Negeri Yang Kaya Data

Sebulan lalu saya mendaftar half marathon di Kebun Raya Bogor pada bulan Mei nanti, apa yang saya lalukan saat ini? Tentunya berlatih. Lalu, darimana saya mendapat guide yang baik dalam berlatih lari? Apakah saya perlu sewa coach? Tidak. Saat ini semua bisa di setting dan di monitor menggunakan aplikasi lari. Apapun bisa, mau pakai Nike Plus, Edomondo atau apapun, sesuai selera anda.

Dari aplikasi, data statistik lari anda bisa dimonitor, direkap dan dibuatkan rekomendasi latihan yang cocok bagi anda. Aplikasi ini bahkan ada yang bisa sangat detail menggambarkan kondisi detak jantung dengan Heart Rate Monitor (HRM), tidak perlu anda cek up ke dokter ahli jantung untuk memastikan anda cukup olahraga atau tidak.

Hebat kan? Saat ini semua data bisa anda dapatkan secara rinci dengan segala aplikasi. Termasuk kegiatan ekonomi dan kemasyarakatan. Contohnya data BPS. Dulu, jaman SMP kami diharuskan membuat surat pemberitahuan dan permintaan izin untuk meminta data jumlah hasil laut sepanjang tahun 1988-1998. Ribetnya minta ampun. Sekarang? Anda tinggal klik http://www.bps.go.id, maka data yang anda cari tinggal donlot dan anda olah di excel. Astalavista!

datakemiskinanindonesia2

Sebegitu mudahnya sehingga data-data seorang politikus pun bisa dicek secara langsung, termasuk ide rumah dengan dp nol rupiah (atau nol persen? whatever..) yang baru-baru ini direvisi sendiri oleh yang bersangkutan bahwa karena pendapatan masyarakat yang di atas 3.5 juta itu sedikit, maka dp nol rupiah direvisi menjadi sewa rumah dan masyarakat harus menabung selama setahun untuk bisa membeli rumah.

Apa bedanya? Kalo ide revisi seperti itu ya anak saya juga tahu, kalo belum punya duit ya sewa dulu sambil nabung untuk dp rumah. Itulah kenapa saya menulis tentang DP nol persen bisa memicu kejadian bubble properti dan krisis keuangan akibat gagal bayar. Kenapa? Karena data-data statistik bisa anda dapatkan dengan mudah. Asal anda mau apa tidak untuk kritis.

Berapa populasi masyarakat yang bergaji 3.5 juta kebawah? Berapa rata-rata harga rumah di Jakarta? lantas bisa anda hitung berapa minimal cicilan yang bisa di terima dan berapa minimal penghasilan si pemohon kredit. Dan dari situ, anda bisa menyimpulkan, berapa potensi resiko gagal bayar yang akan dialami Bank???

That’s all about data, data and data..Dan saya yakin, para Bankir kekinian sudah belajar banyak dari Lehman Brothers, raksasa 150 tahun yang akhirnya ambruk, mati tak bergeming..

Advertisements

One thought on “Negeri Yang Kaya Data

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s