Yang Mudik Sini, Kok Yang Ribut Situ? Situ Sehat?

tol brexitAlhamdulillah, dilalui juga perjalanan mudik yang luar biasa istimewa, kejebak di tol Brexit? Ya, enggak se-ekstrim yang ada di media, tapi lumayanlah sempet nahan pup di mobil.

Lagipula macet pas mudik itu juga sebuah tradisi lho. Kata siapa cuma mudiknya aja yang tradisi? Macetnya juga, nah kalau tiba-tiba mudik itu lancar jaya ituu..ada yang gak greget gitu rasanya, hampa..halah.

Tapi yang kemarin itu luar biasa, macetnya luar biasa, ada 12 orang pemudik meninggal, pemberitaan media juga luar biasa apalagi komentar para netizen, absolutely amazing!! Netizen (yang dari mereka mayoritas malah gak mudik, ya iyalah klo mudik beneran udah capek kali..) sibuk menghujat (yaah, menghujat juga kayaknya bakal jadi tradisi di kampung Indonesia ini)…

Bukan cuma sibuk menghujat macetnya, tapi juga menghujat pemerintah. Malah om Fahri Hamzah menyuruh semua menteri kabinet mundur (hah? Apa hubungannya?)..yasudah maafkan lahir batin. Tapi yang pasti, yang gini-gini nih malah bikin berita makin semrawut, plus orang2 yang kurang piknik akan makin absurd komentarnya terprovokasi.

Nah, ini ada sekedar refleksi dan coretan ide bagi pemerintah dari pengalaman mudik 2016 untuk perbaikan, dan juga untuk menjawab celetukan netizen yang haus akan hoax. Oke cekidot!

  1. Pemerintah belum bisa antisipasi. Betul.
    • Terlihat tidak ada koordinasi yang jelas antara dishub, kepolisian dan pemda. Gini, jalan itu urusan dishub dan pengelola tol, pengaturan lalu lintas urusan polisi dan akses termasuk pasar tumpah urusan pemda.  Berita akurat malah kami dapatkan dari situs online dan radio, bukan petugas di jalan.
    • Titik bottleneck sudah kelihatan, drone sudah dimana-mana. Ada tiga titik; pertama, di pintu keluar akibat jalur menyempit. Kedua, di pom bensin, dan ketiga di pasar tumpah. Pasar tumpah ini adalah penyakit mudik sejak puluhan tahun lalu, kami pun juga tertahan di pasar tumpah, dan geleng-geleng..”belum ditutup nih pasar?”
    • Keluar pintu tol menyempit karena cuma 3 loket yang dibuka, padahal disitu ada 10 loket. Pas kami lewat masih tiga, entah kapan dibuka semuanya.
    • Pembiaran antrian pada pom bensin, padahal buntut sudah mengular berkilo-kilo. Kenapa? Ya itu tadi, tidak ada koordinasi yang jelas.
  2. Warga disuruh ambil cuti lebih panjang. Ini keliru, karena cuti yang diberikan perusahaan dan pemerintah ya bebarengan, mana ada perusahaan mau approve cuti tambahan dengan alasan mudik.
  3. Pemudik meningkat 5x lipat. Betul dan wajar, kerena ini bukti ekonomi tumbuh.
  4. Euforia tol baru. Salah, karena alasan orang mudik ya mudik saja, bukan karena tol.
  5. Macet hanya di era ini dan sebelumnya enggak. Salah dan ini fitnah hoax, pasti yg komen ga pernah mudik. Gini, saya pernah jkt-subang 30 jam, blm smpe Jogja/Solo lho itu..pernah lagi di Indramayu stuck 2 tahun lalu..aah..buanyaaak lah..makanya dibangun tol.
  6. Tol ini katanya bikin lancar. Betul, dibangunnya tol ini adalah solusi terhadap kemacatan, nyatanya jika jumlah pemudik biasa, ya memang lebih cepat. Yang salah bukan pembangunan tolnya, tapi koordinasinya mas bro. Mikir.
  7. Macet Brebes, tanda ekonomi melemah. Ini komentar orang yang tidak sekolah. Bertambahnya kendaraan adalah bukti bahwa ekonomi tumbuh. Simak kata-kata Pertamina: Pertamax dan Pertalite lebih laris dari Premium! see! Bahkan mobil dan motor pun menjadi lebih apik.
  8. Menteri semua harus mundur, ini absurd, tidak perlu dijelaskan.
  9. Menhub tidak percaya orang meninggal karena macet akibat dehidrasi. Ini keliru, karena orang dehidrasi bukan cuma karena air, tapi juga terpapar karbondioksida yang berlebihan dari mobil akibat antrian yang berjam-jam. Bukan cuma 1-2 mobil, tapi ratusan mobil.

Jadi apa solusinya? Bukannya mau sok tahu, tapi memberi pemikiran solusi lebih baik ketimbang menghujat sana-sini kan, nah ini dia..

  1. Next, harus ada satu koordinator (fokal poin) khusus mudik, dan ini lebih tepat dipegang oleh Dishub. Memiliki akses ke semua penyelenggara mudik. Dari mulai dishub, pengelola tol, polisi hingga pemda.
  2. Ada satu koordinator, anggaplah mudik ini adalah sebuah proyek. Tempatkan satu project manager yang mampu berpikir taktis, turun ke lapangan dan punya akses ke semua lini.
  3. Jangan tunggu kemacetan mengular lebih dari 2 km baru berlaku contra flow dan pengalihan arus, ini bukti leletnya kerja penyelenggara mudik. Apalagi loket yang masih belum semua dibuka.

Nah, terakhir, jangan salahkan warga yang mudik. Sama sekali jangan. Pemerintah harus sadar bahwa pemudik adalah penggerak ekonomi daerah. Berapa trilyun yang berputar selama mudik?

Juga jangan saling meyalahkan seperti pak menteri yang entah karena frustasi lalu meyalahkan Badan Pengelola Jalan Tol, buat apa? Toh, sejatinya arus mudik kali ini terbilang aman, jumlah kecelakaan dan korban menurun drastis, nyaris turun 34%  (data disini)

Jadi bagi kawan-kawan pemudik, nikmatilah dan bersyukurlah, karena sejatinya macet adalah perjuangan, perjuangan bertemu orangtua dan saudara tercinta. Jika sabar, pasti ada pahala kawan.

Juga jangan seperti para bedebah netizen penyebar hoax dan provokasi. Yang mudik sini, kok yang ribut situ!. Situ sehat?

Salam NKRI

Advertisements

4 thoughts on “Yang Mudik Sini, Kok Yang Ribut Situ? Situ Sehat?

  1. Sangat prihatin dengan musibah di Pantura, walau jalur Selatan juga ada kemacetan tapi tidak separah Pantura. 20 jam tertahan di tol butuh kesabaran dan stamina ekstra. Semoga tahun depan lebih baik lagi.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s