penyuka keindahan dan keseimbangan, sekilas tidak berjodoh karena banyak penyuka keseimbangan yang takut ambil resiko, karena nyaman dengan keseimbangan itu.

Tapi jangan kecewa, justru si penyuka kesimbangan keseringan penasaran sama yang suka ambil resiko lho, buktinya ada cappucino double shot espresso alias cappucino dopio kok.

Well, love is about how you are..not who you are..

7. Saya suka Tubruk, dan mantan saya suka Latte, biasakah kami balikan?

Mohon maaf, untuk yang ini secara terus terang saya katakan tidak bisa. Tubruk itu sangat apa adanya, dia tidak menyadari bahwa dirinya sudah tiga hari tidak mandi, bahkan juga tidak sadar bahwa jempol kakinya penuh kutu. Sedangkan latte adalah pribadi yang lembut, santun dan classy. Susah disatukan.

Jika masih pedekate mungkin masih bisa ditolong, tapi jika sudah mantan, jelaslah bahwa si latte sudah pasrah dan nyerah untuk sekedar teriak bahwa si tubruk sudah bau sangit.

Tagline di atas “love is about how you are” gak berlaku, sori.

8. Saya penggila Kopi, tapi mertua saya hobi teh, what should I do?

Nothing you can do mate. Ini seperti kamu suka steak dan mertua kamu sukanya Cap Cay, gak nyambung gaes. Dan kamu gak perlu kayak orang memohon kelulusan nilai kuliah sampai di bela-belain beliin teh untuk mertua kamu. No!

Terima saja perbedaan itu, asal jangan sampai ada kejadian kamu mencampur english breakfast tea-nya dengan cipratan arabica brewing kamu secara gak sengaja.

Kalau kamu masih sehat setelah kejadian itu, kabari saya.