Kisah Sahabat dan Domba Gemuk

Pada zaman dahulu tersebutlah seorang sahabat yang baik hatinya namun sangat lugu. Pada suatu hari sahabat tersebut berhasil mendapatkan hadiah seekor domba gemuk dari Bupati karena memenangkan sayembara, sahabat tersebut sangat senang menggendong domba tersebut kembali ke rumahnya.

Diperjalanan, sahabat yang baik hatinya tersebut bertemu dengan seorang kawan, dengan wajah cerah si sahabat memamerkan domba gemuknya.

sheperd

“Hey lihat lah domba gemuk ku ini, hadiah dari Bupati, kau pasti iri kan?..hehehe”

“Domba apanya wahai kawan ku yang lugu?, kau telah ditipu Bupati itu, lihatlah, kau membawa seekor anjing buduk” Ujar kawan tadi.

“Ah, kau, bilang saja kau iri..sudah lah aku ingin pulang dan memasak domba ini untuk makan malam” Balas si sahabat sambil berlalu menuju rumahnya.

Sampai di perempatan jalan, si sahabat bertemu lagi dengan tetangganya, si tetangga tiba-tiba berkata.

“Apa yang kau bawa itu kawan? Mengapa kau menggendong anjing, itu haram!”

Sahabat pun terkejut, dan membantah,

“Bukan, ini adalah domba pemberian Bupati, lihatlah bulu lebatnya ini”

“Ah, dasar mabok kau, percaya padaku, itu anjing, kau di bohongi” Ujar si tetangga sambil berlalu.

Sahabat pun bingung, dua orang sudah berkata hal yang sama. Jangan-jangan memang dia yang sedang mabuk. Ah, tapi dia merasa tidak meminum apapun tadi malam. Sambil bingung, sahabat tersebut melanjutkan perjalanan menuju rumahnya.

Hingga tinggal 10 langkah menuju rumahnya, sahabat tadi berpapasan dengan seorang tukang potong hewan. Dari jauh tukang hewan tersebut sudah menunjukkan wajah kaget, dan begitu berpapasan dia berteriak..

“Hey!! Untuk apa anjing buduk kau gendong seperti itu, ih aku saja jijik melihatnya, lihatlah itu anjing!”

“Hah, bukan! ini domba kawan, aku ingin memasa..”

“Domba dari mana? Kau gila ya, ah tentu kau sedang banyak pikiran, atau kau mabuk? Hey aku puluhan tahun bekerja dengan binatang, tak mungkin aku salah. Jelas kau sedang mabuk kawan ku yang baik”

“Aku hanya ingin mengingatkan, jika anjing itu kau masak, tentulah kau akan mendapat dosa, sudah ya, aku banyak urusan” Sambung si tukang potong hewan tadi sambil berlalu.

Mendapati tiga orang berkata bahwa binatang itu anjing, si sahabat mulai terasa sangat bimbang, dia pun berpikir.

“Ah mungkin saja aku memang mabuk, mana ada orang mabuk sadar bahwa dia mabuk dan ingat kapan ia minum? Tak mungkin seorang tukang potong hewan salah melihat hewan, apalagi antara domba dan anjing” Pikirnya.

Sang sahabat pun bingung dan melihat kembali domba yang digendongnya, domba..anjing…domba…anjing..dom…anjing, otaknya pun berputar dan akhirnya..

“Ya, tak mungkin tiga orang tadi mabuk semua, mereka tidak bersamaan dan aku bertemu di jalan..mungkin aku memang salah, bupati tadi yang menipuku”

Dengan lesu, dilepaslah domba tadi dari gendongannya, domba pun meloncat dengan lincah dan langsung berlari menjauh, masuk ke semak-semak dan menghilang dari pandangan si sahabat.

Sahabat pun berjalan lunglai ke rumahnya, sambil menahan emosi kepada sang Bupati yang dikira telah menipunya. Sampai dirumah si sahabat pun tertidur dengan perut lapar.

***

Dilain tempat,  tiga orang sedang tertidur kekenyangan di depan perapian, tepat di depannya tergantung tulang belulang domba gemuk yang habis di santap, domba bakar yang nikmat. Ketiga orang itu adalah si kawan, tetangga dan tukang potong hewan lengkap dengan pisau dagingnya..

***

Moral:

Kebohongan, konspirasi dan isu yang disampaikan berulang-ulang pada akhirnya menjadi kebenaran dan dipercaya. Begitulah cara hoax menyebar..dan menang..

“Sebarkan kebohongan berulang-ulang kepada publik. Kebohongan yang diulang-ulang, akan membuat publik menjadi percaya bahwa kebohongan tersebut adalah sebuah kebenaran.”

Joseph Goebbelz

Advertisements
About

Tukang Ngopi. “Kemampuan membaca itu sebuah rahmat. Kegemaran membaca; sebuah kebahagiaan.” ― Goenawan Mohamad Sila baca blog saya yang lain di http://srimayainvestment.blogspot.com

Tagged with:
Posted in Cerpen

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Follow laptop paijo on WordPress.com

Jangan lupa masukkan email anda disini ya

Arsip Tulisan
KURUSETRA

and the Bharatayuda within

The Second Avenue

Indonesia Street Photography

Shoot New York City Blog

Photo Tours & Street Photography Workshops

John Wreford Photographer

Words and Pictures from the Middle East & Balkans

Cerita Motivasi - Kumpulan Kisah Inspirasi Terbaik

Kumpulan cerita motivasi, kisah inspiratif, cerita bijak, kisah teladan. Bisa dijadikan renungan agar kehidupan menjadi lebih baik.

Ruang Baca

saya tak memiliki apapun, tak juga surga, tak juga neraka

khsblog :-D

Tulis, Telas dan Tulus...

Daun Woka

Berlarilah Mengejar Mimpi namun jangan sekali-kali berlari terlalu jauh dari sejarah

GAYOTAKENGON

Budaya kopi...Kopi budaya... heal and real..

Lazione Budy

'Saoirse' is not a word, it's angel

Gorboman Running

Mengulas hobi secara jujur dari sudut pandang orang awam.

George Lakoff

George Lakoff has retired as Distinguished Professor of Cognitive Science and Linguistics at the University of California at Berkeley. He is now Director of the Center for the Neural Mind & Society (cnms.berkeley.edu).

Rottin' in Denmark

Is this gentleman bothering you?

Emanuel Setio Dewo

Mari berkarya

Omnduut

Melangkahkan kaki ke mana angin mengarahkan

ngalor ngidul ketemu kiblat

Berjumpa Hikmah dari Berbagai Arah (Sapi Betina 115)

leniaini blog

between thoughts and memories