Perjanjian Batutulis dan Nasehat bagi Para Jomblo

Sebetulnya saya agak malas ketika menulis artikel ini, Pertama: Sedang bosan politik. Yang kedua: Di K (Kompasiana) sudah banyak artikel politik yang bikin takjub, heboh dan viral, artikel saya mah apalah atuh.

Tapi kamarin, saya kebetulan nebeng teman dalam perjalanan pulang kantor. Maklum, mungkin karena macet, hujan dan suasana syahdu, sehingga terjadi percakapan berikut:

“Mas, katanya Prabowo mau datang ya di Kompasianival?

“Hooh, iklannya si gitu”

“Di artikel sampeyan kok gak pernah di bahas doi tho? Apa yo gak pengen nulis belio?”

“Ha? Walah, di Kompasiana artikel yang kayak gitu buanyak coy, bagus-bagus, ya kritik, ya ngehujat..minder”

“Lha, kok minder, artikel sampeyan soal Dhani kemarin lho, nggateli tenan (ngeselin banget), apik, seneng aku mas..tulis lagi donk”

“Apik apanya, tulisan gak mutu gitu lho kamu bilang apik, aku malah gak ngerti kok bisa ya, tulisan begitu diangkat hael..”

“Lha, justru itu, di K udah terlalu bagus-bagus tulisannya, bermutu semua. Justru tulisan jangkrik bin gak mutu kaya sampeyan itu yang aku tunggu..”

Saya terdiam sebelum mengumpat “Hancuk i, yawes, lha menurutmu dari sisi mana om Prab itu menarik ditulis? Aku gak mau menghujat lho..coba kasih masukan””

Giliran teman saya yang kemudian terdiam, mungkin dia mati kutu atas pertanyaan saya, entahlah. Namun tiba-tiba dia berkata.

“Cinta mas bro, coba dari sisi cinta..” Ujarnya

“Cinta? Modyar koe cak, kamu mau mancing aku mengompasianakan dia dari sisi percintaan? itu sih sudah basi kang”

“Apanya yang basi, cinta itu ndak pernah basi mas bro..”

Mobil pun berlalu perlahan menembus kemacetan Jakarta, pandangan saya tertumbuk pada bulir air hujan yang menempel di kaca mobil, menimbulkan bokeh lampu kota yang mistis namun cantik.

Cinta, adalah hipotesa analitis yang tidak pernah salah dan selalu hadir dalam setiap kondisi perputaran roda dunia.

Cinta bukan hanya soal asmara dua abege di balik motor matik, atau kisah ihik-ihik pak Camat dengan janda kembang, tapi juga soal ekonomi, soal budaya dan tak terkecuali soal politik.

Konstelasi pembahasan cinta itu sejatinya tidak rumit, dan mengenai Prabowo yang telah membuat kawan saya heboh karena rencana kehadiran belio di acara Kompasianival 2016, tentulah juga memiliki kaitan sederhana soal cinta.

Utamanya ketika beliau mendeklarasikan –yang oleh Kang Pepih Nugraha disebut“Janji Suci” Batutulis dengan Megawati Soekarnoputri pada tahun 2009 lalu.

Dua orang dewasa berlainan jenis, berbeda partai, bertemu dalam satu forum ramah tamah yang menghasilkan sebuah janji suci pastilah didasari oleh cinta. Dari situ timbul rasa percaya, saling dukung dan keberpihakan yang indah. Cantik bukan?

Tapi, yang kemudian terjadi adalah ‘perselingkuhan’ PDIP dari Gerindra, PDIP ternyata lebih memilih gebetan dari internal partai ketimbang mendukung Prabowo menjadi Capres 2014. Tentulah ini sangat menyakitkan bagi Prabowo dan kita yang manusia, pasti bisa merasakan ini.

Inilah yang akhirnya menjadi pembelajaran makna cinta bagi kita semua, utamanya buat para jomblo yang habis putus cinta, mau bunuh diri karena diputusin, atau yang baru mau tebar pesona siap bersolek dimalam minggu. Pesan saya satu, NSP-nya tolong di ganti ya, jangan lagu dangdut koplo terus ya mbak. Sumpah itu menyebalkan.

Jadi ada beberapa point utama yang bisa dijabarkan sebagai pembelajaran diluar PPKN, nah berikut pointnya;

1. Jangan pernah membuat perjanjian apapun sebelum tanggal pernikahan di tentukan.

Belajar dari janji suci Batutulis, percayalah bahwa perjanjian apapun yang di lakukan ketika kamu masih pacaran adalah omong kosong.

Apalagi perjanjian oportunis pasca pelajaran anatomi tubuh: “Yank, janji ya sama aku, kalo kita nanti bakal sehidup semati”

Ketahuilah, bahwa kalimat itu adalah kalimat paling sampah yang pernah saya dengar, mblo.

2. Jangan pernah membuat janji tertulis, prasasti, patung atau apapun dengan pacar anda.

Masih ingatkan ketika Prabowo berang dan berkata di media bahwa PDIP telah ingkar janji atas pasal 7 perjanjian Batutulis?

Pasti semua masih ingat, kata-katanya “Kalau Anda manusia, lalu ada di pihak saya, bagaimana? Ya, pikirkan saja. Saya tidak mengerti apa salah saya. Saya menghormati beliau. ….”

Wajar Prabowo marah, wajar lho, sangat wajar..tapi jika di telisik, itu sama saja ketika pacar kamu ngomong gini:

“Kamu kok putusin aku sih!? Kamu gak liat aku udah bikin tatto nama kamu di leher aku?!! Terus liat nih, ada muka kamu di perut aku! Apa sih salah akuu??”

Buat kamu yang sudah mantab ingin putus, cuma satu jawabannya;

Tatto? so whatttt?”

3. Jauhkan niat cari pacar demi kepentingan pribadi

Ini bukan hanya berlaku pada perjanjian Batutulis, tapi juga cinta dalam politik manapun. Tidak pernah ada cinta yang abadi di dalam politik, sebab apa? Karena semua didasari pada kepentingan.

Apakah Prabowo dan Megawati masing-masing punya kepentingan ketika mengikatkan diri dalam janji suci? Jelas. Janji suci tidak didasari demi kecintaan pada rakyat, tetapi pada kekuasaan.

Sayangnya Prabowo terlalu naif menganggap janji suci adalah janji abadi. Sebagai pemilik wajah ganteng di usia muda, seharusnya Prabowo bisa paham bahwa janji suci bagi para jomblo itu adalah angin surga, tak pernah nyata (Setidaknya begitulah pengakuan para mantan playboy yang tidak saya kenal).

Jadi, mblo. Jangan pernah cari pacar karena orang tuanya kaya lalu berpikir siapa tahu suatu saat kamu kecipratan “liurnya”.

Jika niatmu begitu, lebih baik kamu fokus bagaimana cara berternak ayam hingga beranak sapi, jangan ngarep!

4. Point terakhir simple saja, terus berusaha dan terus cari dukungan.

Kalau kamu jomblo akut, buatlah fanpage dan jadilah buzzer di medsos. Dua point ini sudah terbukti klinis bisa meningkatkan kadar popularitas dari sekedar seorang jomblo melankolis menjadi jomblo kaya raya.

Maka, nikmat jomblo mana lagi yang kau dustakan..

Hepi Wiken dan selamat berusaha.

Advertisements

One thought on “Perjanjian Batutulis dan Nasehat bagi Para Jomblo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s