Alasan Bangkitnya Ideologi Konservatif

cropped-cityscapes-indonesia-cities-skyline-jakarta-3100x1300-wallpaper-13.jpg

Tulisan ini sebagai bagian jawaban saya di Selasar.com.

Bangkitnya ideologi konservatif bsia dibagi menjadi dua bagian:

Pertama, ini tak lepas dari sejarah.

Ambil contoh di Inggris, kelas menengah kebawah adalah kelas yang paling banyak ambil bagian pada saat revolusi Industri yang menarik revolusi itu keseluruh dunia, yang mana sebelum itu mereka lah yang paling getol untuk meneriakkan “gold, gospel and glory” sebagai simbol Imperialis Eropa pada abad ke XIX, mereka teramat bangga menjadi The British, sang pionir.

Itupun terjadi pada Erdogan di Turki, dimana Turki yang dulunya sebagai pusat kebudayaan Islam, Turki sebagai simbol kemenangan Islam ketika Sultan Mehmet II, pemuda 21 tahun berhasil memimpin pasukan Turki menguasai Konstantinopel. Yang mana ini sejalan dengan hadist Nabi Muhammad SAW. Hal ini menjadi kebanggaan Turki yang menjadi latar belakang kenapa saat ini menginginkan Islam yang Ahlus Sunnah Wal Jamaah seperti Erdogan, tidak memiliki oposisi.

Para kelas menengah ini sadar, bahwa gerakan progresif dimana Eropa mulai mengendalikan Inggris dan juga Turki dimana negaranya dibagi dua sehingga budaya mereka pun tercampur antara Islam dan Non Islam ternyata tidak membawa perubahan yang signifikan, gerakan demokratis yang dianggap sebagai simbol modernitas ternyata tidak bisa membawa negara mereka kepada kebanggaan dan kejayaan seperti masa lalu.

Di Inggris, ketika Margareth Tatcher berkuasa pernah berkata. “….we believe in a free Europe, not a standardized Europe,” ujarnya. Sudah jelas, Inggris tidak mau diatur.

Selengkapnya https://ryokusumo.com/2016/06/24/dag-dig-dug-brexit-sejarah-dan-efeknya-pada-dunia/

Pun dengan USA, Di sini Trump merupakan hasil didikan konservatif tulen. Dalam sistem konservatif, ayah adalah segalanya, tumbuh dalam kedisplinan. Sisi konservatif mengambil budaya Amerika yang tembak langsung, sama seperti olahraga populernya: American Football ataupun filmnya yang selalu mengandalkan gaya Silvester Stallone. Jika kalah, dipastikan dia tidak akan populer.

Disini Trump didukung kaum konservatif yang merindukan hegemoni kulit putih dan Amerika asli, tanpa campuran. Trumph menginginkan ekonomi eksklusif untuk Amerika, pokoknya Amerika untuk Amerika, Trumph tidak peduli soal imigran, Trumph tidak peduli siapa yang akan mengais sampah kalau sudah tidak ada imigran disana.

Selengkapnya : Donald Trump dan Ahok, Dua “Kegilaan” yang Fenomenal

Kedua, ini tidak lepas dari “kebosanan” para kelas menengah yang (menjadi pilar utama negara) terhadap gerakan progresif yang booming pada 20 tahun terakhir ini. Ideologi progresif terbukti tidak membawa kejayaan bagi negara mereka.

Di Inggris, kenapa Inggris tergabung di Euro adalah karena keterpaksaan akibat perang dunia II, Euro dalam banyak hal tidak sejalan dengan kepentingan ekonomi Inggris. Inggris selalu berambisi menjadikan Poundsterling sebagai mata uang terkuat di dunia, terbukti Euro tidak memberikan keuntungan apapun terhadap Inggris.

Di Turki, pecahnya zona Islam dan Non Islam hanya menjadi bom waktu. Kaum menengah sadar bahwa Turki harus kembali ke awal, toh apa yang dilakukan sekarang tidak membuat Turki menjadi negara maju.

Dari sini, kaum konservatif pun bangkit, kaum progresif tidak bisa meyakinkan bahwa demokrasi menjadi jawaban untuk semua. Di USA, demokrasi tentang munculnya kulit berwarna menjadi pemimpin ternyata tidak menggembirakan kaum konservatif. Obama tetap punya musuh,

Di Indonesia sendiri? Era kejatuhan Soeharto, demokrasi begitu menggembirakan, tapi makin kesini, demokrasi yang diharapkan ternyata tidak juga membawa perubahan, justru korupsi semakin tampak ke permukaan, baru pada pemerintahan Joko Widodo ini saja aktifitas fisik infrastruktur menggeliat.

Tapi meskipun begitu, Indonesia tidak bisa dibilang kembali ke masa konservatif, karena saat ini Indonesia baru keluar dari masa konservatif dan baru menikmati alam demokrasi.

Start-up semakin berkembang, munculnya pengusaha semakin banyak, pola hidup life-good semakin digemari dan runtuhnya primordialisme, meskipun seimbang dengan irama konservatif yang mengejar karir dan berpedoman pada agama dan budaya. Indonesia masih bisa dibilang seimbang.

Tapi, gerakan konservatif sudah muncul ketika Pemilu 2014 lalu, dimana Prabowo meneriakkan skema dalam negeri, untuk negeri sendiri, konservatif nasionalis. Sedangkan Joko Widodo lebih realistis dengan menggandeng negara lain untuk berinvestasi di Indonesia, karena Indonesia sudah terlalu banyak hutang masa lalu padahal Infrastruktur harus digenjot. Dua-duanya sama-sama baik, tinggal ideologi mana yang lebih menarik rakyat.

Pertanyaan kemudian, mengapa gerakan konservatif ini muncul bersamaan?

Jawabannya adalah waktu, ideologi progresif pun munculnya nyaris bersamaan, sehingga apa yang dirasakan rakyat negara-negara tersebut pun nyaris bersamaan, apalagi terjadi gejolak politik global (munculnya ISIS, sentimen Korea Utara dan Selatan, gejolak Timur Tengah yang semakin membara, dsb) sehingga menjadi pemicu bangkitnya ideologi konservatif ini.

Ideologi pun seperti penyakit menular.

Advertisements

3 thoughts on “Alasan Bangkitnya Ideologi Konservatif

  1. Setiap ideologi selalu memiliki dampak positif dan negatif yang bergantung pula pada manusia-manusia yang mengeksekusinya. Kalau secara teori, semua hal nampak bisa diperbandingkan. Namun ketika dipraktekkan, hasilnya sering tidak sesuai dengan yang diharapkan.

    Like

  2. Perang ideologi akan selalu berulang. Tinggal bagaimana kita merespon dg tingkat kecanggihan kita untuk memenangkannya. Tapi sebagai bangsa kita mesti pegang nasionalisme meski terkadang absurd…

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s