Ekonomi

Kesalahan Marketing Jaman Now

resize4

Saya bukanlah seorang ahli marketing yang valid untuk berkata ini, saya menuliskan ini selain karena masa vakum menulis saya usai (rindu berat..) juga termasuk salah satu warga yang gregetan karena nyaris setiap ke mall selalu di tawari brosur apartemen dengan nama yang sama..(you know lah ya..)

Bukan hanya dengan brosur yang selalu saya tolak, mata saya pun terganggu dengan banner segede gaban yang terbentang dari Jakarta, pulau Jawa, Bali, Kalimantan hingga Sulawesi (klo ada lagi, monggo ditambahkan..). Padahal ya ampun, apartemen itu adanya di Cikarang..

Artinya apa, sejak awal apartemen itu dibangun bukan..sekali lagi, BUKAN untuk memenuhi target kebutuhan primer manusia, tetap murni investasi.

Lha buat apa jauh-jauh ngiklan di Bali misal, memangnya orang Bali bakal beli di Cikarang untuk stay di Cikarang? Atau orang Sulawesi beli di Cikarang untuk masa tua nanti gitu? Ya enggak lah. Orang luar bakal beli di area yang jauh, jika:

  1. Niatnya investor property atau penghobi properti
  2. Daerahnya jelas punya prospek, lagi-lagi ini investasi
  3. Kelebihan duit, ujung-ujungnya ya invest..

Grup raksasa properti itu adalah ahlinya membuat strategi, mereka sangat paham bahwa kesuksesan kota-kota mandiri yang mereka ciptakan sebelumnya itu berawal dari perumahan, mereka menciptakan “kehidupan”. Jadi kenapa menggebu-gebu seperti itu untuk apartemen?

Saya sudah mengira sejak lama, bahwa strategi marketing yang terlalu agresif seperti ini targetnya adalah mengunci target penjualan secepat mungkin, mendapat dana segar. Marketing yang terlalu agresif selalu menimbulkan pertanyaan, ini bener gak sih…?

Karena saya merupakan analis saham serabutan, hal yang gini-gini justru memberi pertanyaan, jangan-jangan dana dari konsumen untuk menutup biaya hutangnya? Jangan-jangan modal proyek itu sendiri diatas total aset nya?

Ini yang saya maksud sebagai Kesalahan Marketing Jaman Now. Marketing dengan pendekatan tidak cerdas.

Orang jaman now lebih bertipe individual untuk hal-hal pokok (sandang, pangan, papan), kami sering bersosialisasi, namun lebih kepada leisure time, silaturahmi atau bisnis. Kami sangat risih jika di datangi marketing secara langsung, apalagi jika di berondong informasi yang kami tahu info itu dari mana-mana, gak perlu marketing itu cuap-cuap, jadinya berisik, apalagi sampai ngejar ke parkiran, menganggu. Sangat.

Tidak ada konsumen yang suka dengan pendekatan marketing model gitu, dengan iklan yang disebar dimana-mana sampai mengganggu mata. Iklan di Kompas pun demikian, dengan satu halaman penuh (bahkan dua) hanya berisi iklan itu saja. Kita tidak membayar koran untuk melihat iklan itu. So, lagi-lagi..Mengganggu.

Ketika orang bertujuan invest pun akan melihat; Pertama, prospek daerah tersebut, kedua, Infrastruktur dan ketiga, cara pemasaran. Dari awal, saya yang berniat invest pun sama sekali TIDAK TERTARIK.

Dan benar saja ketika grup properti raksasa mengumumkan pelepasan saham akibat dana yang dibutukan dalam pembangunannya melebihi total aset grup raksasa tersebut, yang terjadi adalah penurunan peringkat hutang, belum lagi kendala lahan yang belum beres. Nah..gimana nasib proyeknya? Ya jelas melambat atau bisa jadi malah di hentikan.

Marketing jaman now sudah harus dirubah, masyarakat ini cerdas. Marketing yang terlalu agresif ialah sinyal warning, marketing yang bikin sakit mata adalah sinyal bagi konsumen untuk hati-hati. Setiap ada ketidakwajaran, disitulah bermukim masalah.

*Untuk yang masih bertanya, yang disebut “itu” apa sih? Cek ini.. KLIK 

Advertisements

3 thoughts on “Kesalahan Marketing Jaman Now

  1. Klo mnrut analisa saya, Kawasan BSD City di Serpong lebih manusiawi pembangunan perumahannya ketimbang yang lain…

    Proyek Meikarta ini menurut saya kurang tepat, pemerintah Indonesia harus benar2 mengkaji lagi baik secara politik maupun perekonomian Indonesia kedepannya…..

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.