Tahun 2017, Tahun Turn Back Hoax

Tahun 2017, Tahun Turn Back Hoax

Tahun 2017 bagi saya adalah tahun TURN BACK HOAX. Membaca dari tulisan apik Permadi Arya di sosial media membuat saya terhenyak dan harus bergerak.

Tahun 2016 lalu bisa dibilang adalah tahun penuh tantangan di sosial media. Di tahun itu, segalam macam berita bebas lalu lalang tanpa ada filter, memang berita semacam itu sudah hadir mungkin sejak 2014, tapi paling hanya sebatas pada berita hoax kesehatan atau sekedar menjatuhkan wibawa Presiden yang bisa dengan cepat di counter. Tapi di 2016, hoax-hoax yang muncul sudah tidak lucu lagi, sudah kelewatan dan sudah berbahaya, berbahaya karena berita semacam itu bisa di share sampai ribuan orang.

Kenapa postingan HOAX dan hasutan SARA sering dishare sampai ribuan? karena kelompok seperti itu paham akan filosofi “kebohongan bila dilakukan secara massif, lama-lama akan dianggap kebenaran”(*).

Ketauhuilah berita-berita kebohongan yang dishare bukan merupakan berita yang asal tulis. Tidak. Berita hoax tersebut melalui proses konsep, pemasakan berita dan pematangan dalam sisi tulisan jurnalis, sehingga sangat meyakinkan dan bisa menimbulkan image yang sesuai dengan kemauan si pembuat berita. Itulah berita propaganda.

Kasus Equil, Sari Roti, Rush Money dan isu rasis terhadap mata uang baru adalah BUKTI suksesnya penerapan filosofi ini. Masyarakat dibuat percaya air mineral Equil adalah “miras”(*). Massa pun mampu digerakkan untuk boikot Sari Roti (*), padahal efeknya pun hoax. Market kapitalisasi (Market Cap) sebesar Nippon Indosari – pemilik Sari Roti – jelas tidak akan berubah jika dengan boikot yang efeknya hanya harian. Siapa yang berimbas? justru tukang roti harian yang sistemnya beli putus yang akan kena dampak langsung.

Nippon Indosari Corporindo sendiri sudah sangat kuat, sudah terdaftar di Bursa Efek, merk Sari Roti nya sangat menancap di masyarakat Indonesia, seperti Baygon, Blue Band ataupun Aqua. Cabangnya diseluruh Indonesia. Jadi, jika ingin membangkrutkan, buat perusahaan roti yang betul-betul besar dan bisa menyaingi sehingga masyarakat beralih, dan itu tidak dalam waktu harian tapi tahunan bahkan dekade.

Juga dengan  dirilisnya mata uang baru yang menampilkan pahlawan Papua, Frans Kaisiepo yang disebut oleh oknum sebagai antek komunis dan berafiliasi dengan China hanya karena beliau bermata sipit dan botak. Bahkan di sosial medi, masyarakat yang terprovokaso tak segan lagi memaki beliau dengan sebutan binatang. Alangkah kacaunya negeri ini.

Pun dengan himbauan HOAX rush money, yang dengan kasus sebesar BLBI pun Indonesia masih ada, hanya mega investor sekelas George Soros yang bisa menggetarkan Bank of England dengan sistem yang nyaris sama pada kasus “Black Wednesday” di 1992, itupun dengan ilmu yang sistematis, pengetahuan inflasi dan deflasi dan pengetahuan sistem moneter dunia yang tidak bisa anda pelajari hanya dari whatsapp grup atau status facebook . Anda tertarik melawan BI? Silahkan anda googling dulu dan membaca artikel berguna bagaimana Soros “menghancurkan” Bank of England.

Kalau anda masih mengikuti anjuran hoax tersebut, bisa dipastikan anda kurang jauh berkawan, kurang lama membaca dan jelas kurang ngopi.

Bahkan kasus pembunuhan Pulomas dikaitkan dengan isu komunis, jelas pembodohan publik yang massif. Apa yang terjadi dengan bangsaku? Mengapa semakin mudah berita didapat justu kebodohan yang bertambah?

Untuk itu, saya dan beberapa kawan mendapat sebuah informasi baik dari rekan di sosial media yang hadir dengan gerakan Turn Back Hoax nya, atau lawan balik berita hoax melalui sosial media. Tim anti hoax yang bukan hoax ini memperkenalkan situs Turn Back Hoax dimana kita sebagai masyarakat awam bisa ikut mengakses, menganalisa dan melaporkan berita-berita yang memiliki kecenderungan bohong ke situs ini.

Meskipun efek dari situs apik ini masih perlu di maksimalkan yaitu kerjasama dengan kepolisian dan usaha counter berita yang massif ke sosial media. Misalnya, jika muncul berita viral kebohongan publik, tim TBH harus secara cepat merespon dan memviralkan balik berita tersebut, juga melacak posisi si pembuat hoax tersebut dan melaporkan ke kepolisian. Jangan hanya silent dan menggantungkan diri dari laporan masyarakat.

So, what next?. Keburukan terjadi bukan karena banyaknya musuh, tapi karena banyaknya orang baik yang diam.

#SayNoToTerrorism #TurnBackHoax #TolakBeritaBohong

Karena HOAX adalah Terorisme Dunia Maya

(*) Permadi Arya – sumber: Sosial Media

Advertisements

4 thoughts on “Tahun 2017, Tahun Turn Back Hoax

  1. Pingback: 8 Peristiwa Penting di 2016 Yang Patut Kita Syukuri | Ryo Kusumo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s