Nonton Pure Genius, Teknologi Rasa Humanis

Pilot

Sudah nonton serial film Pure Genius? Saya baru kemarin ketika di beritahu oleh sahabat bahwa ada serial film yang termasuk kategori “weekend-must-watch-movie” alias kudu di tonton di minggu ini, yaitu serial film Pure Genius.

Ceritanya tentang seorang milyuner berotak super jenius yang membangun sebuah Rumah Sakit extraordinary di kawasan Silicon Valley, menggabungkan medical treatment facilities dengan high technology startup hingga setara nano teknologi yang bisa membantu pengobatan manusia hingga di level yang nyaris tidak bisa lagi diambil tindakan.

James Bell (Augustus Prew) si orang super jenius itu, yang membangun Rumah Sakit super canggih di Silicon Valley yang diberi nama Bunker Hill. Selain karena Bunker Hill ini gratis, tanpa perlu kartu asuransi, plus teknologi super canggih yang di hadirkan, tapi juga dokter-dokter kelas wahid yang “nyaris” semuanya muda (under 40). Kecuali dokter Walter Wallace (Dermot Mulroney), seorang dokter bedah terbaik, bahkan termasuk 20 dokter bedah terbaik di dunia yang masih hidup, yang umurnya lebih dari 40 tahun.

Saya bukanlah penggemar drama dunia kedokteran ala-ala Grey Anatomy atau lainnya, dramanya nyaris sama, dan dari sini, drama Pure Genius pun mudah ketebak. James yang multi-milyuner, berotak jenius, over-modern, over-PD, over-reacting dan berdarah muda akan bertolak belakang dengan Dr Wallace yang konservatif.

Tapi yang menjadikan serial ini menjadi “mustwatch” justru konsep cerita, yaitu penggabungan sisi humanis tenaga medis kesehatan dengan teknologi yang tampaknya “out of beyond“.

Bunker Hill memiliki ruangan yang disebut command center, yaitu ruangan dengan layar lebar nan canggih yang bisa memunculkan data kesehatan animasi real time dari seluruh warga di suatu kota, selama warga tersebut memakai alat (semacam jam atau pin) di tangan atau kakinya.

Saya terkesan ketika seorang petugas medis terpantau memiliki gejala jantung karena secara tak sengaja mengantongi jam kesehatan milik seorang anak yang menolak untuk di pantau. Jam tersebut mendeteksi kelainan jantung sang petugas medis dan mengirimkan sinyal ke command center. Dokter di command center menerima respon dan segera menelpon ke petugas medis tersebut untuk dibawa ke Bunker Hill.

Hal lain yang membuat terkesan adalah bagaimana para dokter di Bunker Hill kebingungan atas penyakit hilang ingatan dan kedewasaaan dari seorang Sersan polisi. Di antara kebingunan, James yang punya sifat khas enterpreneur, nekat dengan ide memprogram ulang otak sang sersan polisi, wow..program ulang otak? Gila.

Seru banget ketika melihat ilustrasi bagaimana saraf-saraf otak bekerja live dan terhubung yang digambarkan dengan “petir”.

Dengan kecanggihan alat, pikiran dan daya ingat sang sersan akhirnya dapat dipulihkan, meskipun masih ada beberapa ingatan yang masih belum kembali dan pada akhirnya menggunakan cara-cara konservatif sebagai solusi, dan disinilah sisi humanis ditampilkan dengan cantik.

Jadi, ini good point dari film ini, secanggih apapun teknologi, yang namanya dunia kedokteran tetap membutuhkan sentuhan humanis dari manusia dan pertimbangan-pertimbangan logika yang tidak bisa didapat oleh kecanggihan alat.

Disini saya jadi membayangkan, jika teknologi seperti ini betul-betul diterapkan, kapan Indonesia bisa ikut memakainya? Jangan-jangan kita masih ribut soal BPJS? Ketika negara maju ramai-ramai memajukan konsep Rumah Sakit dengan pelayanan tercepat, jangan-jangan kita masih sibuk dengan konsep “pasien-bayar-dulu”.

Bagi yang suka dengan film konsep tech dan sci-fi harus mempertimbangkan film ini yang khusus diputar di iflix untuk masuk ke weekend list, konsep ceritanya keren dan banyak hal-hal yang tidak diduga.

Dan saya sih nonton film ini gratisan, dan kamu juga bisa, tinggal daftar pakai alamat google kamu atau facebook, done! Selamat nonton.

 

About

Tukang Ngopi. “Kemampuan membaca itu sebuah rahmat. Kegemaran membaca; sebuah kebahagiaan.” ― Goenawan Mohamad Sila baca blog saya yang lain di http://srimayainvestment.blogspot.com

Tagged with: ,
Posted in Film
2 comments on “Nonton Pure Genius, Teknologi Rasa Humanis
  1. Salam kenal,
    Ya ampun, aku suka banget sama film2 dunia kedokteran, gimana supaya bisa nonton ya? Kepo banget sama film ini!

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Follow laptop paijo on WordPress.com

Jangan lupa masukkan email anda disini ya

Arsip Tulisan
KURUSETRA

and the Bharatayuda within

The Second Avenue

Indonesia Street Photography

Shoot New York City Blog

Photo Tours & Street Photography Workshops

John Wreford Photographer

Words and Pictures from the Middle East & Balkans

Cerita Motivasi - Kumpulan Kisah Inspirasi Terbaik

Kumpulan cerita motivasi, kisah inspiratif, cerita bijak, kisah teladan. Bisa dijadikan renungan agar kehidupan menjadi lebih baik.

Ruang Baca

saya tak memiliki apapun, tak juga surga, tak juga neraka

khsblog :-D

Tulis, Telas dan Tulus...

Daun Woka

Berlarilah Mengejar Mimpi namun jangan sekali-kali berlari terlalu jauh dari sejarah

GAYOTAKENGON

Budaya kopi...Kopi budaya... heal and real..

Lazione Budy

'Saoirse' is not a word, it's angel

Gorboman Running

Mengulas hobi secara jujur dari sudut pandang orang awam.

George Lakoff

George Lakoff has retired as Distinguished Professor of Cognitive Science and Linguistics at the University of California at Berkeley. He is now Director of the Center for the Neural Mind & Society (cnms.berkeley.edu).

Rottin' in Denmark

Is this gentleman bothering you?

Emanuel Setio Dewo

Mari berkarya

Omnduut

Melangkahkan kaki ke mana angin mengarahkan

ngalor ngidul ketemu kiblat

Berjumpa Hikmah dari Berbagai Arah (Sapi Betina 115)

leniaini blog

between thoughts and memories