Apakah Cicilan Nol Persen Juga Haram?

Saya bukan ahlinya bahas ginian, bukan juga sok mau ngupas hal dimana ilmu saya pas-pasan. Lha ngapain ditulis? Karena perlu, perlu untuk di baca, meskipun pasti ada yang kontroversial.

Lha wong mau sedekah saja masih ada yang nyinyir kok. Maklum netijen.

Gini, saya dan anda yang mayoritas masuk ke golongan kelas menengah “ngehek” yang maunya itu macam-macam, padahal sebetulnya modal cash nya pas-pasan. Iya, kita akuin pas-pasan, tapi kebutuhan gak boleh pas-pasan donk?

Iya, kebutuhan memang jangan pas-pasan, karena sebetulnya kita mampu, tapi tidak saat itu. Kita mampu jika mencicil. Masalahnya cicilan selalu identik dengan yang namanya riba, dan riba jelas hukumnya haram dalam Islam.

Bagi saya yang mencoba selalu berlogika, pasti ada alasan di balik sebuah hukum agama. Apalagi Al-Qur’an bersumber langsung dari Tuhan.

Dari beberapa hal sebab diharamkannya riba, yang paling paten adalah soal bunga, dimana si pemberi pinjaman membebani si peminjam dengan bunga yang sifatnya fluktuatif, tidak pasti. Sehingga akan memberatkan si peminjam di kemudian hari.

Disebutkan bahwa adanya bunga sama saja mengambil harta orang lain. Disini saya setuju, berkaca pada rentenir yang membebani masyarakat kampung dengan bunga yang gila-gilaan, bahkan ada yang sampai jual ginjal.

Lalu bagaimana jika bunga atau angka ketidakpastian tadi kita ganti dengan akad yang pasti? Mari kita lihat konsep di Bank Syariah.

Saya sempat bertanya ke seorang ustad yang juga lulusan S2 ekonomi syariah. Kata beliau, di bank syariah namanya bukan bunga, tapi net monthly fee. Dihitung dari sisa tagihan yang belum terbayar di kali monthly fee yang flat 2,95% dibagi limit kartu kredit syariah.

Hitungannya kurang lebih begini, katakan kartu kredit anda limitnya 12 juta, misal kamu punya tagihan 1 juta, lalu kamu bayar 600 ribu sebelum jatuh tempo, hitungan net monthly fee-nya:

Rp. 400 ribu x (2,95% : Rp. 12 juta) = Rp. 11.800. Dibayar di tagihan berikutnya.

Ini jelas lebih murah karena dihitung hanya dari tagihan yang belum terbayar, gak sama dengan kartu kredit konvensional, hitungnya dari total tagihan yang belum terbayar dari bulan-bulan sebelumnya.

Tapi ustad, meski jumlahnya lebih kecil, tapi kan konsep nya sama saja, ada nilai uang tambahan yang di bebankan si pemakai jika ada tagihan yang belum terbayar. Bagaimana itu ustad?

Jawaban beliau pertama standart, “namanya bunga atau denda ya haram, ya kalo belum punya duit yang gak usah beli tu barang“.

Okelah tad, ini semua orang juga tahu, tapi apa solusi jika memang kita butuh itu barang?

Hilangkan nilai resikonya, jawabnya. Riba itu haram karena resikonya sangat tinggi, dan tidak bisa terhapus.

Bagaimana cara menghilangkan resiko? Ada cara.

Pertama, pastikan kita tahu angka akhir jumlah yang dibayar.

Nah kalau kita memakai toko online, biasanya segala biaya sudah ditampilkan, harga barang+biaya admin dll. Sehingga kita sudah tahu total nilai akhir yang akan dibagi perbulannya.

Misal, harga sepeda lipat 5.8 juta, kalo cash saat itu juga rasanya kok cespleng, agak shock gitu, apalagi kalo ketahuan istri, waduh bisa berabe…

Maka dipakailah cicilan nol persen, ambil cicilan 12 bulan, ditambah biaya layanan/admin, katakan 200 ribu, totalnya menjadi 6 juta, cicilan per bulan menjadi 6 juta : 12 bulan = 500 ribu, flat.

Tidak ada satupun biaya yang tersembunyi di dalam transaksi tersebut, tidak ada biaya siluman muncul disitu.

Dan sebelum membayar kita diminta untuk menekan tombol “setuju bayar”, nah disitulah kita diminta untuk berhitung ulang, itu bukan disclaimer yg kita sering skip, itu adalah bentuk persetujuan akad.

Oya, ada yang bilang biaya layanan/admin itu haram. Logika saja, kita ingin pakai jasa pihak ketiga, mosok biaya layanan tidak kita bayar? Pihak ketiga itu membangun sistem security payment termasuk izin Otoritas Jasa Keuangan, agar kita tidak terjebak rentenir liar.

Kedua, karena ini cicilan konsumtif maka ada rumusnya, ini saran dari ustad tersebut.

Pengeluaran di atas sudah termasuk cicilan investasi/usaha, untuk nyicil rumah, nyicil motor/mobil dsb lho ya. Perhatikan, semakin angka delta membesar, maka cicilan pun diizinkan naik kelas dengan batasan maksimal 40% .

Misal penghasilan kita 5 juta sebulan, pengeluaran total rumah tangga ditambah tabungan dll 4 juta sebulan, deltanya 1 juta. Maka cicilan konsumtif yang di sarankan oleh ustad ekonom itu adalah: (5 jt – 4 jt) x 10% = Rp 100.000 per bulan.

Cuma 100 ribu rupiah. Kok kecil ya? Karena itulah angka yang dianggap paling aman yang “mungkin pasti” bisa kalian penuhi dengan sisa uang 1 juta tadi, tanpa takut nunggak.

Karena misal kalian telat gajian pun, dengan adanya delta dibulan sebelumnya diharap tetap bisa menutup tagihan dibulan ini, sehingga kalian terhindar dari denda. Dimana denda ini termasuk riba fadhl, atau riba karena ada penambahan, juga hukumnya haram.

Ingat, di dalam cicilan (berapapun nilainya) ada unsur ketidakpastian, yaitu rezeki dan umur. Itu salah satu peringatan beliau.

Rezeki, bagaimana jika tiba-tiba kalian kena PHK, atau bisnis bangkrut. Umur/uzur, jelas tidak bisa di tebak, dan keluarga kita yang akan mewarisi cicilan kita nanti. Maka wariskan cicilan yang sekecil mungkin.

Bedakan dengan cicilan investasi, misal rumah, dimana menurut pakar keuangan, diperbolehkan hingga maksimal 30% dari total penghasilan kita.

Ketiga, TIDAK BOLEH TERLAMBAT BAYAR CICILAN, dengan cara membuat auto payment di internet banking anda. Sekarang semua bank menyediakan fitur auto payment.

Kita tinggal set tanggal dan jumlahnya. Sesuaikan dengan jumlah cicilan kita, dengan cara ini kita terhindar dari yg namanya lupa, otomatis menghindari denda.

Keempat, ambil cicilan kepada pihak yang paling aman, yaitu bank. Kalo tidak yakin bank konvensional, ya ambil saja di bank syariah. Jangan sekali-kali ambil cicilan ke pihak ketiga, meskipun itu lembaga peminjaman (offline/online), karena meskipun terdaftar di OJK tapi tetap saja tanggung jawab lembaga itu minim.

Pengalaman yang terjadi pada kawan saya, karena tergiur, dia mengambil cicilan online via lembaga non bank, dengan iming-iming cicilan tanpa kartu kredit. Ternyata saat pembayaran muncul biaya lain-lain, ada biaya admin tambahan, biaya perpanjang tenor dan bunga yang tidak sesuai.

Sebulan pertama dia bisa melunasi, bulan kedua ada kebutuhan yang lebih mendesak yang berakibat dia menunggak satu bulan. Yang mengejutkan tagihan di bulan berikutnya nyaris 3 kali lipat dari pinjamannya. Ini sama saja rentenir kekinian.

Saat ini kawan saya sudah melapor ke kepolisian bersama puluhan korban pinjaman online lain.

Dalam hal ini cicilan nol persen yang paling aman memang hanya teregister di bank via kartu kredit. Hanya perihal halal dan haram itulah yang menjadi masalah.

Kuncinya adalah anda tahu secara rinci biaya apa saja yang muncul dan bisa anda terima. Dan pastikan bahwa semua biaya sudah masuk ke total tagihan yang akan anda cicil sebelum akad terjadi, sehingga anda betul-betul mencicil dengan kepastian angka.

Karena saya sadar, saya belum bisa betul-betul terlepas dari kartu kredit dan cicilan seperti kata para ustad. Jadi yang bisa saya lakukan saat ini adalah meminimalkan resikonya. Mudah-mudahan kita dimudahkan.

About

Tukang Ngopi. “Kemampuan membaca itu sebuah rahmat. Kegemaran membaca; sebuah kebahagiaan.” ― Goenawan Mohamad Sila baca blog saya yang lain di http://srimayainvestment.blogspot.com

Tagged with: ,
Posted in Ekonomi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Follow laptop paijo on WordPress.com

Jangan lupa masukkan email anda disini ya

Arsip Tulisan
KURUSETRA

and the Bharatayuda within

The Second Avenue

Indonesia Street Photography

Shoot New York City Blog

Photo Tours & Street Photography Workshops

John Wreford Photographer

Words and Pictures from the Middle East & Balkans

Cerita Motivasi - Kumpulan Kisah Inspirasi Terbaik

Kumpulan cerita motivasi, kisah inspiratif, cerita bijak, kisah teladan. Bisa dijadikan renungan agar kehidupan menjadi lebih baik.

Ruang Baca

saya tak memiliki apapun, tak juga surga, tak juga neraka

khsblog :-D

Tulis, Telas dan Tulus...

Daun Woka

Berlarilah Mengejar Mimpi namun jangan sekali-kali berlari terlalu jauh dari sejarah

GAYOTAKENGON

Budaya kopi...Kopi budaya... heal and real..

Lazione Budy

'Saoirse' is not a word, it's angel

Gorboman Running

Mengulas hobi secara jujur dari sudut pandang orang awam.

George Lakoff

George Lakoff has retired as Distinguished Professor of Cognitive Science and Linguistics at the University of California at Berkeley. He is now Director of the Center for the Neural Mind & Society (cnms.berkeley.edu).

Rottin' in Denmark

Is this gentleman bothering you?

Emanuel Setio Dewo

Mari berkarya

Omnduut

Melangkahkan kaki ke mana angin mengarahkan

ngalor ngidul ketemu kiblat

Berjumpa Hikmah dari Berbagai Arah (Sapi Betina 115)

leniaini blog

between thoughts and memories