Belajar Membagi Sosial Media

sosmed

Kita tidak bisa hidup tanpa sosmed! Kata abege jaman now. Kata siapa? Dulu juga kita hidup tanpa sosmed dan hidup kita normal-normal aja, tahun 2000an juga kita masih hidup tanpa sosmed. Baru lima tahun ini saja kita heboh dengan sosmed kok. Jadi gak usah lebay dengan sosmed.

Kita sangat pro dengan sosial media, apalagi blogger. Tapi bagaimana kita menyaring segala informasi dari sosial media itu yang penting. Awal-awal bersosial media, terus terang saya kelimpungan, dari mulai instagram, twitter, facebook dan line semuanya bagus, semua seru. Bisa gila saya.

Untuk itu, saya mencoba melakukan pembagian sosmed ala saya.

Whatsapp

Ini sosial media yang paling usefull. WA saya gunakan hanya untuk bekerja, banyak file-file kerja yang bisa saya share ke grup atau pribadi dengan sangat cepat menggunakan web whatsapp via laptop atau PC, tinggal drag file ke layar WA orang tersebut dan..done!.

Belum lagi share foto2 yang berguna, utamanya foto aktifitas kerja lapangan yang harus dipantau setiap hari, dengan Whatsapp hal itu jadi lebih mudah. Saya membatasi keaktifan di grup WA hanya sebatas kerja dan rekan kuliah. Karena jika ikutan aktif di grup keluarga dll, akan lebih banyak sharing hoax daripada berita yang berguna, yang kayak gini mending saya left grup.

Blog

Ini termasuk sosial media juga lho, aktifitas blog adalah aktifitas menulis untuk tetap mengasah otak, jadi sosmed ini saya khususkan untuk berbagi pengalaman, tips dan keilmuan. Untuk segmen politik dan ekonomi, blog saya gunakan untuk berbagi opini pemikiran, bukan opini asal tulis, tendensius, provokatif atau copy paste.

Instagram

Ini sosial media kedua bagi saya. Fokus di instagram untuk aktifitas dengan foto yang bagus, eye catching dan non politik. Saya lebih fokus ke kuliner, keluarga, liburan dan olahraga. Di Instagram saya menemukan kedamaian, halah. Follow ya!

Twitter

Saya tidak aktif di twitter, twitter hanya untuk sharing update tulisan saya di blog, atau sekedar berkomentar tentang info terkini, terutama info lalu lintas via Elshinta atau Sonora. Dulu saya anggap twitter menarik, tapi semenjak lebih banyak pembicaraan politik dan agama disana, saya jadi membatasi. Selain karena harus menulis berkali-kali akibat terbatasnya huruf, malas.

Facebook

Bisa dibilang ini sosmed saya yang paling ramai, facebook saya gunakan dengan bebas, khususnya ekonomi, politik, dan agama. Facebook saya gunakan untuk nyinyir hal yang saya tidak suka, tentu dengan batasan UU ITE.

Di facebook saya menemukan kawan dan lawan, orang-orang yang terdeteksi pasal penghinaan dan pelanggaran UU ITE banyak yang saya laporkan. Facebook ladang siniisme, ladang penghancuran mental, bahkan menghancurkan orang itu dengan melaporkan langsung ke Divisi Humas Polri, beberapa di tangkap (tercyduk) dan sosmed mereka di blok permanen.

Saya sengaja membatasi pembaca wall facebook untuk kawan tertentu demi menghindari kesalahpahaman. Well, di facebooklah saya bisa kejam..hahaha.

Google + dan Line

Google Plus saya otomatis hanya sekedar media penyalur update tulisan. Dan Line sendiri saya hanya sekedar pantau karena disitu bercokol grup analisa fundamental saham ala Parahita yang mengasyikkan. Selebihnya saya matikan.

Jadi saya hanya menggunakan tujuh sosial media, dengan empat yang aktif. Selebihnya saya hanya silent reader atau bahkan non aktif, itu demi tetap terjaganya subjektifitas dan sinkronnya otak saya yang tidak seberapa besar ini.

 

About

Tukang Ngopi. “Kemampuan membaca itu sebuah rahmat. Kegemaran membaca; sebuah kebahagiaan.” ― Goenawan Mohamad Sila baca blog saya yang lain di http://srimayainvestment.blogspot.com

Posted in Ekonomi
11 comments on “Belajar Membagi Sosial Media
  1. Nur Irawan says:

    aku malah media sosial hanya aku gunakan untuk share artikel aja bang..
    cuma Whatsapp dan telegram yang biasanya aku gunakan karena berhubungan dengan kerjaan juga
    kalau blog, itukan udah jadi hobbi dan passion, 🙂

    Liked by 1 person

  2. daunwoka says:

    kita memang harus mengendalikan waktu bukan sebaliknya. saya sudah menonaktifkan akun FB, IG, Line, dan BBM saya. sekarang hanya aktif di twitter.untuk pantau informasikrn saya juga sudah empat tahun ini nda menonton TV di rumah. unk google+ hanya unk share tulisan saja. oh ya saya masih suka dengerin radio juga baik versi digital maupun konvensional.

    Liked by 1 person

    • ryokusumo says:

      Wah, klo seprti itu blm bisa nih, IG lumayan kadang dpat job dan endorse dr produk disitu, lumayan jdi paid blogger hehe, klo radio sy slalu dengarkan utk teman jalan dan informasi lalu lintas. Thanks mas

      Liked by 1 person

      • daunwoka says:

        mantap itu brarti bung bisa benar2 menggunakan medsos dengan benar sesuai kebutuhan. teknologi memang didesain unk memudahkan dan mencerahkan bukan unk membinasakan. salut sama bung. jika org2 cara pandangnya spt bung maka medsos akan jauh lebih bermanfaat unk makhluk sosial yang bernama manusia

        Like

  3. Saya paling aktif ya di blog dan facebook saja
    Kalo WA khusus kerja, Twitter hanya untuk sharing artikel dan chating dgn beberapa sahabat saja
    line saya tidak pakai lagi
    google plus khusus share artikel dan gabung komunitas2 blogger

    Like

  4. Ucig says:

    Line masih pakai buat satu komunitas yg aku ikutin. Facebook, pernah malas nyentuhnya. Tapi udah 3 tahunan balik lagi ke dia 😁

    Like

  5. […] adalah mengulang-ulang info bahwa micin itu jahat! Di ulang-ulang terus, di share jutaan umat di Whatsapp grup dan jadilah […]

    Like

  6. uton says:

    Kadang sampe lupa waktu mainin media sosial 😀kayaknya kecanduan 😦
    Dan bisa jadi pula nih jadi bahan tulisan ,karna udah lama ga nulis diblog nih

    Like

  7. ikhwanalim says:

    saya aktif di blog aja. tadinya sempat ogah-ogahan karena gak ada komunitas. untung sekarang sudah ada teman mainnya. jadi saling menyemangati.

    facebook. paling ramai. tapi bingung cara bikin status di sini. jadinya banyak baca doang. kalo ada yg jago banget nyinyirin politik, biasanya saya follow. facebook juga saya pakai utk jualan. cari traffic dari facebook ads.

    twitter, cuma kepakai utk share postingan blog.

    WA, makin malas pakai WA. karena semua bercokol di sini. terutama keluarga dan teman. untungnya di kantor pake hangout ala google.

    telegram. ok, karena banyak grup belajar bisnisnya. udah, itu doang. japri tetap lebih banyak via WA.

    instagram. dipakai untuk branding nya jualan kuliner.

    Like

  8. Raja Ngenet says:

    Facebook dan Twitter ku, isinya cuma share artikel blog gan,, hehe..

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Follow laptop paijo on WordPress.com

Jangan lupa masukkan email anda disini ya

Arsip Tulisan
KURUSETRA

and the Bharatayuda within

The Second Avenue

Indonesia Street Photography

Shoot New York City Blog

Photo Tours & Street Photography Workshops

John Wreford Photographer

Words and Pictures from the Middle East & Balkans

Cerita Motivasi - Kumpulan Kisah Inspirasi Terbaik

Kumpulan cerita motivasi, kisah inspiratif, cerita bijak, kisah teladan. Bisa dijadikan renungan agar kehidupan menjadi lebih baik.

Ruang Baca

saya tak memiliki apapun, tak juga surga, tak juga neraka

khsblog :-D

Tulis, Telas dan Tulus...

Daun Woka

Berlarilah Mengejar Mimpi namun jangan sekali-kali berlari terlalu jauh dari sejarah

GAYOTAKENGON

Budaya kopi...Kopi budaya... heal and real..

Lazione Budy

'Saoirse' is not a word, it's angel

Gorboman Running

Mengulas hobi secara jujur dari sudut pandang orang awam.

George Lakoff

George Lakoff has retired as Distinguished Professor of Cognitive Science and Linguistics at the University of California at Berkeley. He is now Director of the Center for the Neural Mind & Society (cnms.berkeley.edu).

Rottin' in Denmark

Is this gentleman bothering you?

Emanuel Setio Dewo

Mari berkarya

Omnduut

Melangkahkan kaki ke mana angin mengarahkan

ngalor ngidul ketemu kiblat

Berjumpa Hikmah dari Berbagai Arah (Sapi Betina 115)

leniaini blog

between thoughts and memories