Ngadio Dan Freeport

Suatu pagi saya berbincang dengan kawan di Surabaya, yang kebetulan sudah sepuh, umurnya sekitar 68 tahun. Namanya Ngadio.

Pak Ngadio sambil ditemani teh panas bercerita tentang lahan miliknya yang dipakai kawan lamanya, Marsudi untuk berjualan bebek bakar tanpa membayar sewa, bebek bakar ini cukup terkenal di Surabaya, tapi tak perlu saya sebut namanya.

Marsudi ini sudah sangat lama berjualan bebek bakar di lahan milik Ngadio, akibat Ngadio selalu ditekan oleh Istrinya, rupanya Marsudi ini adik Istrinya.

Lagipula Ngadio ini selalu bekerja di proyek, bisa lama tidak pulang kampung, sehingga asetnya terbengkalai.

Karena sudah tidak tahan, akhirnya Ngadio meng-ultimatum Istrinya agar urusan lahan itu kembali ke Ngadio, jika Marsudi ingin pakai, ya sewa. Rupanya selama ini Marsudi sewa, hanya dalam rupiah yang sangat kecil, bayarnya ke Istri Ngadio.

Oleh Ngadio, jumlah uang sewa ini sangat tidak masuk akal, masak cuma satu juta per bulan, padahal omzet Marsudi ini sudah ratusan juta per bulan.

Akhirnya Ngadio memberanikan diri bicara ke Marsudi, dia ingin asetnya tidak dipakai begitu saja, naikkan uang sewa 5x lipat atau angkat kaki. Tapi rupanya Marsudi ini pedagang yang lihai.

Dia menawarkan, kenapa tidak beli saja sekalian dagangan bebeknya, sekalian aset jualan bebeknya? Kita bagi hasil. Ngadio berpikir, boleh juga, asal 90% adalah miliknya. Marsudi enggan, dan belum di dapat titik temu.

Saya bertanya ke Ngadio, apa motivasi dia hingga ngotot begitu? Padahal dengan ongkang-ongkang kaki pun dia bisa dapat pemasukan. Alasannya adalah harga diri.

Menggunakan lapak orang lain dan mendapat keuntungan dengan retribusi minim itu adalah zholim. Dan mencoreng harga dirinya karena Marsudi menurut dia mulai seenaknya. Bahkan ingin membuat surat hibah lahan. Keterlaluan.

Ngadio membuat statement, dia akan berusaha, hak-nya adalah hak-nya.

Soal harga diri, di pagi yang lain, saya berdebat dengan kawan saya yang lain di Jakarta, soal Freeport.

Saya diberondong soal persentasi Rio Tinto dan Inalum, dan segala tetek bengeknya. Bukan saya tak tahu semua arti persentase itu, alterego saya adalah analis. Tapi ini soal lain.

Saya ceritakan perlahan cerita Ngadio ke teman saya, jika Ngadio saja punya harga diri untuk mengambil hak-nya, dengan tertatih-tatih bahkan mungkin akan berurusan dengan pengadilan.

Lha kita selama puluhan tahun hanya bisa menerima sebagian kecil dari emas kita di sana, kita menonton, yang lain sibuk demo, masih untung warga kita bisa jadi buruh disana.

Mana harga diri kita? Apa hanya sebatas demo? Dan ketika ada Ngadio-Ngadio lain yang ingin Freeport setidaknya kembali ke Indonesia, malah di bombardir dengan ke-sok-tahuan soal persentase saham.

Ya, teman saya yang pandai itu saya tunjuk sebagai orang yang sok tahu, ikut pembahasan Freeport saja tidak, cuma copas tulisan whatsapp grup.

Andaikan Freeport diperpanjang tanpa ada usaha seperti ini, apa yang akan anda katakan? Toh MOU perpanjangan di tandatangani oleh Presiden sebelumnya, dan sebelumnya lagi, tanpa pernah bernego gono-gini.

Wajahnya merah, tapi saya cuek, toh saya hanya ingin cerita Ngadio, bukan yang lain. Semangatnya, semangat untuk mengambil hak-nya.

Sebuah kisah tidak akan pernah sempurna, tidak pernah menyenangkan dan mengenyangkan semua pihak, tapi setidaknya Ngadio saat ini bisa membuka mata saya.

Ah, saya ingin ngeteh lagi bersamanya, tapi kali ini kopi.

Advertisements

Author: ryokusumo

Seorang part time blogger, part time engineer, part time runner dan full time ayah dari dua gadis yang wonderful. Salah satu penghuni pinggiran Banjir Kanal Timur, yang tertarik pada humanisme, sejarah, investasi dan politik. Anda bisa membaca blog saya yang lain di http://srimayainvestment.blogspot.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.