Mengapa sebagian masyarakat Jakarta gemar melanggar rambu-rambu lalu lintas? Dan Apa Solusinya?

Pertama, karena pihak penegak hukum angin-anginan, kadang mobil/motor yang melanggar di depan ditilang, tapi yanng dibelakangnya tidak. Kadang ada, kadang tidak. Ya karena jumlah personil polantasnya yang kurang.

Kedua, karena mental pengguna jalan kita tidak terdidik secara permanen untuk menaati peraturan, ini ciri khas negara berkembang. Jika bisa shortcut, kenapa harus ribet pakai antri lampu merah, gitulah kira2.

Ketiga, harusnya solusinya apa? Sudah, jangan andalkan personil polantas, jumlah masyarakat kita itu saingannya cuma India dan China, mau polantas berapa orang? Solusinya adalah sistem otomatis.

Saya contohkan di Qatar, dimana disetiap sudut jalan/lampu merah terpasang alat pendeteksi otomatis pelanggar. Jika lampu sudah merah dan ada mobil/motor yang melintas, maka otomatis kendaraan tersebut akan direkam dan difoto nomor polisinya.

Polisi tinggal melacak no pol tsb dan melakukan pengecekan kedalam sistem. Setelah itu, akan dikirim surat tilang ke alamat/email/no tlp pemilik kendaraan. Tugas Polantas di lapangan tetap harus ada kehadiran fisik, terutama mengawasi para bikers yang tanpa helm.

Untuk sistem itu, perlu data yang terintegrasi. Untuk itulah e-ktp dan kemudian e-stnk menjadi diperlukan.

Semangat.

***

Ini merupakan jawaban saya pada Selasar.com, selengkapnya: https://www.selasar.com/question/6718/Mengapa-sebagian-masyarakat-Jakarta-gemar-melanggar-rambu-rambu-lalu-lintas

About

Tukang Ngopi. “Kemampuan membaca itu sebuah rahmat. Kegemaran membaca; sebuah kebahagiaan.” ― Goenawan Mohamad Sila baca blog saya yang lain di http://srimayainvestment.blogspot.com

Posted in Basa-Basi, Ekonomi, Humaniora
One comment on “Mengapa sebagian masyarakat Jakarta gemar melanggar rambu-rambu lalu lintas? Dan Apa Solusinya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Follow laptop paijo on WordPress.com

Jangan lupa masukkan email anda disini ya

Arsip Tulisan
KURUSETRA

and the Bharatayuda within

The Second Avenue

Indonesia Street Photography

Shoot New York City Blog

Photo Tours & Street Photography Workshops

John Wreford Photographer

Words and Pictures from the Middle East & Balkans

Cerita Motivasi - Kumpulan Kisah Inspirasi Terbaik

Kumpulan cerita motivasi, kisah inspiratif, cerita bijak, kisah teladan. Bisa dijadikan renungan agar kehidupan menjadi lebih baik.

Ruang Baca

saya tak memiliki apapun, tak juga surga, tak juga neraka

khsblog :-D

Tulis, Telas dan Tulus...

Daun Woka

Berlarilah Mengejar Mimpi namun jangan sekali-kali berlari terlalu jauh dari sejarah

GAYOTAKENGON

Budaya kopi...Kopi budaya... heal and real..

Lazione Budy

'Saoirse' is not a word, it's angel

Gorboman Running

Mengulas hobi secara jujur dari sudut pandang orang awam.

George Lakoff

George Lakoff has retired as Distinguished Professor of Cognitive Science and Linguistics at the University of California at Berkeley. He is now Director of the Center for the Neural Mind & Society (cnms.berkeley.edu).

Rottin' in Denmark

Is this gentleman bothering you?

Emanuel Setio Dewo

Mari berkarya

Omnduut

Melangkahkan kaki ke mana angin mengarahkan

ngalor ngidul ketemu kiblat

Berjumpa Hikmah dari Berbagai Arah (Sapi Betina 115)

leniaini blog

between thoughts and memories