Negeri Yang Terlalu Indah

Saya kutip dari facebook positif seorang Maman Suherman di pagi ini:

Seorang cucu lelaki yang pemarah mendamprat kakeknya dengan kata-kata kasar. Sang Kakek hanya terdiam, mendengarkannya dengan sabar, tenang dan tidak berkata sepatah pun.

Akhirnya cucu lelaki itu berhenti memaki. Setelah amarah sang cucu mereda, kakek bertanya kepadanya,

“Jika seseorang memberimu sesuatu tapi kamu tidak menerimanya, lalu menjadi milik siapakah pemberian itu?”

“Tentu saja menjadi milik si pemberi” jawab cucunya itu.

“Begitu pula dengan kata-kata kasarmu,” tukas sang kakek. ”Aku tidak mau menerima kata-katamu tadi, maka kata-kata itu kembali jadi milikmu. Kau harus menyimpannya sendiri.”

“Aku khawatir kalau nanti kau harus menanggung akibatnya, karena kata-kata kasar hanya akan membuahkan penderitaan. Sama seperti orang yang ingin mengotori langit dengan meludahinya. Ludahnya hanya akan jatuh mengotori wajahnya sendiri.”

Sang kakek melanjutkan nasihatnya:

“Bila engkau tak mungkin memberi, jangan mengambil;

“Bila engkau terlalu sulit mengasihi, jangan membenci;

“Bila engkau tak bisa menghibur orang lain, jangan membuatnya sedih;

“Bila engkau tak bisa memuji, jangan menghujat;

“Bila engkau tak bisa menghargai, jangan menghina;

“Bila engkau tak suka bersahabat, jangab bermusuhan.”

Di pagi yang embunnya belum lagi pergi, aku mengetuk pintu hatiku sendiri:
Jangan ber-“sumbu pendek”!

Negeri ini terlalu indah untuk dirusak oleh amuk dan amarah!

Advertisements
About

Tukang Ngopi. “Kemampuan membaca itu sebuah rahmat. Kegemaran membaca; sebuah kebahagiaan.” ― Goenawan Mohamad Sila baca blog saya yang lain di http://srimayainvestment.blogspot.com

Posted in Humaniora
One comment on “Negeri Yang Terlalu Indah
  1. Pradipto says:

    Luar biasa, ini dari kang maman ya mas, mengingatkan kita..salam-pradipto

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Follow laptop paijo on WordPress.com

Jangan lupa masukkan email anda disini ya

Arsip Tulisan
KURUSETRA

and the Bharatayuda within

The Second Avenue

Indonesia Street Photography

Shoot New York City Blog

Photo Tours & Street Photography Workshops

John Wreford Photographer

Words and Pictures from the Middle East & Balkans

Cerita Motivasi - Kumpulan Kisah Inspirasi Terbaik

Kumpulan cerita motivasi, kisah inspiratif, cerita bijak, kisah teladan. Bisa dijadikan renungan agar kehidupan menjadi lebih baik.

Ruang Baca

saya tak memiliki apapun, tak juga surga, tak juga neraka

khsblog :-D

Tulis, Telas dan Tulus...

Daun Woka

Berlarilah Mengejar Mimpi namun jangan sekali-kali berlari terlalu jauh dari sejarah

GAYOTAKENGON

Budaya kopi...Kopi budaya... heal and real..

Lazione Budy

'Saoirse' is not a word, it's angel

Gorboman Running

Mengulas hobi secara jujur dari sudut pandang orang awam.

George Lakoff

George Lakoff has retired as Distinguished Professor of Cognitive Science and Linguistics at the University of California at Berkeley. He is now Director of the Center for the Neural Mind & Society (cnms.berkeley.edu).

Rottin' in Denmark

Is this gentleman bothering you?

Emanuel Setio Dewo

Mari berkarya

Omnduut

Melangkahkan kaki ke mana angin mengarahkan

ngalor ngidul ketemu kiblat

Berjumpa Hikmah dari Berbagai Arah (Sapi Betina 115)

leniaini blog

between thoughts and memories