Seberapa Cepat Kita Berevolusi?

kodak-ektra-phone

Apa yang paling menentukan dari sebuah evolusi?

Semua sepakat bahwa yang paling menentukan adalah ide, adaptability, ketekunan proses dan sustainability. Bagaimana iphone bisa menjadi pionir gadget minimalis dan full feature di era milenia, bagaimana China bisa berkembang menjadi produsen smartphone dengan hanya “nebeng” model, atau bagaimana Sony bisa survive dari hanya pembuat tivi berwarna dan elektronik pasaran.

Itu disisi telekomunikasi, disisi industri konstruksi, bagaimana kita melihat BUMN Wijaya Karya dan Adhi Karya bisa berevolusi ke dunia EPC tanpa meninggalkan core-nya di dunia industri sipil. Right, that’s we called evolution.

Jika kita hanya bicara proses evolusi, maka mata rantainya hanya empat hal diatas. Kalau hanya empat hal itu saja, Nokia pun berevolusi, Kodak pun berevolusi, kata siapa Nokia dan Kodak mati?

Nokia sudah mengembangkan smartphone Lumia yang berbasis Windows dan Nokia 6 yang berbasis Android di 2016. Kodak pun sudah berevolusi dengan mengembangkan kamera semi digital yang bahkan itu dilakukannya pada tahun 1986. Dan sekarang mengembangkan KODAK EKTRA smartphone di 2016 dan fokus pada pembuatan film di antaranya The Walking Dead dan La La Land.

kodak-ektra-phone

Kodak Ektra 35mm jadul yang di foto dengan Kodak Ektra Smartphone

Survive? Ya, mereka survive setidaknya hingga hari ini, tapi mereka harus mengubur impian untuk kembali menjadi leader. Nokia adalah leader tak terbantahkan di era 90 dan Kodak adalah raja fotografi di era 70/80. Tapi mereka terlena dengan kursi empuk singgasana, merasa kuat dengan perut yang gendut.

They are fat, they are too late to wake up. Mereka lambat, Kodak masih berasumsi bahwa format rol film masih menguntungkan, Kodak enggan mengakui Canon/Nikon/Sony yang hadir dengan format digital, bahkan pesaing abadinya, Fujifilm.

Disini ada hal penting yang kadang terlupakan, yang tidak ada (atau tidak terlihat) di dalam rantai proses, yaitu speed. Kecepatan.

Kecepatan dalam proses bisnis adalah sesuatu yang intangible, tidak nyata, sulit di ukur, kecepatan proses itu relatif, kecepatan proses bisa diukur jika ada pembanding. Dan Nokia/Kodak sadar, pesaing mereka sudah jauh mendahului mereka ketika mereka baru bangun tidur.

Inilah evolusi, bukan hanya soal ide, tapi seberapa cepat kita bisa mengabsorb perubahan, menemukan ide dan secepatnya bergerak. Lihat kasus bisnis Blue Bird versus transportasi online di Jakarta.

Termasuk di dalam pemerintahan, digital dan media sosial sudah harus bisa di aplikasi di dalam regulasi. Aplikasi Qlue dan sejenisnya yang dikembangkan, sebaiknya di bakukan menjadi satu template proses bisnis dan regulasi pemerintah, dan applicable dipakai di kota besar Indonesia. Mungkin akan menjadi next tulisan saya 🙂

20160624_023112_harianterbit_qlue_aplikasi

Contoh penggunaan Qlue, Jakarta Smart City

Inilah yang kami, generasi milenia akan kerjakan, bukan hanya berharap.

We are here, to catch the evolution

Advertisements

2 thoughts on “Seberapa Cepat Kita Berevolusi?

  1. Tulisan yang ciamik, brusan aku baca di timeline fb warung blogger hehe, mantap, jadi jakarta smart city sharusnya bukan wacana lagi bgitu kan?

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s