Sudah dibilang, Risma Tidak Akan Ke Jakarta!

Sudah dibilang, Risma Tidak Akan Ke Jakarta!

Ibu Tri Rismaharini pasti ke Jakarta? Ah, itu sih bukan berita baru. Risma pasti ke Jakarta setidaknya sebulan sekali, selain beliau memang rajin sowan ke ibune cah-cah Megawati Soekarnoputri, juga terkait dengan perekonomian Jakarta-Surabaya. Lho?

Apalagi kalau bukan soal jilbab, utamanya jilbab syar’i. Seperti khalayak ketahui bahwa Thamrin City secara tidak tertulis dinobatkan sebagai pusat jilbab se-Asia Tenggara. Surabaya sebagai kota nomor 2 teramai se-Indonesia pasti memiliki sisi ekonomis sebagai ladang pemasaran.

Sayangnya, inilah yang tidak disadari oleh para kimcil-kimcil kekinian yang mengaku sebagai pemeluk garis keras ke-syar’ian. Wah weh woh ketika berorasi di fesbuk namun mingkem ketika diajak debat mana ayat yang dipakai, lha ternyata doi lebih sibuk buat meme ketimbang kajian..jawaban akhirnya: ya pokoknya gitu. Titik. Wah modyar! Gimana mau bicara ekonomi.

Dari sisi ekonomi rakyat, jangan ditanya ramainya masyarakat Surabaya. Dari mulai warung Jawa Timuran hingga mudik. Surabaya bukan lagi cuma kota pahlawan, tapi juga kota bisnis. Jika kata orang gubernur Jakarta itu harus orang yang keras, blak blakan dan tanpa tedeng aling-aling, begitu pula dengan Surabaya. Poros Jakarta-Surabaya sudah kadung terjalin erat.

Surabaya yang sekarang bersih ini bukan tanpa hasil jika Risma cuma pah-poh. Lho serius ini, Risma mampu menguasai permasalahan kota, Surabaya itu termasuk kota yang luas, masalahnya buanyak, dari tata kota hingga pelacuran. Dolly lho..yang sudah melegenda mampu di gasrak sama Risma, terlepas dari jualan tangis gak mutu ala acara TV nya Uya Kuya, tapi ini patut di apresiasi. Surabaya bisa berubah.

Maka apa hitung-hitungan politik terbaik bagi Risma saat ini? Ayo ngopi dulu, ngudut sebentar untuk merumuskan masalah negara ini.

Gini gaes..

Mengutip Putut EA, Risma ini bukan Jokowi yang berlatar belakang pengusaha, bukan pula Ahok yang pengusaha lalu masuk partai dan birokrasi. Risma adalah seorang birokrat sejati, punya loyalitas dan integritas, bukan tipe oportunis yang nekat dan ambil resiko.

Alangkah berat bagi PDIP yang malu-malu kucing tapi terkencing-kencing dalam menggarap calon gubernur DKI nanti, lha siapa lagi yang mau di calonkan? Wis, sudah, anda jangan sebut namanya Bung Yusril, Andi Malarangeng, atau bahkan Ahmad Dhani. Menyebut mereka anda sama saja memberi peluang PHP bagi mereka, ngerti PHP? Sudah nonton AADC2? Tahu gimana rasanya Cinta di PHP-in sama Rangga sekian ratus purnama? Tahu kan? Nah..makanya jangan, sakit.

PDIP mau ke ahok, eh kok ya riwueh sendiri, plegak pleguk penuh keraguan dan kepekewuhan. Mirip kalau kita tiba-tiba satu lift berdua dengan calon mertua..awkward bro.

Gini..yang ini kok rasanya seperti cowok TTM-an yang mau nembak cewek, tapi karena ragu dan bimbang akhirnya si cewek bosan dan memilih lebih dekat ke cowok lain. Tapi eits tunggu dulu..si cewek ini diam-diam masih berharap si cowok tadi beraksi, datang kerumahnya dan bilang ke bapak si cewek. “Om, saya mau lamar anak om, kita nikah 5 bulan lagi” ..Jegeeerr.

Lhadalah, dasar cowo kebanyakan gengsi, bukannya ngelamar, eh malah pedekate dengan cewek lain, selain niatnya membuat si cewek tadi cemburu juga buat jaga-jaga. Ya jaga-jaga kalau seandainya di tolak. Who knows? Always prepare for the worst.

Nah, Risma adalah si cewek lain tadi sedangkan Ahok adalah si cewek utama. Risma adalah korban si cowok PDIP yang tajir, gengsi, namun ragu dan bimbang. Sok kaya dan punya pengaruh, padahal selalu bawa KTP bapaknya kemana-mana, kepedean dikira si cewek utama bakal termehek-mehek ngemis cintanya..eh malah dibuat galau ala alay, terus nulis di fesbuk “lagi galau nich gaes, plis ngertiin aku donk, aku tuch sayang kamu”.

Risma tahu dia jadi pelampiasan permainan cinta. Risma ibarat cewek bening, nehik bagi dia kalau cuma jadi “ban serep”. Enggak lah yau, bargaining Risma jelas, kuat, punya prestasi, loyal, dicintai rakyatnya, terkenal, punya elektabilitas, followers jutaan tanpa harus ber-highly highly di depan Donald Trumph

Bagi Risma yang seorang birokrat, Jatim 1 lebih menarik, lebih terjangkau tanpa harus menjadi cewek kedua. Tanpa harus termehek mengikuti alur drama PDIP-Ahok yang terilhami sinetron Uttaran. Risma tahu, baginya bersimbiosis mutualisme dengan Ahok jauh lebih menguntungkan kedepannya ketimbang ber-kontra saat ini.

Terutama menyoal hal yang bersifat sensitif satu ini: Risma adalah tokoh yang dianggap jujur, jujur di Indonesia selalu punya musuh, dan musuh ini sudah terlihat di depan matanya, musuh yang ingin beliau minggat dari Surabaya, dan tentu dari Jatim 1. Ini diterangkan sendiri oleh Risma:

“Aku tahu lah ada yang emang ingin pergi ke Jakarta supaya aku tidak nyaingi di Jawa Timur, ada yang pengin aku ke Jakarta supaya aku dapat apa, gitu kan. Selama ini aku ketat lalu mereka tidak bisa apa,” Kata Risma seperti dilansir Detik.com

Tersambung dengan ucapan Risma, belakangan ini muncul Jaklovers (Jakarta Love Risma), seperti Teman Ahok, Jaklver merupakan netizen baru penggiat dukungan Risma untuk Jakarta. Jakarta yang lagi sakit butuh pemimpin seperti Risma, katanya.

Tapi sayangnya, ujug-ujug membuat perkumpulan, pas menghadap yang didukung, eh kok malah ditolak, lho ada apa ini? Aktif di media online membuat kita harus kritis, siapa yang ada di balik itu?

Cukup dari satu orang Jaklovers yang ngotot pengen bertemu Risma tapi ditolak tadi, ya Neno Warisman, penggiat Jaklovers yang juga kader PKS, sekali lagi Pe Ka Es. Naaah, untuk yang ini akan di bahas lebih lanjut saja ya gaes..saya belum mau komentar.

Tapi ada lagi satu yang lucu. Risma ini kok rasanya..rasanya lho ini, sadar diri. Kalau dirinya maju, akan menjadi bulan-bulanan meme fans syariah sejati. Apalagi kalau bukan menyoal pro-kontra pemimpin wanita. Wow, lho kok?

Gini gaes, untuk membandingkan dua hal, harus apple to apple, jangan apple to kesemek, ini adagium wajib. Kalau Ahok di nyinyiri dan di tolak karena dia non muslim, artinya para fans syariah sejati pun harus berkoar menolak Risma dengan alasan pemimpin perempuan itu dilarang.

Dasarnya pun ada:

Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita.” (QS. An-Nisaa’: 34)

“Dan kalau Kami bermaksud menjadikan Rasul itu dari golongan malaikat, tentulah Kami jadikan dia berupa laki-laki.” (QS. Al-An’aam: 9)

Dan banyak lagi, lebih jelasnya bisa disimak disini: Bolehkah wanita menjadi pemimpin

Arah saya jelas. Jika dibalik Jaklovers itu betul adalah PKS, maka sangat lucu bagi para fans Syar’i  yang tinggal di negara Pancasila ini yang justru kebanyakan adalah juga fans berat PKS untuk mendukung Risma. Lebih lucu lagi dimana calon terkuat DKI rupanya adalah Ahok dan Risma, mau gunakan ayat yang mana? Konsistensi soal agama akan dipertanyakan. Weleh weleh, kalau yang ini saya harus ngikik di pojokan.

Pasti akan menarik jika Risma akhirnya menerima pinangan PDIP dan dorongan Jaklovers. Tapi kok ya sulit rasanya. Dan saya yakin, bu Risma tidak akan ke Jakarta, setidaknya dalam waktu dekat ini, karena Surabaya sebagai kota Pahlawan pasti akan sibuk habis-habisan menggelar acara tujuh belasan.

Mungkin setelah tujuh belasan beliau akan ke Jakarta, untuk borong jilbab.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s