Mengapa Saya Mengidolakan Warren Buffet

warren-buffett-quote-on-value-definition

Ini sekaligus menjawab berbagai pertanyaan dari blog saya terdahulu yang membahas tentang saham sebagai investasi. Saham sebagai investasi ya, bukan main saham. Karena bagi saya, saham sesuai pengertiannya, adalah bukti sah kepemilikan seseorang /kelompok terhadap suatu badan usaha.

Pertanyaan tentang mengapa investasi saya berorientasi  kepada Warren Buffet? Kenapa bukan yang lain? Simple, karena Buffet memperlakukan saham sebagai sumber rejekinya, sebagai rumahnya dan sekaligus sebagai anaknya. Otomatis dia tidak memperlakukan sebuah saham sebagai mainan.

Ini sekaligus membentuk pola pikir saya terhadap apapun jenis investasi itu, kalau kita beli saham, obligasi atau apapun, anda adalah sang pemilik perusahaan itu, meskipun cuma seperak. Bayangkan jika anda ingin memiliki sebuah rumah, apa yang anda perhatikan? Tentu segala hal, dari mulai letak lokasi, apakah dekat dengan rel kereta api, bandara atau yang lain, lalu masterplan dari daerah rumah tersebut, dan yang terakhir, berapa nilai wajar rumah tersebut. Dari nilai wajar anda bisa memperkirakan berapa harga yang layak anda bayar.

Anda pun akan serius ketika ingin membeli sebuah gerobak mie ayam, karena anda akan berjualan dengan gerobak itu, anda gak mungkin main-main. Kebalikan jika anda sekedar “main gerobak”, mentang-mentang harga gerobak jatuh terus anda langsung sikat borong, tanpa tahu kegunaan gerobak itu nanti, cuma ikut-ikutan kalau harga gerobak nanti naik terus anda mau jual, kalo harga turun? Bukan cuma uang yang hilang, tenaga anda juga sia-sia.

Tapi ya sekali lagi, investasi itu tentang bagaimana profil resiko anda. Jika anda memang tipe pengambil untung/rugi secepat-cepatnya? Ya terima saja jika suatu waktu anda rugi besar. Tradinglah, dan siapkan mental sekuat-kuatnya. Jika profil resiko anda mengharuskan anda memahami apa yang akan dibeli, ya jangan sembarangan. Be calm and invest!

Dan saya sendiri adalah tipe yang harus mengerti tentang tiap sepeser yang akan dibelanjakan, cari duit susah sob! Investasi ya untuk jangka panjang, I must read and know well, saya harus belajar berhari-hari sebelum memutuskan, yak beli, atau yak jual. Urusan telat atau tidak sih bukan masalah, kalau memang cermat, pasti timing mengikuti.

Itulah kenapa saya berorientasi pada Warren Buffet, karena beliau tidak pernah menganggap uang itu gampang. Ya uang itu susah, harus dicari dengan berkeringat, kita bukan manusia yang lahir dengan segepok duit saham perusahaan tambang. Maka syukuri dan hargailah.

Advertisements

One thought on “Mengapa Saya Mengidolakan Warren Buffet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s