Rush..Rush..Wong Cilik, Rush!

Sudah lama saya tidak ngeblog, bukan apa-apa, hanya sepertinya semua hal overloaded pada kondisi politik di Indonesia, wait and see saya rasa jadi pilihan terbaik saat ini.

Tapi di pagi tadi saya ngobrol dengan seorang office boy yang “tumben” agak canggih, dan sepertinya perlu sekali saya tulis di sini sekedar untuk memberi pesan “OB saja bisa bersumbu panjang”.

Seperti biasa, pagi itu kita sedang nongkrong ganteng di pantry..

OB: Pak, mosok sih pak kemarin saya ujug-ujug di ajak konco saya yang di kosan, diajak yang gak bener, jelas gak bener ini pak, kacau.

Saya: Di ajak apa tho, bento? Kok semrawut.

OB: Itu pak, saya di ajak konco saya untuk narik uang dari bank, katanya untuk perjuangan membela agama, supaya bank itu rus (rush) gitu pak, rus! Lho mosok pembelaan agama musti narik uang tho pak? kan ya musti gak bener tho ya, pak?

Saya: Kok pusing, emang kamu punya uang?

OB: Weelaa bapak ini, gini-gini ya punya pak, bukan dari gaji lho, tapi kan juga dari sawah saya di kampung pak, untuk haji nanti.

Saya: Weh jos, bener tho? Itu baru masalah namanya, terus menurut mu bagaimana?

OB: Ya saya ndak mau pak, kata temen saya itu, kita narik uang semua dari bank supaya rus, ekonomi kacau, morat marit gitu pak, supaya nanti bisa ganti Presiden. Ya saya jawab, kalau mau berjuang ya silahkan tapi kalau mau bikin Indonesia ambruk, morat marit, tidak akan!

Saya: Terus?

OB: Lha kan bapak tau sendiri, tahun ’98 itu gimana sengsaranya kita, nikah sampek batal lho pak karena saya di PHK, lha apa mau kayak gitu lagi?

Nyeruput kopi..

OB: Ekonomi morat marit, kan yang sengsara kita2 ini tho pak, ndak bakal jauh dari kami pak. Apa mereka ndak mikir kesana ya pak?

Saya: Mungkin memang sengaja, ya politik ya gitu tho tok.

OB: Ndak bisa pak, beda. Kalo ini mereka konyol, beda sama ’98 sewaktu ada krismon itu, itu kan memang susah ekonomi pak, krisis. Lha klo sekarang ya enggak tho pak. Mereka memang sengaja mau ngancurin ekonomi kita, kan gak bener ini pak.

Kagum juga saya, OB pun kalau sudah bicara ekonomi tak kalah dengan Sri Mulyani. Tapi sebagai pemilik tanggung jawab mencerdaskan bangsa, termasuk bangsa OB dan sekitarnya, pantang untuk tidak mengajukan pertanyaan lagi.

Saya: Kamu liat darimana kok bilang sekarang gak krisis lho?

OB: Ya merasakan tho pak, anak saya masih sekolah adem ayem, tentrem di Mbantul, saya sendiri masih alhamdulillah bekerja aman, bos muka ceria, paling pusing proyek, bukan pusing krisis, makan siang masih gratis, apa bukan nikmat dunia pak?

OB: Cukuplah untuk mikir harga cabe dan bawang, itu sudah pol-polan.

Nyeruput kopi lagi..

Saya: Ah sok tahu kamu.

OB: Eh lhadalah bapak ini, apa bapak ngerasa krisis tho pak?

Saya: Hehe, ya terus mau mu gimana sama konco mu itu.

OB: Saya ceramah malam itu juga pak, gini-gini saya kan alumni Jombang. Kalo ekonomi kita hancur lagi, anakmu sekarang sudah gak sekolah lagi, apa kamu mau? Terserah kalo kamu mau demo, tapi kalo sampe ngancem ekonomi, saya ora terima. Saya pernah merasa di zaman itu, dan jangan sampe mbalik lagi, dasar wong edan!

Saya: Lho, kok malah emosi lho.

OB: Yo jelas pak, siapa yang ndak emosi klo negara kita sampe kenapa-napa, demi kemauan mereka sendiri. Naudzubilaah.. sing lumet yo krocok kula niki (yang hancur ya kroco kaya saya ini)..duh Gusti..

Saya: Duit kita itu gak seberapa kalo mau ditarik juga, tapi niatnya itu yang ndak bener tok.

OB: Nah, bener pak, ah akhirnya sampenyan dukung saya juga. Eh betewe pak, rus itu opo tho pak?

Saya: Rus?

OB: Iya pak, rus..rus uang rus uang itu lho, pak.

Saya: Rus..Rusak!

OB: Lho opone pak sing rusak?

Saya: Lambe mu!

Dan entah kenapa, kopi ini berasa lebih pahit saja.

Advertisements
About

Tukang Ngopi. “Kemampuan membaca itu sebuah rahmat. Kegemaran membaca; sebuah kebahagiaan.” ― Goenawan Mohamad Sila baca blog saya yang lain di http://srimayainvestment.blogspot.com

Tagged with:
Posted in Humaniora
8 comments on “Rush..Rush..Wong Cilik, Rush!
  1. Ary Nugroho says:

    Rus..rusaaakk hahaha, seru tulisannya, sedap

    Like

  2. Pambudi says:

    OB nya pintar sekali mas, cocok untuk S2 sama saya hehe

    Like

  3. Nitisabdo says:

    Begitulah kalau orang tidak mau berubah, klo dulu 98 tidak ada demo, presidennya ya bambang tri atau malah Tomi..

    Like

  4. Hendra Cu says:

    Ob nya luar biasa mas,mari kita kawal NKRI!

    Like

  5. seputarpesantren says:

    Ternyata ada yang takut diturunkan juga ya…

    Like

  6. […] dengan himbauan HOAX rush money, yang dengan kasus sebesar BLBI pun Indonesia masih ada, hanya mega investor sekelas George Soros […]

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Follow laptop paijo on WordPress.com

Jangan lupa masukkan email anda disini ya

Arsip Tulisan
KURUSETRA

and the Bharatayuda within

The Second Avenue

Indonesia Street Photography

Shoot New York City Blog

Photo Tours & Street Photography Workshops

John Wreford Photographer

Words and Pictures from the Middle East & Balkans

Cerita Motivasi - Kumpulan Kisah Inspirasi Terbaik

Kumpulan cerita motivasi, kisah inspiratif, cerita bijak, kisah teladan. Bisa dijadikan renungan agar kehidupan menjadi lebih baik.

Ruang Baca

saya tak memiliki apapun, tak juga surga, tak juga neraka

khsblog :-D

Tulis, Telas dan Tulus...

Daun Woka

Berlarilah Mengejar Mimpi namun jangan sekali-kali berlari terlalu jauh dari sejarah

GAYOTAKENGON

Budaya kopi...Kopi budaya... heal and real..

Lazione Budy

'Saoirse' is not a word, it's angel

Gorboman Running

Mengulas hobi secara jujur dari sudut pandang orang awam.

George Lakoff

George Lakoff has retired as Distinguished Professor of Cognitive Science and Linguistics at the University of California at Berkeley. He is now Director of the Center for the Neural Mind & Society (cnms.berkeley.edu).

Rottin' in Denmark

Is this gentleman bothering you?

Emanuel Setio Dewo

Mari berkarya

Omnduut

Melangkahkan kaki ke mana angin mengarahkan

ngalor ngidul ketemu kiblat

Berjumpa Hikmah dari Berbagai Arah (Sapi Betina 115)

leniaini blog

between thoughts and memories