Pledoi Agnez Mo dan Ngawurnya Netizen

Lagi-lagi salah kaprah. Lagi-lagi salah pengertian, lagi-lagi ngawur. Pelakunya, lagi-lagi dan lagi, warganet Indonesia, yang terkenal dengan sebutan warga +62.

Penyebabnya, lagi-lagi video yang dipotong. Dan kali ini korbannya, Agnez Mo, si penyanyi cilik itu, yang dulunya bernama Agnez Monica itu.

Agnez Mo dihujat bukan karena bajunya yang kerap seksi (itu sih nyusul pasti), tapi karena Agnez Mo dianggap tidak nasionalis.

Karena Agnez Mo ceritanya sedang di wawancara, oleh Build Series, acara live interview punya Yahoo Entertainment, ex saingannya Google itu lho.

Agnez ditanya dalam bahasa Inggris (ya mosok basa jowo). Si penanya adalah Kevan Kenney, yang terkenal sebagai Phil di film Toast (2017).

Kevan tanya (setelah interview berjalan 15 menitan): ..“Kamu juga sedikit berbeda dari orang-orang di sekitarmu. Orang mungkin melihatmu menjadi sosok tenar dan sukses, tapi ternyata kamu berbeda, benar gitu?”

Agnez menjawab: ” Sebenarnya dalam diriku tidak mengalir darah (asli) Indonesia. Karena aku berdarah Jerman, Jepang, dan China. Aku hanya lahir di Indonesia. Aku juga menganut Kristen yang di mana di Indonesia mayoritas adalah Islam. Jadi aku selalu merasa… aku bukannya mau mengatakan aku bukan bagian dari Indonesia …”

Inilah cuplikan interview yang (lagi-lagi) dipotong. Agnez di tuduh tidak nasionalis. Tidak mengakui darah Indonesia.

Bahkan ada warganet yang tanggung otaknya berkata bahwa jika kita lahir di Indonesia ya berarti orang Indonesia.

Kalau kita lahir di Arab ya berarti orang Arab, dan kalau lahir di China ya orang China, gitu ya bambank?

Yang di maksud Agnez Mo adalah darah keturunan. Disini saya bingung, jangan-jangan yang memotong video tidak paham bahasa Inggris? Ah sudahlah, oke lanjut..

Bahkan ketika ada 16 responden yang ikut test DNA yang diselenggarakan Historia.id dalam Proyek DNA Penelusuran Leluhur Orang Indonesia Asli. Tidak ada satupun yang asli Indonesia

Disitu Deputi Fundamental Eijkman Institute Prof Dr Herawati Aru Sudoyo, mengatakan, “…dari 16 responden semuanya bercampur (asal moyangnya), tidak ada yang 100 persen Indonesia. Jadi tidak ada yang bisa mengklaim pribumi asli,”

Sutradara Riri Riza hasilnya 42,4% berasal dari Asia Selatan, 33,95% sisanya dari Asia Timur. Grace Natalie yang terkesan banyak dari Asia Timur, bahkan DNA nya lebih banyak dari Afghanistan dan India.

Begitu juga Najwa Shihab bahkan seorang Satpam yang wajahnya “Jawa” sekali, justru darahnya mayoritas dari India.

Agnez Mo tidak berkata dia BUKAN orang Indonesia. Dia berkata bahwa darahnya bukan asli Indonesia. Ya memang kenyataannya demikian. Tidak ada satupun dari kita yang berhak mengklaim kita ini asli pribumi, asli Indonesia.

Kita tetap orang Indonesia, dimanapun kita dilahirkan, kita warga negara Indonesia yang wajib menjunjung tinggi kedaulatan Negara kita.

Kita Indonesia bukan karena kita punya darah asli Indonesia, atau tinggal di Indonesia, atau karena lahir di Indonesia.

Kita Indonesia karena kita memang Indonesia, ber-kewarganegaraan Indonesia, orang tua kita atau leluhur kita tinggal dan cari nafkah di Indonesia, dan kita merasa Indonesia.

Dan satu hal, karena kita berkelakukan yang mengharumkan Indonesia. Agnez Mo sedikit banyak telah membawa nama Indonesia ke ajang Internasional. Begitu juga Brian Imanuel, atau Rich Brian.

Dan kita disini masih sibuk merusak properi stadion GBK ketika jagoan bola kita kalah, sibuk menghindari pajak, korupsi atau sekedar masih buang sampah sembarangan.

Kamu Indonesia bukan? kok kelakukanmu kayak gitu?

About

Tukang Ngopi. “Kemampuan membaca itu sebuah rahmat. Kegemaran membaca; sebuah kebahagiaan.” ― Goenawan Mohamad Sila baca blog saya yang lain di http://srimayainvestment.blogspot.com

Tagged with: ,
Posted in Humaniora

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Follow laptop paijo on WordPress.com

Jangan lupa masukkan email anda disini ya

Arsip Tulisan
KURUSETRA

and the Bharatayuda within

The Second Avenue

Indonesia Street Photography

Shoot New York City Blog

Photo Tours & Street Photography Workshops

John Wreford Photographer

Words and Pictures from the Middle East & Balkans

Cerita Motivasi - Kumpulan Kisah Inspirasi Terbaik

Kumpulan cerita motivasi, kisah inspiratif, cerita bijak, kisah teladan. Bisa dijadikan renungan agar kehidupan menjadi lebih baik.

Ruang Baca

saya tak memiliki apapun, tak juga surga, tak juga neraka

khsblog :-D

Tulis, Telas dan Tulus...

Daun Woka

Berlarilah Mengejar Mimpi namun jangan sekali-kali berlari terlalu jauh dari sejarah

GAYOTAKENGON

Budaya kopi...Kopi budaya... heal and real..

Lazione Budy

'Saoirse' is not a word, it's angel

Gorboman Running

Mengulas hobi secara jujur dari sudut pandang orang awam.

George Lakoff

George Lakoff has retired as Distinguished Professor of Cognitive Science and Linguistics at the University of California at Berkeley. He is now Director of the Center for the Neural Mind & Society (cnms.berkeley.edu).

Emanuel Setio Dewo

Mari berkarya

Omnduut

Melangkahkan kaki ke mana angin mengarahkan

ngalor ngidul ketemu kiblat

Berjumpa Hikmah dari Berbagai Arah (Sapi Betina 115)

leniaini blog

between thoughts and memories