Review Bank Jateng Borobudur Marathon 2017 (3) – Race Day!

23845675_322684438209610_5531248238122614703_o

Bank Jateng Borobudur Marathon 2017, disingkat BJBM 2017, seperti overall -nya sudah saya review di tulisan pertama, adalah salah satu race yang menurut saya dan kawan-kawan, adalah race terbaik di Indonesia untuk tahun 2017. Bukan hanya karena steril dan rapinya race, tapi cheering masyarakat lokal yang luar biasa.

Saya merasakan kenyamanan race sejak race pack collection di Grand Artoz Hotel Magelang, tidak tampak ada penumpukan peserta pengambil race seperti yang terjadi di Bali Marathon lalu. Kedua, di hari H, runner sama sekali tidak terlihat ada kesulitan untuk memasuki lokasi race, dari bag drop hingga toilet cantik yang seperti di lokasi konser di Inggris. Pokoke nyaman!

Pelari sudah berkumpul sekitar pukul 4.30 pagi di Taman Lumbini, Kawasan Candi Borobudur untuk kategori full marathon. Setelah pembukaan oleh Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo dan Race Director Andreas Kansil, dan tentunya lantunan Indonesia Raya yang dinyanyikan oleh penyanyi Andien. Bendera start pun dikibarkan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahwori tepat pukul 5.00, sesuai schedule.

Suasana pagi di seputar candi Borobudur sungguh luar biasa, udara segar dengan sedikit embun dingin menemani start pagi itu ditambah latar belakang Bukit Menoreh yang memukau. Saya pun berlari santai nyaris jogging dengan pace di 7.00 min/km. Pace awal sesuai strategi, tidak ngoyo, jauh dari pace latihan di 6.30 – 5.00 min/km.

Menurut saya sih, rugi lari cepat-cepat di suasana segar nan syahdu di pagi itu, bagi pelari hobi seperti saya, lari sembari menghirup udara segar dan memanjakan mata dengan yang ijo-ijo adalah pilihan terbaik.

Kejutan muncul di kilo-kilo awal, ketika itu kami sudah mulai keluar dari komplek Candi Borobudur dan memasuki area terbuka, tiba-tiba di depan kami muncul sorak-soray dan juga tarian daerah yang menyambut kami, entah itu namanya tarian apa. Cekidot:

Banyak peserta berfoto atau mengambil video disini, karena perkiraan kami, tontonan seperti ini paling tidak banyak.

Ternyata kami salah, nyaris setiap kilometer atau setiap masuk desa kami disambut dengan luar biasa hiruk pikuk, sorak soray, tarian budaya, bahkan paduan suara anak sekolah dengan lagu penyebar semangat, dan musik dangdut di beberapa tempat. Sungguh istimewa.

Saking menikmatinya suasana, tak terasa kaki ini sudah menginjak di KM 12, tak terasa lelah sama sekali, mungkin karena satu jam sebelumnya saya sudah sarapan nasi goreng hotel plus kurma 5 biji atau karena memang suasana yang mendukung? Entahlah hehe..

Tapi ternyata, kebahagiaan “tak lelah” hanya sampai KM 16, setelah itu kami para runner harus menghadapi track yang naik turun seperti roller coaster, betul-betul biadab, lutut kanan saya mulai terasa nyeri padahal sudah memakai knee support. Hal seperti ini sebetulnya sudah diantisipasi tapi gak nyangka juga kalau tanjakannya seperti ini.

Untungnya tim medis panitia sigap, medic station hadir nyaris setiap 2 KM, KM 26 keatas saya ingat, saya mampir di setiap medic station untuk sekedar semprot ethil ataupun pijat analgesic balm. Lumayan untuk mengurangi rasa sakit. Sayang di beberapa pos saya tidak mendapat semprotan ethil karena habis.

Sekitar pukul 8.00 WIB (saya agak lupa) hujan mulai turun, awalnya rintik-rintik namun makin lama makin deras, membuat suasana lari menjadi adem, semilir dan tentu saja mengurangi kehausan pelari. Disamping juga membuat area lari yang sudah clear menjadi lebih clear, motor jauh lebih sepi dan masyarakat yang menonton banyak yang bubar.

Jujur saja, saya berlari ini targetnya adalah virgin marathon alias hanya finish di bawah COT, tak peduli berapa waktu yang dicapai. Sehingga saya berlari dengan sangat santai, pace konstan di angka 7 min/km tanpa ada gejolak.

Tapi ternyata pace konstan hanya bertahan hingga KM 25, lutut kanan saya kembali nyeri, saya mulai mampir ke medic station untuk meminta analgesic balm, takut-takut kalo justru kram dan DNF, saya gak mau ini terjadi. Dari sini pace saya anjlok, saya mulai banyak jalan, terutama ketika jalan menurun, kita harus berhati-hati karena beban lutut kita akan lebih berat di jalan turun daripada jalan datar.

Ketika memasuki KM 30an, kita mulai memasuki jalanan panjang di jalan raya, disitu ajaib, kaki saya terasa tidak sakit, saya mulai paksakan berlari di pace 7, saya berlari sekitar 5 km hingga kemudian jalur memasuki pedesaan kembali sehingga saya harus jalan-lari-jalan-lari lagi (tentu saja karena medan kembali naik turun).

Saya ingat ketika itu saya mulai menghitung, jika saya lari siput dengan pace di 8 min/km, maka dengan sisa jarak sekitar 10 km, maka waktu tempuh saya ada di 80 min hingga finish, dan jam menunjukkan saya sudah berlari selama 4 jam 20 min, artinya dengan jalan cepat pun target finish under COT (7 jam) pun masih tercapai.

Disini kepercayaan diri saya kembali pulih, dari pada ngotot berlari, lebih baik berlari namun sambil menikmati suasana keakraban kota Magelang yang meriah ini. Salah satunya adalah menerima suguhan pisang goreng dan teh panas bu Ngasemi yang ramah, oya dan juga kue nastar.

Pokoknya saya dan juga para pelari lain tidak kelaparan..haha. Sampai di KM 40, kami pun mulai masuk kembali ke kawasan candi Borobudur dimana waktu sudah menunjukkan pukul 5:38, 2.2 kilo lagi saya mencapai finish, dan ajaib di waktu itu, tenaga saya pulih seketika, apalagi melihat para fotografer berkumpul di jalur menjelang finish, saya pun memacu lari hingga pace 6.00 min/km dan akhirnya bisa finish di 5:50. Finish with smile!

Resolusi 2017 tercapai! Thanks BJBM 2017.

Dan Borobudur Marathon 2017 akan terus dikenang sebagai salah satu race Marathon terbaik di tahun 2017. #marilari.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s