Tipe-Tipe Tamu Kondangan Jaman Now

333

Menjelang akhir tahun ini lonjakan undangan pernikahan yang mampir ke meja kerja saya kok semakin hari semakin meningkat saja. Pertama, ini kabar baik, artinya persentase jomblo akan menurun. Kedua, ini merupakan indikasi membaiknya sektor ekonomi warga. Ketiga, bagi ibu-ibu syariah ini tentu kabar baik, karena arena perkimpoian haram akan jauh berkurang..eh yang terkahir ini gak juga ding, kalo yang nikah jomblo sih gapapa, tapi kalo non-jomblo yang menikah, apa gak rame?

Nah, sebagai warga masyarakat yang menjunjung tinggi hukum PPKn, wajib hukumnya untuk menghadiri setidaknya dua per tiga dari undangan yang mampir, dan dari sini sungguh menarik mengamati pola tingkah manusia ketika menghadiri kondangan. Bukankah Charles Darwin juga berangkat dari hal yang sama?

Tipe Oportunis

Tipe ini adalah tipe mayoritas tamu kondangan, persentasenya 67%. Tujuannya satu: Makan. Bagi mereka, kondangan adalah sebuah opportunity untuk mengenyangkan perut, enak, tanpa perlu bayar wah. Mereka jarang sekali antre di selasar menuju pelaminan, mereka akan senantiasa antre dibelakang piring pondok prasmanan.

Bahkan beberapa komunitas rela membentuk formasi sedemikian rupa sehingga ketika gong “silahkan makan” dari MC berbunyi, mereka dengan sigap menyergap, beringas, cekatan namun santun, tamu-tamu lain pun gelagapan, dikira sedang di sensus.

Tipe Priyayi

Ini adalah kebalikan dari yang atas, persentasenya 33%. Tipe ini selalu mendahulukan kepentingan pemilik hajat di atas segalanya, mereka tipe santun dan pastinya lulus penataran P4. Mereka akan terus antri di selasar pelaminan meskipun acara salaman masih diselingi oleh sambutan tiga kepala warga, keluarga, hulu balang, tari-tarian daerah dari dua mempelai, doa dan sambutan lagi.

Bagaimana kalo kehabisan lauk enak? Apa peduli mereka, foto bersama dan salaman dengan si punya hajat jauh lebih terhormat bagi mereka, memangnya kamu?

Tipe Gadget

Ini gak usah ditanya, dari awal pengantin masuk tipe ini sibuk untuk instastory atau snapchat, selingan antara pengantin duduk dan doa, tipe ini sibuk edit yang tadi diselingi selfie tentu saja. Pas doa, doi sibuk moto dengan caption “doa nikah, mudah2an cepet nular Ya Allah”.

Pas makan, moto, sebelum makan jangan lupa edit dulu dan well yeah!¬†posting di IG! Dan ketika mau makan…”lho mas, makanan saya mana??”…”Sudah saya ambil mbak, saya kira gak jadi dimakan”

Tipe Takut Istri

Ciri khas tipe ini adalah tempat mereka mengantre makan. Mereka akan selalu antre di lokasi paling strategis dekat Kambing Guling sambil lirak-lirik. Menurut polling Instastory, Kambing Guling adalah lauk kondangan yang paling pertama di cari. Meskipun persentasenya beda tipis dengan bebek peking, tapi nyaris di setiap kondangan, kambing guling adalah menu terfavorit, cepat habis.

Dan peserta antrean tentu adalah bapak-bapak, utamanya karena para bapak-bapak itu rawan bin rentan dengan yang namanya asam urat! Dan penyakit sableng itu berkorelasi erat dengan larangan istri yang sebetulnya khawatir dengan kesehatan, tapi di kategorikan oleh bapak-bapak sebagai UU ABAS (Undang-Undang Alam Bawah Sadar), bahwa kambing itu haram!

Sehingga kondangan adalah pelampiasan bapak-bapak itu untuk menyalurkan passion-nya dalam dunia per-kolestrolan. Kalaupun ada istri killer yang masih saja marah, para bapak-bapak nahas tadi pun masih bisa berkilah dengan alasan, “di ajak teman”.

Tipe SKSD

Yang kayak gini emang nyebelin, sok kenal dekat, tiba-tiba bersapa seakan sohib yang 20 tahun tak bertemu. Tipe yang seperti ini bisa anda temui nyaris disemua sudut gedung kondangan, bahkan di WC sekalipun.

Untuk yang masih jomblo, sasaran utama tentu saja para wanita muda nan cantik yang malam itu tampil mempesona, modusnya banyak, salah satunya “eh kamu kenal sama si Otong gak? Kayaknya kita pernah ketemu deh”..si SKSD bahkan pernah menunjuk saya yang entah kenal darimana sebagai temannya. Hanya untuk menunjukkan status bahwa kenalan dia banyak.

Terakhirnya tahu gak ngapain?…Pertama, pinjem duit. Kedua, MLM!

Tipe Ngirit

Tipe ini prinsipnya satu, irit seirit mungkin. Dari mulai berangkat kondangan, dimana maunya nebeng, apapun itu pokoknya nebeng bahkan kalo ada truk sampah yang searah pun bakal di tebengin. Sampai di tempat kondangan tipe ini sama dengan tipe pertama, pokoknya makan, pokoknya kenyang, bodo amat sama acara.

Dan terakhir, mereka sedia plastik sebelum lapar. Seperti beberapa tempat kondangan di Jawa Tengah, para tamu (ibu-ibu absolutely) di akhir acara cermat mengeluarkan bungkusan plastik bening yang siap menampung jatah dua kali makan, satu keluarga!

Tipe Anak Kos

Tipe ini paling gampang diliat, dari ujung sepatu hingga rambut ala Dave Grohl. Sepatu sneaker Convers, jeans terbaik yang masih menyisakan sedikit benang semrawut, kemeja kotak-kotak dengan daleman kaos hitam bertuliskan “Vespa”, dan wajah lugu dengan kaligrafi estetik yang berbunyi kira-kira: “aku lapar”.

Tipe Debat

Tipe ini paling nyebelin, biasanya didominasi orang tua. Saya pernah diajak ngobrol tetangga di kondangan, awalnya cuma ngobrol biasa tapi eh merembet ke perbincangan yang intinya menghina (bukan kritik ya..) ke pemerintah, sama seperti para ahli ekonomi jaman now. Kan mumet ndase inyong!

Di akhir saya cuma berbisik, “pak kalau mau debat-debat pake facebook aja pak, disana teman bapak buanyak, malah kalo bapak laris bisa dapat uang, mayan tho..”

Eh tapi saya tambahkan..”kalo bapak gak ditangkep”.

Advertisements

8 thoughts on “Tipe-Tipe Tamu Kondangan Jaman Now

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s