DPR: Incumbent Harus Mundur, Sebuah Komedi Baru Dari Senayan

Penulis ingat ketika masih SMA dulu pernah berurusan dengan guru bimbingan konseling (BK), memang bukan yang kali pertama, mungkin sudah yang ke-10 kali. Tapi ini yang paling membekas, karena apa? Karena ketika itu penulis bukan dalam posisi pelaku langsung. Ceritanya begini, ketika itu terjadi kasus penggelapan uang buku tahunan yang dilakukan oleh salah seorang teman … Continue reading DPR: Incumbent Harus Mundur, Sebuah Komedi Baru Dari Senayan

Advertisements

Fenomena Gen Z, Mereka Bukanlah Zombie Dengan Gadget Ditangan

Sudah lama sebenarnya penulis mengamati timeline pendidikan di negeri kita, tepatnya sejak tahun 2010 keatas. Mengapa 2010 ke atas? Karena di rentang waktu itulah lahir generasi baru dari tiga generasi yang kita kenal sekarang. Kita mengenal tiga generasi: Generasi baby boomers, generasi X dan generasi Y. Apa itu? Mungkin sudah banyak yang membahasnya, anda tinggal … Continue reading Fenomena Gen Z, Mereka Bukanlah Zombie Dengan Gadget Ditangan

Kereta, Anagram Sebuah Ibukota

Kereta api, lebih dari dua tahun lalu semenjak dirinya berkata tidak, yang mengubur impian ku dan aku lari padamu. Ada rasa rindu yang menggebu, ada kisah yang tidak bisa di ceritakan dan di sampaikan kecuali di rasakan. Di sepanjang rel itu, kau bercerita tentang dirimu yang menjadi aset masyarakat Jakarta. Kau sebagai solusi kemacetan Jakarta yang epic, bukan asal … Continue reading Kereta, Anagram Sebuah Ibukota

Jangan Kaget Dengan Lion Air, Kagetlah Dengan Dinas Perhubungan Kita

Jangan kaget dengan Lion Air. Itulah judul postingan penulis kali ini, tujuannya jelas yaitu menyadarkan orang orang pribumi berkantong pas-pasan seperti penulis untuk sekedar nrimo atas dasar perbedaan kelas. Perbedaan kelas yang di perjelas oleh Karl Marx dengan bahasa yang begitu menggoda, yang akhirnya jadi bahan bredel. Perbedaan kelas itu bernama Low Cost Carrier (LCC) Airflight, atau … Continue reading Jangan Kaget Dengan Lion Air, Kagetlah Dengan Dinas Perhubungan Kita

Sebuah Filosofi Cilok Untuk Membangun Jakarta

Sebagai anak bangsa yang berbudi luhur dan seorang Pancasilais yang istiqomah, kok rasanya amat sayang jika cita-cita penulis yang pernah terniatkan DISINI akibat terlalu lama meratapi kondisi negeri yang embuhlah seperti sekarang, tidak terealisasi menjadi suatu filosofi kebangsaan. Tentu konsep ini jauh dari propaganda adinda yang menyerang KPK tempo hari, karena konsep ini tidak perlu jargon intelektual … Continue reading Sebuah Filosofi Cilok Untuk Membangun Jakarta

Hentikan Paranoid, Rusunawa Masih Lebih Pelik dari Palu Arit

Sebuah negeri yang paranoid, ya Indonesia. Negeri yang secara demografi cocokologi berada dalam zona rentan bahaya laten "ke-baperan" dan "ke-sensitifan", baru beberapa waktu yang lalu ketika tulisan soal cadar muncul akibat keresahan mengenai persoalan tutup aurat yang begitu sensitif, hingga menimbulkan polemik paranoia terorisme, lalu HTI, dan yang paling cetar membahana ya tentu paranoia terhadap … Continue reading Hentikan Paranoid, Rusunawa Masih Lebih Pelik dari Palu Arit

Berbaurlah, Karena Cadarmu Bukan Halanganmu

Syabila -bukan nama sebenarnya- adalah wanita arab, asli Qatar, disebut juga Qatari, yang penulis temui di sebuah sudut kafe di Mall beberapa waktu lalu. Dia memakai abaya hitam layaknya Qatari pada umumnya, Syabila ini kandidat doktor di Universitas yang memiliki background di dalam dunia human resources dan public relation. Syabila adalah salah satu wanita Qatari … Continue reading Berbaurlah, Karena Cadarmu Bukan Halanganmu

Donald Trump dan Ahok, Dua "Kegilaan" yang Fenomenal

  Ada yang unik di Amerika Serikat. Negara yang disebut merupakan bapaknya demokrasi dan kebebasan, ternyata mengalami fears of excess. Mereka takut menghadapi sebuah fenomena yang akan menyeret AS kedalam “lubang” anti-demokrasi. Fenomena itu bernama Donald Trump. Seorang multi-milyuner sekaligus megalomania yang memiliki garis politik sebelah kanan. Trump begitu menakutkan bagi sebagian besar politikus, pengusaha, dan … Continue reading Donald Trump dan Ahok, Dua "Kegilaan" yang Fenomenal

Beredar “Transkrip Asli”, Inilah Kenapa AADC2 Layak Di Bully

 "Lihat tanda tanya itu, jurang antara kebodohan dan keinginanku memilikimu sekali lagi" - M. Aan Mansyur - Apakah Rangga benar telah membohongi cinta untuk satu purnama, yang kenyataannya adalah 168 purnama? Tanpa meninggalkan pesan apapun? Mbak Mira plis wake up, Rangga pergi ke Amrik itu di tahun 2002, tahun itu udah ada Friendster, udah ada … Continue reading Beredar “Transkrip Asli”, Inilah Kenapa AADC2 Layak Di Bully