5 Makanan Asli Indonesia Yang Layak Dinobatkan Sebagai Warisan Dunia

Saya punya banyak cerita dengan berbagai kawan saya diluar negeri, terutama di Timur Tengah. Apalagi kalau bukan soal makanan. Beberapa kawan sekantor pernah saya bawakan mie goreng instant yang digoreng beneran (dioseng) plus nasi putih, kornet en telor ceplok, hasilnya? Satu bule Inggris melonjak kegirangan, norak. Satu India geleng-geleng kayak belum pernah makan enak, dan satu Egypt cuma bilang “MasyaAllah”.

Ya, Tuhan YME memang Maha adil seadil-adilnya, ketika dunia luar menulis Indonesia tentang radikalisme dimana masyarakat Indonesia sendiri masih gontok-gontokan soal hijab syari atau bukan, Allah SWT telah memberikan karunia yang besar bagi bangsa ini lewat makanan.

Bukan cuma rendang atau nasi goreng yang bikin kaum luar negeri itu bergoyang lidahnya, tapi masih buanyak. Dan tak berlebihan jika dinas pariwisata harus mendaftarkan makanan-makanan ini ke 100 Makanan Warisan Dunia.

1. Mie Instant Goreng (Di goreng beneran, campur kornet, telor dan nasi putih)

Mana ada didunia ini yang makan mie goreng pake nasi? Gak ada, hanya ada di Indonesia. Dan mungkin inilah satu-satunya makanan pemersatu bangsa. Pertama, coba tengok kalau ada bencana, mie instant duluan yang datang ke lokasi, lebih dulu dari tim rescue.

Kedua setelah rendang, inilah satu hal dimana bangsa ini bersatu. Ketika bubur ayam masih menyisakan perbedaan fundamental soal cara makan campur atau pisah dan soto ayam juga menyimpan benih konfrontasi yang krusial, apakah nasi campur atau nasi pisah. Tapi tidak demikian dengan mie goreng.

Mie instant goreng, meskipun menyisakan misteri kenapa judulnya “mie goreng” tapi cara masaknya tidak digoreng, tetap merupakan jawaban serumpun anak bangsa, bahwa dimasak apapun, mie instant goreng tetap uenak, apalagi di campur nasi.

thumb_600

Liat nih, gilak kan enaknya..?

2. Tahu Bulat

Mungkin Indonesia adalah salah satu negara yang punya challange yang sangat tinggi terhadap famous, beberapa tahun lalu kita menyaksikan Briptu Norman Kamaru namanya melambung tinggi bak ke langit, tapi hilang pula dalam sekejap, begitupun hal-hal lain. Indonesia adalah kuburan bagi “yang pengen ngetop tapi asal cepet”. Persaingan bisnis di Indonesia adalah yang terkeras di seluruh dunia.

Tapi, tahu bulat hingga saat ini masih menjadi pengecualian, meskipun namanya meroket dua tahun lalu, tapi ternyata tadi pagi saya masih melihat dua mobil (duua lho ya..) khas tahu bulat nongkrong di BKT (banjir kanal timur).

Tanpa merasa kehilangan pelanggan, tim tahu bulat seakan merasa mampu untuk menyaingi mars Perindo yang kian hari kian merasuk dalam kalbu anak-anak kecil. Tim tahu bulan seakan tetap gigih bersuara “Tahu bulat digoreng dadakan”

Kata-kata yang penuh inspirasi, menegaskan bahwa hanya tahu bulat yang enak dan bisa dikonsumsi dadakan, apakah tidak ada planning di tim tahu bulat untuk menggoreng tahu? Hanya Yang Maha Kuasa yang tahu.

Filosofinya, apapun yang dadakan, termasuk agama tidak akan bernilai jika tidak melalui kajian yang mumpuni, hanya belajar lewat fesbuk lalu pantas mengkafirkan orang lain, hey!

Dadakan hanya milik tahu bulat, calon warisan dunia.

3. Sosis Solo

Mungkin terdengar klasik dan kurang nyeni. Tapi bagi saya, sosis solo adalah panganan yang ngangeni, bikin rindu dan punya rasa historical yang otentik.

Saya senyum-senyum saja ketika sedang sarapan, hotel tempat saya menginap menyajikan sosis solo persis disamping sosis bratwurst ala Berlin. Sosis solo lengkap dengan bumbu kacang, acar dan cabe rawit sedangkan sosis Berlin hanya minimalis dengan saos botolan dan mayones. Miris, beda dengan sosis solo. Ini menandakan bahwa sosis solo lebih priyayi, lebih ngeraton, lebih dihargai.

Daging sosis solo dihormati, mereka punya pakaian kebesaran yaitu telor dadar yang digoreng dengan minyak panas sedemikian rupa dengan rempah dan garam hingga muncul sembrawut dipinggirannya, mengundang warga sekitar untuk mencicipi, sedangkan daging sosis bule malah gak pake baju.

Inilah bukti bahwa sosis solo layak menjadi warisan dunia.

sosis-solo-spesial-dan-nikmat

4. Seblak

Sebetulnya saya kurang suka, tapi apa daya ketika nyaris seisis rumah suka dan minta agar seblak masuk ke wilayah kuliner sakral ini, saya pun tak kuasa menolak. Tapi apa iya seblak memang layak masuk top of panganan Indonesia?

Seblak lahir dari daerah Sumpiuh, Jawa Tengah, meskipun akhirnya populer di Bandung, dan menjadi ciri khas panganan Bandung. Seblak terdiri dari olahan krupuk basah yang diolah bersama rempah, telor, mie, ayam atau daging sapi / kornet. Rempahnya campuran antara bawang merah, bawang putih, kencur, kunyit dan juga tentu saja cabe rawit. Rasanya segar dan pedasnya minta ampun (tergantung pesanan)

Yang membuat seblak legendaris tentu saja krupuknya, karena memakai krupuk berwarna yang mungkin cuma ada di Indonesia. Seblak di tengarai telah menaikan harkat dan martabat krupuk yang selama ini dianggap makanan pelengkap, tidak bergizi dan sering menjadi bahan bully bersama tempe. Sering politikus dadakan kita menyebut kita bangsa tempe (tempekers) atau bangsa krupuk (krupukers) yang identik dengan otak kosong.

Untuk itu bolehlah jika seblak menjadi nomor 4 panganan Indonesia yang seharusnya didaftarkan kedalam world heritage culinary. Seblak seharusnya bisa mengalahkan nachos di kompetisi kuliner dunia. Hidup seblak!

resep-seblak-mie

5. Cilok

Tak ada kata yang lebih pantas mengapa cilok masuk kedalam list selain “cobain sendiri!!” Sambil baca tulisan mengharukan ini:

Sebuah Filosofi Cilok Untuk Membangun Jakarta, dan ini

Beredar “Transkrip Asli”, Inilah Kenapa AADC2 Layak Di Bully

Advertisements

8 thoughts on “5 Makanan Asli Indonesia Yang Layak Dinobatkan Sebagai Warisan Dunia

  1. hahahah tahu bulan .. pas inget kenalnya pas ke bandung sebelum di Bondowoso booming saat ini sambil nawarin dengan suara eyeh leyeh ” Tahu bulat digoreng hangar .. enakk enakkkk”

    Like

  2. Pingback: 5 Makanan Asli Indonesia Yang Layak Dinobatkan Sebagai Warisan Dunia | Aneka Keripik Maicih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s