10 Lagu Indie Lokal Versi Saya

pandai-besi-cassette-store-day-2013-irockumentary-music-photography-00

Musik Indie itu seperti pinggiran roti pizza yang kadang tak dimakan, di acuhkan meskipun akhirnya dimakan juga karena sudah gak kebagian pizza intinya yang mengandung daging dan keju nan menawan. Ataupun justru seperti teman saya yang hobi makan pinggiran roti karena bosan sama dagingnya.

Itulah indie, terlewatkan oleh hingar bingar musik mainstream seperti NOAH ataupun lagu dadakan ala Kangen Band plus Cita Citata (Ya Allah, kenapa musik indonesia jadi begini?? -sb* ), tetapi seperti jengkol, musik Indie selalu ada di hati penggemarnya, karena warna musik, eksyen dan style yang ngindie banget. Kalo kata entah siapa, Indie itu bukan soal kelas, tapi soal rasa. Hayah, dengerin musik aja kok repot.

Bukannya sok-sokan mau hipster dan anti-mainsteram, tapi kadang-kadang memanjakan telinga tanpa bayar itu perlu. Yup inilah 10 lagu Indie pilihan saya, dan beberapa alasannya.

1. Lagu Rantau ( Sambat Omah) – Silampukau, 2015

Kenapa Lagi Rantau dari Silampukau saya taruh di posisi pertama? Simple, karena liriknya yang “guweh banget”. Jelek-jelek begini saya pun pernah (dan masih..) mengeluh karena hutang, tagihan dan dompet yang kembang kempis ketika merantau. Padahal cita-cita setinggi tangga jembatan busway di Sudirman, kurang apa coba?

2. Dialog Dini Hari – Tentang Rumahku, 2017

Musik yang sederhana, nyantai khas Indie, pokoknya Indie banget lah kalau dengerin ini. Salah satu liriknya yang saya suka..

“Tentang rumahku, Tak kan goyah walau badai mengamuk”

Hyperrealistik but i like it..ah..

3. Anjing Jalanan – Kelompok Penerbang Roket, 2015

Apalagi yang lebih menarik daripada kata-kata bangs*t yang ada di liriknya..ha ha ha..

4. Erika – Tigapagi

Tigapagi, bagi yang tahu band ini pasti sudah gak asing dengan campuran musik pentatonik sundanya yang dikolaborasi dengan aransemen chamber pop, tapi kalau ditelisik lebih jauh sebenarnya bukan hanya sunda, tapi juga sedikit aransemen gamelan jawa dan bali, hasilnya? Ciamik dengan nuansa mistik hehe..

Apalagi adanya kolaborasi dengan si cewek vokalis Ida Ayu Made Paramita Saraswati yang mengingatkan saya pada ciri khas vokal Dolores The Cranberries. You must hear!

*Oya, lirik-lirik di Tigapagi ini banyak yang berkaitan dengan orde baru lho..

5. Mokelé – Polka Wars, 2015

Kalau mau disebut hipster milenial ibukota, maka dengarkanlah Polka Wars, saya sendiri sebetulnya gak suka-suka amat kecuali mengingatkan saya sama Fleet Foxes di kecupuan karirnya. Dan Polka Wars is so much better.

6. Ada Disana – Danilla

Salah satu kenapa musik Indie disukai adalah kesantaiannya, enak didengerin sambil minum wedang jahe ataupun ngulek sambel. Suer. Dan Danilla mengkombinasikan itu semua, yang pasti dengerinnya sore-sore, mau hujan dan pacarmu batal jemput karena lagi bokek.

*Note: musik ini tidak direkomendasikan bagi para jomblo.

7. Pekerja – Bangkutaman

Saya pernah mendapat inspirasi dari seorang teman asal India di Qatar, saya bertanya mengapa dia selalu masuk kantor jam 6.30 pagi. Jawabannya asik banget. Gini..

“Saya lahir bukan dari keluarga kaya, saya bukan lahir dari negara kaya ataupun keturunan yang bisa bikin saya kaya, bukan. Kami di India tidak punya apapun selain semangat kami bekerja, hanya inilah yang bisa kami lakukan, maka kami akan selalu melakukannya dengan bersyukur dan semangat”.

Wow, ini sesuai banget dengan moto #KerjaKerjaKerja, kita bukan dari keluarga kaya, saya pun hanya bisa bekerja dengan baik, semangat dan penuh rasa syukur. Mari kita bekerja!

8. Homeless – Southguns

Siapa bilang Depok cuma si Ayu Ting Ting aja yang terkenal, anak Depok juga punya band yang ciamik, minimal jadi dewa penolong kota Depok dalam dunia persilatan musik Indonesia, itulah Southguns.

Band rock semi-punk yang sekilas mengingatkan saya dengan Killing Me Inside, terutama single Homeless-nya, sedap..nikmatin aja gaes, hidupmu gak serumit fanpagenya Jonru kok..

https://open.spotify.com/track/4GK05rOQJzZfKzqiplmlay

9. Worth It – Stars And Rabbit, 2015

Sebenernya ni lagu Indie yang paling gak lakik sih di top ten playlist Indie saya, hehe..tapi ya gimana lagi, ciri khas vokal Elda Suryani yang unik dan bikin gemes emang sayang banget untuk di lewatkan.

 

10. Hujan Jangan Marah – Pandai Besi

Akhirnya saya tega juga naroh Pandai Besi di posisi 10, bukan lantaran dari 9 lainnya Pandai Besi lebih jelek, tetapi justru nomor buncit ini adalah pamungkas. Jawara kadangkala munculnya belakangan, baik versi Holywood maupun Bolywood, ya kan?

Hampir semua lagunya saya suka, dan pusing banget milihnya, meskipun pas pertama dengerin (album Daur Baur) saya sudah keburu underestimate dengan band ini, ya karena mereka mengaransemen ulang lagu-lagu Efek Rumah Kaca, maklum karena Pandai Besi merupakan alter ego dari ERK (ya termasuk Cholid Mahmud sang vokalis).

Saya hampir (jarang banget..) ketemu band aransemen ulang yang bisa membawa efek emosi pada musiknya, kebanyakan hanya mentok di satu kata: bagus, udah.

Tapi ternyata Pandai Besi beda, coba dengarkan lagu pilihan saya ini, Hujan Jangan Marah, aransemen yang beda banget sama versinya ERK. lagu ini cukup di dengarkan sambil makan kuaci dan gak perlu status in relationship untuk bisa menikmati lagu ini, apalagi nyanyi bareng, gak!

Pokoke ciamik lah. Nonton video yang satu ini, sambil merem.

Lalu kenapa justru saya tidakan memasukkan musik-musik Indie kelas wahid semacam Burger Kill, Endah & Rhesa, Efek Rumah Kaca sendiri, ataupun Indie band yang lagi naik daun Payung Teduh? Jawaban saya panjang, dan jauh dari simple.

Karena Indie itu selera, dan terkenal itu nasib, jadi cukup saya milih yang Indie saja, sekalipun bliyo pernah manggung ciamik di acara Music Everywhere-nya NET.

Sekian.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s