Sosmed Mu, Nasib Mu..

skimming3-571c486f799373c5043a0a6bBelakangan ini kok rasanya semakin jelas saja bahwa teori “bersihkanlah hatimu dan lihatlah kebaikan orang lain”, hanya sekedar teori. Toh, tetap saja manusia akan lebih mengingat keburukan orang lain daripada kebaikannya.

Kasus seorang kawan di twitter yang menghina Gus Mus dengan kata-kata “ndasmu”, seakan mematikan pribadi seorang Pandu yang sebetulnya. Jika dilihat dari beberapa twitter dan sosmed lainnya, dia adalah orang yang baik. Masih bajingan saya mungkin.

SP3 di BUMN adalah kata lain dari mati karir. Bayangkan, kebaikan yang dia pupuk bertahun-tahun harus musnah dalam hitungan detik, akibat sosmed. Mudah sekali orang men-judge kan? 

Itulah mengapa saya tidak bosan-bosan mengingatkan bahwa nasib kita saat ini ditentukan oleh seujung jari jempol. Karena dasarnya memang keburukan kita, sekecil, secuil dan secepat apapun kejadiannya, akan menjadi memori sepanjang masa.

Contoh lainnya adalah Ahok, meskipun dengan prestasi yang menjulang yang saya rasakan sendiri untuk pembangunan Jakarta, beliau harus tengkurap, elektabilitas merosot, karena perkataannya yang tak lebih dari 2 menit di pulau seribu, diedit dan di share ke sosmed, yang tak lebih dari 5 detik.

Mungkin di masa mendatang Ahok bukan lagi dikenang sebagai gubernur yang membangun kawasan terpadu anak atau pelaksana bus Transjakarta yang progresif, tetapi akan dikenang sebagai target demonstrasi 411, dikenang sebagai gubernur yang kontroversial. Sayang sekali.

Itulah nasib. Nasib baik atau nasib buruk hanya dalam hitungan detik. Tentu kita tidak bisa mengontrol penilaian orang lain. Tugas kita adalah mengolah kebaikan kita, terus dan terus. Termasuk share berita di sosmed dan buat status.

Oya, untuk sosmed saya mendukung UU ITE, kita sudah kebablasan.

Atau karena memang kita yang hidup di alam hyper realitas?

Advertisements
About

Tukang Ngopi. “Kemampuan membaca itu sebuah rahmat. Kegemaran membaca; sebuah kebahagiaan.” ― Goenawan Mohamad Sila baca blog saya yang lain di http://srimayainvestment.blogspot.com

Posted in Humaniora
3 comments on “Sosmed Mu, Nasib Mu..
  1. Jatmiko Wardhana says:

    Wih, keren banget ini tulisannnya bang..salam

    Like

  2. […] Bahkan kasus pembunuhan Pulomas dikaitkan dengan isu komunis, jelas pembodohan publik yang massif. Apa yang terjadi dengan bangsaku? Mengapa semakin mudah berita didapat justu kebodohan yang bertambah? […]

    Like

  3. […] Tapi bagaimana kita menyaring segala informasi dari sosial media itu yang penting. Awal-awal bersosial media, terus terang saya kelimpungan, dari mulai instagram, twitter, facebook dan line semuanya bagus, […]

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Follow laptop paijo on WordPress.com

Jangan lupa masukkan email anda disini ya

Arsip Tulisan
KURUSETRA

and the Bharatayuda within

The Second Avenue

Indonesia Street Photography

Shoot New York City Blog

Photo Tours & Street Photography Workshops

John Wreford Photographer

Words and Pictures from the Middle East & Balkans

Cerita Motivasi - Kumpulan Kisah Inspirasi Terbaik

Kumpulan cerita motivasi, kisah inspiratif, cerita bijak, kisah teladan. Bisa dijadikan renungan agar kehidupan menjadi lebih baik.

Ruang Baca

saya tak memiliki apapun, tak juga surga, tak juga neraka

khsblog :-D

Tulis, Telas dan Tulus...

Daun Woka

Berlarilah Mengejar Mimpi namun jangan sekali-kali berlari terlalu jauh dari sejarah

GAYOTAKENGON

Budaya kopi...Kopi budaya... heal and real..

Lazione Budy

'Saoirse' is not a word, it's angel

Gorboman Running

Mengulas hobi secara jujur dari sudut pandang orang awam.

George Lakoff

George Lakoff has retired as Distinguished Professor of Cognitive Science and Linguistics at the University of California at Berkeley. He is now Director of the Center for the Neural Mind & Society (cnms.berkeley.edu).

Rottin' in Denmark

Is this gentleman bothering you?

Emanuel Setio Dewo

Mari berkarya

Omnduut

Melangkahkan kaki ke mana angin mengarahkan

ngalor ngidul ketemu kiblat

Berjumpa Hikmah dari Berbagai Arah (Sapi Betina 115)

leniaini blog

between thoughts and memories