Huawei dan Perang Dua Gajah

Meng Wanzhou, 46 di tangkap di Vancouver dalam transit penerbangan. Perintah langsung Amerika, mungkin Gedung Putih. Siapa Meng Wanzhou? Mengapa berita ini menjadi penting hingga Gedung Putih sendiri yang memerintah?

Meng Wanzhou adalah putri dari Ren Zhengfei, 74. Taipan teknologi asal China, seorang pendiri Huawei yang melegenda. Untuk Ren, saya punya bukunya, saya baca dan saya kagum akan kerja keras Ren membangun Huawei.

Meng Wanzhou, 46 Putri dari pendiri Huawei, Ren Zhengfei. 

Meng, selain anak biologis juga merangkap sebagai Chief Financial Office (CFO) Huawei.  Ditangkap karena dugaan Huawei bekerjasama dengan Iran dalam memasarkan produknya.

Meng melawan, Ren melawan, Huawei melawan, China melawan. This is battle of Two Giants, yang tidak selevel, lebih baik mundur teratur. 

Dalam kesaksian Meng, yang berbisnis dengan Iran adalah Skycom, dimana dulu Huawei punya saham disana, namun menurut Meng, saat ini sudah tidak ada.

Amerika mana percaya? Bagi Amerika ini saatnya “berbicara” dengan China. Kebetulan, sang Tiran gaya baru, Trump akan bertemu dengan Xi Jinping, Presiden China, di Argentina.

Wajar Trump meradang, minggu lalu, Trump dibuat shock. Marry Barra, CEO General Motors nekat menutup pabriknya di Amerika, buset.

Tidak tanggung-tanggung, GM memindahkan pabriknya langsung ke jantung musuh, China. Alasannya logis, General Motors tidak kuat lagi menanggung bengkaknya harga besi baja akibat perang tarif ala Trump. Pajak untuk besi baja sebesar 25% dan 10% untuk alumunium.

Dasar Trump, dia tidak melunak, bahkan marah, dia masih ingin “memerintahkan” GM agar kembali membuka pabrik di Amerika.

Fyi, GM ini dedengkotnya Amerika, pionir otomotif dan jadi jantung otomotif dunia. GM inilah satu-satunya harapan Amerika untuk bisa bersaing dengan Toyota, Mercedez atau BMW. Kasta tinggi dalam sejarah.

So, memerintah? emang siapa elu Trump? Kira-kira gitu jawaban Barra.

Jadi di sisi General Motors, China mencetak 1 gol atas Amerika. So, Amerika tidak mau kecolongan lagi dari China. Mumpung ada kasus Huawei, China harus di hukum.

Tapi bukan Ren namanya jika menyerah. Ren Zhengfei adalah tipikal pekerja keras China pada umumnya, dan kecerdasan Amerika pada khususnya. Ren lahir dari keluarga guru pas-pasan, sempat hidup miskin dan menjadi tentara tanpa pangkat.

Keluar dari tentara, Ren mendirikan Huawei. Hal paling menonjol selama awal hidup Huawei adalah Ren sangat berani mengorbankan hartanya untuk biaya Riset & Development (R&D). Terutama dalam pengembangan switchboard, perangkat utama sistem telekomunikasi. Bahkan konon sampai cerai dari istri pertama.

Saat ini, Huawei bukan hanya unggul dalam switchboard, tapi juga ponsel itu sendiri. Penjualan di tahun 2012 mengalahkan Ericsson, Nokia, ZTE dan fenomenal di 2017 ketika mengalahkan Apple. Tinggal satu lagi, mengalahkan Samsung.

Teknologi lain pun Huawei menguasai, bahkan sudah mencapai 5G, 6G dan 7G. Lalu kenapa Huawei bisa terlibat dengan Iran?

Misal saya jual tempe, pusat di Jakarta, saya pasarkan ke seluruh negeri, tapi saya pernah punya saham di tukang telor yang jual telornya ke Medan, sedangkan Medan sedang di embargo oleh Jakarta. Apakah saya lantas menjadi tersangka karena jual tempe ke Medan? Sekilas ini konyol.

Tapi masuk akal jika mengacu ke aturan embargo Amerika, Iran memang di embargo, titik. Kesalahan Huawei adalah Skycom berbisnis komputer buatan Hewlett-Packard yang masih menggunakan processor Intel dan database Oracle yang keduanya memiliki paten di Amerika, meskipun rakitan China.

Bahkan Komputer tercepat di dunia (supercomputer) bernama Tianhe-2, yang di produksi China, masih menggunakan Intel Xeon sebagai inti arsitekturnya.

Tianhe-2 ini berkecepatan 33.86 petaflops. FLOPS kepanjangan dari Floating Points Operations per Second. Karena Peta maka artinya 33.86 x 10^15. Jika dasar kita tahunya Mega, maka China sudah memproduksi 1 Milyar Mega. 1 Milyar Megaflo per detik.

Intel adalah anak kesayangan Trump. Meskipun Trump bukan orangtua kesayangan Intel. Intel akan berdampak besar jika perang tarif terhadap chip dan semikonduktor di berlakukan. China adalah pasar terbesar Intel.

China sendiri, sudah mulai memasarkan prosesor terbarunya, Loogson (龙芯), FeiTeng (飞腾), bahkan Huawei sendiri dengan Kirin tadi. Di web versus.com bahkan terang-terangan mensandingkan Kirin dengan Intel, dengan judul: HiSilicon Kirin 960 vs Intel Core i5-3230M. Disitu Kirin menang telak.

Paham kan kenapa Amerika begitu takutnya dengan China?

Ah, kapan Indonesia membahas prosesor?   

About

Tukang Ngopi. “Kemampuan membaca itu sebuah rahmat. Kegemaran membaca; sebuah kebahagiaan.” ― Goenawan Mohamad Sila baca blog saya yang lain di http://srimayainvestment.blogspot.com

Tagged with: ,
Posted in Sosial

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Follow laptop paijo on WordPress.com

Jangan lupa masukkan email anda disini ya

Arsip Tulisan
KURUSETRA

and the Bharatayuda within

The Second Avenue

Indonesia Street Photography

Shoot New York City Blog

Photo Tours & Street Photography Workshops

John Wreford Photographer

Words and Pictures from the Middle East & Balkans

Cerita Motivasi - Kumpulan Kisah Inspirasi Terbaik

Kumpulan cerita motivasi, kisah inspiratif, cerita bijak, kisah teladan. Bisa dijadikan renungan agar kehidupan menjadi lebih baik.

Ruang Baca

saya tak memiliki apapun, tak juga surga, tak juga neraka

khsblog :-D

Tulis, Telas dan Tulus...

Daun Woka

Berlarilah Mengejar Mimpi namun jangan sekali-kali berlari terlalu jauh dari sejarah

GAYOTAKENGON

Budaya kopi...Kopi budaya... heal and real..

Lazione Budy

'Saoirse' is not a word, it's angel

Gorboman Running

Mengulas hobi secara jujur dari sudut pandang orang awam.

George Lakoff

George Lakoff has retired as Distinguished Professor of Cognitive Science and Linguistics at the University of California at Berkeley. He is now Director of the Center for the Neural Mind & Society (cnms.berkeley.edu).

Rottin' in Denmark

Is this gentleman bothering you?

Emanuel Setio Dewo

Mari berkarya

Omnduut

Melangkahkan kaki ke mana angin mengarahkan

ngalor ngidul ketemu kiblat

Berjumpa Hikmah dari Berbagai Arah (Sapi Betina 115)

leniaini blog

between thoughts and memories