Perjuangan Mahasiswa Jadi Kontradiktif Karena Hal ini..

Demonstrasi Mahasiswa yang menolak pengesahan UU KPK dan RUU KUHP, RUU Pertanahan dll masih terus terjadi, bahkan memakan korban meninggalnya dua Mahasiswa di Kendari.

Saya selalu respek dengan setiap upaya gerakan Mahasiswa yang selalu ampuh untuk merubah keadaan suatu bangsa, selama yang diperjuangkan masuk akal.

Tapi sayangnya tidak dengan demonstrasi kali ini. Untuk meributkan RUU KUHP saja, ternyata apa yang diperjuangkan oleh adik Mahasiswa ini jauh dari maksud RUU itu sendiri.

Contoh saja di dalam RUU KUHP pasal 431 yang mengatur soal gelandangan, jelas-jelas dipasal itu tertulis “Setiap Orang yang bergelandangan di jalan atau di tempat umum yang mengganggu ketertiban umum..dst..dst”. Pasal ini di plintir bahwa seolah-olah disitu termasuk wanita yang pulang larut malam karena bekerja.

Ini kan ngawur, jelas-jelas disitu gelandangan yang menganggu ketertiban umum, pun bukan semua gelandangan yang akan kena pasal ini. Saya tulis lengkap disini.

Apalagi setelah menonton ILC, dimana Menteri Kemenkumham, Yasonna Laoly menjelaskan dengan nada emosi soal pasal-pasal ini, dimana pasal ini di interpretasi dengan keliru, di plintir dan di politisasi.

Saya bukan fans-nya Menteri Yasonna, tapi kali ini beliau betul. Mahasiswa tampak tidak bisa sama sekali menjawab dan terlihat sama sekali belum memahami isi RUU atau UU KPK itu sendiri.

Ini diperparah dengan di tolaknya undangan Presiden Jokowi untuk bisa berdiskusi dengan Mahasiswa di Istana. Sikap yang sangat tidak intelektual.

Saya ingat pesan Pramoedya bahwa seorang terpelajar harus adil sejak dalam pikiran. Orang terpelajar harus mengedepankan keadilan berpikir, harus siap untuk selalu berdiskusi, berdialog, berdebat.

Perjuangan merebut kemerdekaan pun bukan hanya angkat senjata, tapi melalui berpuluh kali dialog, rundingan dan rapat dengan PBB, dengan perwakilan negara lain, bahkan menggelar konferensi besar di Den Haag, Belanda. Itulah perjuangan kaum intelektual.

Apalagi Mahasiswa sendiri, di wakili oleh ketua BEM UI, ITB dan lainnya yang meminta agar bisa berdialog dengan Presiden. Kenapa setelah di penuhi lantas mereka menolak?

Mereka menolak karena mempersyaratkan agar dialog dilakukan terbuka. Mereka lupa bahwa yang mereka ajak dialog ini Presiden, seseorang yang di pundaknya melekat simbol negara. Jika dialog di ILC misal, cukup diwakilkan Menkumham.

Itulah kenapa Mahasiswa di undang ke Istana, ada proses dialog yang perlu di hormati, apakah Mahasiswa takut adanya deal politik?

Kenapa takut, cukup di tolak saja jika ada hal demikian. Kan katanya idealis, tunjukkan idealisme kalian di depan Presiden. Siapkan argumentasi yang cerdas, bukan cuma “katanya dan katanya”

Atau adik-adik Mahasiswa sama dengan masyarakat kebanyakan yang belum membaca dan menelaah isi Undang-Undang yang akan di dialogkan?

Kalau berkaca kejadian di ILC sih tampaknya demikian, usaha demonstrasi Mahasiswa menjadi kontradiktif, menjadi cerita satire terhadap dua korban di Kendari.

Kemana wajah Mahasiswa yang di segani?

Mahasiswa bukan lagi di segani, tapi ditakuti. Tidak ada lagi kaum intelektual muda saat ini, yang ada kaum jalanan. Kaum manja yang hanya bisa berkata “penuhi saja tuntutan kami”. Sama saja dengan anak kecil yang merengek minta ke ibunya “pokoknya mau permen itu!”. Kalau tidak dituruti lantas merusak, anarki hingga timbul korban.

So sad adik-adik. Atau memang ada kepentingan lain?

About

Tukang Ngopi. “Kemampuan membaca itu sebuah rahmat. Kegemaran membaca; sebuah kebahagiaan.” ― Goenawan Mohamad Sila baca blog saya yang lain di http://srimayainvestment.blogspot.com

Tagged with: ,
Posted in Politik
2 comments on “Perjuangan Mahasiswa Jadi Kontradiktif Karena Hal ini..
  1. mysukmana says:

    Nah poinnya om yg bikin sebel..nolak diskusi di Istana..padahal d ILC pengen ketemu presiden..

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Follow laptop paijo on WordPress.com

Jangan lupa masukkan email anda disini ya

Arsip Tulisan
KURUSETRA

and the Bharatayuda within

The Second Avenue

Indonesia Street Photography

Shoot New York City Blog

Photo Tours & Street Photography Workshops

John Wreford Photographer

Words and Pictures from the Middle East & Balkans

Cerita Motivasi - Kumpulan Kisah Inspirasi Terbaik

Kumpulan cerita motivasi, kisah inspiratif, cerita bijak, kisah teladan. Bisa dijadikan renungan agar kehidupan menjadi lebih baik.

Ruang Baca

saya tak memiliki apapun, tak juga surga, tak juga neraka

khsblog :-D

Tulis, Telas dan Tulus...

Daun Woka

Berlarilah Mengejar Mimpi namun jangan sekali-kali berlari terlalu jauh dari sejarah

GAYOTAKENGON

Budaya kopi...Kopi budaya... heal and real..

Lazione Budy

'Saoirse' is not a word, it's angel

Gorboman Running

Mengulas hobi secara jujur dari sudut pandang orang awam.

George Lakoff

George Lakoff has retired as Distinguished Professor of Cognitive Science and Linguistics at the University of California at Berkeley. He is now Director of the Center for the Neural Mind & Society (cnms.berkeley.edu).

Rottin' in Denmark

Is this gentleman bothering you?

Emanuel Setio Dewo

Mari berkarya

Omnduut

Melangkahkan kaki ke mana angin mengarahkan

ngalor ngidul ketemu kiblat

Berjumpa Hikmah dari Berbagai Arah (Sapi Betina 115)

leniaini blog

between thoughts and memories