Mengapa Hoax Tidak Bisa Hilang?

Mengapa Hoax tidak bisa hilang, atau bahkan jika diberantas?

Hoax, atau berita bohong adalah Qadrat Allah di dunia ini. Berita bohong sudah ada sejak zaman Nabi Adam A.S bahkan ketika Adam masih berada di Surga.

Berita bohong di bawa oleh Iblis yang merayu Siti Hawa bahwa buah Khuldi adalah buah yang sungguh lezat, dan kata Iblis, karena buah Khuldi itulah Adam dan Hawa justru tidak bisa kekal di Surga. Hawa pun lanjut merayu Adam dan Adam pun tergoda.

Bukankah berita bohong Iblis ini adalah hoax berantai yang sungguh mempesona? Dari situlah, Adam dan Hawa ‘diturunkan’ ke bumi. Jadi manusia saat ini berada di bumi yang bulat (atau datar?) ini karena HOAX. Jadi hoax adalah hal yang melekat pada manusia.

Jadi sangat hoax-lah perkataan anggota DPR-RI dari fraksi PKS bahwa hoax bisa hilang jika pemerintah bekerja benar. Pemerintah bekerja dalam koridor memberantas akun-akun hoax, bukan hoax itu sendiri.

Contoh: Ibu-ibu di pasar lagi ngerumpi nih, terus si B ngegosip hoax nih, trus nyebar nih, trus si C posting di facebook nih..di share, trus nyebar lebih dahsyat..lha itu apa salah Pemerintah? Anggota DPR-RI yang ini pasti belum minum Es Kopi Susu.

Dan parahnya, hoax di masyarakat di prediksi akan semakin dahsyat. Bukan karena Pilpres lho ya, kamu itu jangan dikit-dikit dikaitkan sama Pilpres, stress nanti..

Lha, terus, kenapa?

Jawabannya adalah Attention Span masyarakat di dunia semakin rendah. Apa itu Attention Span?

Attention Span adalah jumlah waktu dimana manusia bisa berkonsentrasi penuh tanpa ter-distraksi atau teralihkan oleh hal lain.

Di era 90’an atau 2000an awal ketika majalah dan koran masih merajai media, attention span manusia terhadap satu berita rata-rata adalah 12 menit, berkurang menjadi 5 menit di tahun 2006 ketika facebook muncul, dan sekarang tinggal 8 detik!!

Ya kawan, waktu kita dapat berkonsentrasi penuh di satu berita rata-rata hanya 8 detik, bahkan ada yang 5 detik!!. Sumber.

Artinya, kita tidak punya waktu untuk berkonsentrasi, atau bahkan tabayun terhadap suatu berita. Channel TV dulu hanya 5, konsentrasi kita hanya di 5 itu saja. Sekarang ada 200 channel tv plus netflix, iflix, youtube, Amazon Prime, dll. Konsentrasi kita terpecah hanya untuk nonton tv.

Media cetak. Dulu, kita punya 2 koran; mainstream nya satu Kompas satu lagi Bisnis Indonesia. Sayang jika kita tidak tuntaskan membaca berita dari 2 koran itu yang kita sudah beli, dan beritanya memang dibuat per segmen, sehingga kita teratur di dalam membaca. Kita duduk, membaca, berpikir sambil ngopi. Sangat mbois.

Sekarang? Kita punya ribuan portal berita dengan berita yang berbeda-beda. Plus twitter dengan short article. Kita tergoda untuk selalu meloncat kesana kemari karena semua berita itu menarik. Dari situ, kita semakin lama semakin ‘terlatih’ untuk membaca cepat.

Andikan saja kita membuka webnews yang di share via twitter itu butuh waktu 1 menit, di rentang loading 1 menit itu tangan kita sudah loncat ke portal yang lain lagi, ke twit-twit lainnya lagi, berkomentar dan share twit yang kita suka, akhirnya tujuan awal kita membuka webnews pertama tadi hilang. Kita lupa tadi di awal mau ngapain.

Dalam waktu 8 detik, otak kita tak mampu untuk mencerna secara jelas apa yang kita baca. Paling minimal otak kita butuh waktu 2 menit untuk mencerna, mengolah dan memutuskan, apakah berita ini valid atau tidak. Bahkan sering berita koran kita baca ulang.

Nah, sekarang cuma 8 detik gaes! Semakin tertawalah Iblis di dunia ini..

untitled-infogr_6940802

Infografis by Ryo Kusumo

About

Tukang Ngopi. “Kemampuan membaca itu sebuah rahmat. Kegemaran membaca; sebuah kebahagiaan.” ― Goenawan Mohamad Sila baca blog saya yang lain di http://srimayainvestment.blogspot.com

Tagged with: ,
Posted in Humaniora
6 comments on “Mengapa Hoax Tidak Bisa Hilang?
  1. Nur Irawan says:

    akhirnya aku memutuskan untuk tidak baca dan tidak nonton tv sekalian, biar tidak kena HOAX
    wkwkwkw

    Liked by 1 person

  2. mysukmana says:

    Karena kadang org cm sekilas baca langsung share..
    Harusnya konsen teliti berita..n tabayun

    Like

  3. ZUHAIR AKBAR says:

    karena orang terlalu mudah tan simple dalam pengambilan keputusan, sehingga hasil yang diberikan merupakan berita hoax.

    Like

  4. ABDUL WAHID says:

    intinya kita harus fokus dalam mencari kebenaran
    dan tidak mudah untuk menyebarkan beritaa

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Follow laptop paijo on WordPress.com

Jangan lupa masukkan email anda disini ya

Arsip Tulisan
KURUSETRA

and the Bharatayuda within

The Second Avenue

Indonesia Street Photography

Shoot New York City Blog

Photo Tours & Street Photography Workshops

John Wreford Photographer

Words and Pictures from the Middle East & Balkans

Cerita Motivasi - Kumpulan Kisah Inspirasi Terbaik

Kumpulan cerita motivasi, kisah inspiratif, cerita bijak, kisah teladan. Bisa dijadikan renungan agar kehidupan menjadi lebih baik.

Ruang Baca

saya tak memiliki apapun, tak juga surga, tak juga neraka

khsblog :-D

Tulis, Telas dan Tulus...

Daun Woka

Berlarilah Mengejar Mimpi namun jangan sekali-kali berlari terlalu jauh dari sejarah

GAYOTAKENGON

Budaya kopi...Kopi budaya... heal and real..

Lazione Budy

'Saoirse' is not a word, it's angel

Gorboman Running

Mengulas hobi secara jujur dari sudut pandang orang awam.

George Lakoff

George Lakoff has retired as Distinguished Professor of Cognitive Science and Linguistics at the University of California at Berkeley. He is now Director of the Center for the Neural Mind & Society (cnms.berkeley.edu).

Rottin' in Denmark

Is this gentleman bothering you?

Emanuel Setio Dewo

Mari berkarya

Omnduut

Melangkahkan kaki ke mana angin mengarahkan

ngalor ngidul ketemu kiblat

Berjumpa Hikmah dari Berbagai Arah (Sapi Betina 115)

leniaini blog

between thoughts and memories