Cerita Mudik #2 – Ngayogyakarta Hadiningrat

10

Jangan bilang Jogja kalau gak ada yang baru, dari mulai kuliner Jogja yang seabrek, termasuk kuliner latah ala om Dude Herlino dengan Jogja Scrummy-nya. Tapi juga kita membicarakan munculnya hiburan rakyat yang tak kalah hebring tumbuh di kota Jogja.

Di Jawa, hiburan rakyat lazim diadakan di seputaran alun-alun, pun begitu di Jogja. Tapi mungkin 5 tahun lalu, hiburan rakyat yang terkenal di Alun-Alun Jogja hanyalah pasar rakyat biasa; penjual mainan lampu lempar, foto bareng tentara keraton atau pertaruhan anak muda masuk ke sela-sela dua pohon beringin besar dengan mata tertutup, yang diyakini siapa yang berhasil masuk maka cita-citanya bakal tercapai.

Sekarang? Xoxoxo..jangan ditanya, lebaran kemarin Jogja seperti kota pelarian korban genosida, ramainya gak ketulungan dan salah satu hiburan rakyat yang paling di cari adalah odong-odong lampu Alun-alun Kidul.

Bukan odong-odong biasa, tapi ini adalah odong-odong yang menggabungkan unsur otomotif  dan kearifan lokal. Jika sebelumnya odong-odong hanya berkutat pada one train – one sit dengan tenaga mesin yang memutar segerombolan armada unyu-unyu yang disusun melingkar 360 derajat, maka odong-odong khas jogja ini menggunakan sistem one train multi sit, dimana odong-odong ini bisa dipakai satu keluarga, bahkan dua keluarga. Dengan tenaga manusia. Ya kaki alias gowes.

Unsur otomotif dipegang teguh di konsep odong-odong transgenik ini, setiap armada memiliki bentuk serupa mobil, dari mobil ukuran city car hingga SUV dan Caravan model VW Combi.

Tentu penggunaan disesuaikan dengan banyaknya anggota keluarga yang nebeng. Dan juga kekuatan kaki si sopir yang menggowes. Jika anda penggemar berat olahraga betis, odong-odong ini layak diperhitungkan.

8

Kami yang ndeso!

Lantas berapa harga satu kali putaran? Hari biasa, kata saudara saya harganya gak lebih dari 30 puluh ribu rupiah, tapi jangan ditanya kalau libur lebaran kemarin, kapitalisasi daerah berlaku disini. Gak tanggung-tanggung: 100 ribu rupiah per sekali putaran!! Semoga para tukang odong-odong ini cepat naik haji.

9

Suasana Alun-Alun Kidul dengan Odong-Odong Lampu, Silau meen!!

6

Gowes manual, plus laptop mini khusus memutar musik-musik kekinian, lagu anak-anak, Justin Bieber, Ed Sheeran sampai Bruno Mars ada disini

7

Tarik cooyyy…

Sudah jelas kan, semua lapisan masyarakat sudah mengerti namanya kapitalisasi, termasuk Jogja yang katanya “masih” merakyat, jadi jangan lagi bicara anti kapitalisme. Wong odong-odong saja sudah beraroma kapitalis kental kok.

Kapital kalau di kamus Gunung Kemukus artinya: Duwit.

Advertisements
About

Tukang Ngopi. “Kemampuan membaca itu sebuah rahmat. Kegemaran membaca; sebuah kebahagiaan.” ― Goenawan Mohamad Sila baca blog saya yang lain di http://srimayainvestment.blogspot.com

Tagged with: ,
Posted in Traveling

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Follow laptop paijo on WordPress.com

Jangan lupa masukkan email anda disini ya

Arsip Tulisan
KURUSETRA

and the Bharatayuda within

The Second Avenue

Indonesia Street Photography

Shoot New York City Blog

Photo Tours & Street Photography Workshops

John Wreford Photographer

Words and Pictures from the Middle East & Balkans

Cerita Motivasi - Kumpulan Kisah Inspirasi Terbaik

Kumpulan cerita motivasi, kisah inspiratif, cerita bijak, kisah teladan. Bisa dijadikan renungan agar kehidupan menjadi lebih baik.

Ruang Baca

saya tak memiliki apapun, tak juga surga, tak juga neraka

khsblog :-D

Tulis, Telas dan Tulus...

Daun Woka

Berlarilah Mengejar Mimpi namun jangan sekali-kali berlari terlalu jauh dari sejarah

GAYOTAKENGON

Budaya kopi...Kopi budaya... heal and real..

Lazione Budy

'Saoirse' is not a word, it's angel

Gorboman Running

Mengulas hobi secara jujur dari sudut pandang orang awam.

George Lakoff

George Lakoff has retired as Distinguished Professor of Cognitive Science and Linguistics at the University of California at Berkeley. He is now Director of the Center for the Neural Mind & Society (cnms.berkeley.edu).

Rottin' in Denmark

Is this gentleman bothering you?

Emanuel Setio Dewo

Mari berkarya

Omnduut

Melangkahkan kaki ke mana angin mengarahkan

ngalor ngidul ketemu kiblat

Berjumpa Hikmah dari Berbagai Arah (Sapi Betina 115)

leniaini blog

between thoughts and memories