Lima Strategi Ampuh Menghadapi Timeline Sosmed yang Mengganggu

1443491936733

Di timeline sosmed saya, terutama fesbuk banyak beredar nada-nada kekecewaan para kawan akibat timeline sosmednya dipenuhi oleh status yang bertema soal politik dan lebih jauh lagi, soal agama.

Soal agama ini memang pelik, bahkan salah satu kawan menulis statusnya begini;

..Selama ini saya tidak pernah terusik dengan status apapun, siapa mau mendukung siapa kek itu HAK BEBAS..tapi kalau ada yang menulis soal AGAMA ORANG LAIN dgn SOK BIJAK dan SOK BENAR, padahal isinya menjelek-jelekan AGAMA…SAYA TERUSIK..padahal agama adalah hal paling prinsipil dari setiap Individu..dst

Saya setuju, 1000% setuju. Apa yang ditulis adalah fakta. Saya pun kadang-kadang menjadi sangat muak dengan status seseorang yang seperti itu, bagaikan dia adalah titisan Rasul SAW. Padahal agama, dan keimanan, adalah urusan sunyi antara manusia dengan Tuhannya.

Terkadang saya mau unfriend, tapi kok ya sayang, kadang-kadang status heboh gitu kok ya bikin kangen lho, haha. Yawes, akhirnya saya berdamai dengan diri saya, dan coba menulis ini.

Apa yang sebaiknya anda lakukan jika timeline sosmed anda sudah menjadi tempat cuci kakus keimanan?

Pertama, berdamailah dengan diri sendiri. Ini memang masa kampanye, para netizen harusnya sudah paham bahwa orang Indonesia bukan hanya terbagi antara dua tim, tim bubur ayam pisah dan tim bubur ayam campur. Tetapi sudah terpecah menjadi 99 golongan, satu golongan sisanya adalah golongan selo dan selalu nyeruput kopi.

Terima saja, nikmati. Maka dari itu, saya selalu menyarankan belilah camilan, seduh kopi dan kalau perlu sebungkus Mild sebelum membuka fesbuk. Hanya sekedar untuk jaga-jaga jika emosi mulai tidak stabil seperti ibu kos.

Kedua, jika tahap pertama gagal, mulailah membuat list siapa saja si “pengganggu” itu, persiapan untuk di unfriend. Pastikan itu bukan mantan, karena jika itu ternyata mantan, maka menyesalnya akan seumur padi yang gagal panen. Cepat berlalu, tapi selalu membekas. Ah.

Ketiga, unfriend mereka dalam tempo yang sesingkat-singkatnya, ini penting karena jika tidak segera di unfriend, mereka akan muncul dengan status baru, misal, posting foto anak mereka yang lucu atau istri mereka yang ternyata ikut klub mama muda terkini. Unfriend gak ya, unfriend gak ya..labil.

Keempat, sabar. Tentu saja karena si tukang “pengganggu” itu ternyata klien atau si bos. Yasudah, biarkan saja sambil terus membaca basmalah dan ayat Kursi.  Jangan pernah menanggapi statusnya apapun itu. Bakal ribet, sumpah.

Kelima, ikuti cara saya. Saya membagi sosial media menjadi empat. Pertama blog, untuk menulis gado-gado, saya ingin mengurangi tulisan politik di blog pribadi, karena saya bukan buzzer, hanya opinier. Kedua path untuk enjoy dengan kawan dekat, no political di path saya, dan saya tidak pernah add atau accept jika tidak terlalu kenal. Ketiga grup WA, ini saya batasi untuk pekerjaan dan keluarga. Keempat, baru fesbuk dan twitter, dimana dunia ‘bebas’ berada disana. Jadi saya sudah siap mental jika membuka fesbuk.

Siap mental di bully dan juga membully hehe.

Salam

***

Tulisan terbaru saya di Kompasiana:

http://www.kompasiana.com/ryokusumo/program-kerja-pilgub-dki-agus-kurang-panas-anies-simpan-peluru_5802744182afbdf9319cbdd5

About

Tukang Ngopi. “Kemampuan membaca itu sebuah rahmat. Kegemaran membaca; sebuah kebahagiaan.” ― Goenawan Mohamad Sila baca blog saya yang lain di http://srimayainvestment.blogspot.com

Tagged with:
Posted in Humaniora, Sosial
4 comments on “Lima Strategi Ampuh Menghadapi Timeline Sosmed yang Mengganggu
  1. Yanuar H says:

    Widihh, mantab ini tulisannya..memang butuh ngopi mereka bang

    Like

  2. Hastira says:

    he, he, gitu ya, aku mah kalau terlalu banyak yang bikin emosi di TL dan aku juga jarang komunikasi dgnya lebih baik unfriend saja

    Liked by 1 person

  3. Noura Hilmi says:

    Kalau saya sih langsung ku unfriend..xixixixi, abisan males baca gituan

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Follow laptop paijo on WordPress.com

Jangan lupa masukkan email anda disini ya

Arsip Tulisan
KURUSETRA

and the Bharatayuda within

The Second Avenue

Indonesia Street Photography

Shoot New York City Blog

Photo Tours & Street Photography Workshops

John Wreford Photographer

Words and Pictures from the Middle East & Balkans

Cerita Motivasi - Kumpulan Kisah Inspirasi Terbaik

Kumpulan cerita motivasi, kisah inspiratif, cerita bijak, kisah teladan. Bisa dijadikan renungan agar kehidupan menjadi lebih baik.

Ruang Baca

saya tak memiliki apapun, tak juga surga, tak juga neraka

khsblog :-D

Tulis, Telas dan Tulus...

Daun Woka

Berlarilah Mengejar Mimpi namun jangan sekali-kali berlari terlalu jauh dari sejarah

GAYOTAKENGON

Budaya kopi...Kopi budaya... heal and real..

Lazione Budy

'Saoirse' is not a word, it's angel

Gorboman Running

Mengulas hobi secara jujur dari sudut pandang orang awam.

George Lakoff

George Lakoff has retired as Distinguished Professor of Cognitive Science and Linguistics at the University of California at Berkeley. He is now Director of the Center for the Neural Mind & Society (cnms.berkeley.edu).

Rottin' in Denmark

Is this gentleman bothering you?

Emanuel Setio Dewo

Mari berkarya

Omnduut

Melangkahkan kaki ke mana angin mengarahkan

ngalor ngidul ketemu kiblat

Berjumpa Hikmah dari Berbagai Arah (Sapi Betina 115)

leniaini blog

between thoughts and memories