Antara Kate Winslet , Harry Azhar Aziz dan Panama Papers

Antara Kate Winslet , Harry Azhar Aziz dan Panama Papers
Sudah ada yang pernah menonton film Eternal Sunshine Of The Spotless Mind? Kalau ada yang belum, boleh penulis ceritakan sedikit. Karena kebetulan Eternal Sunshine Of The Spotless Mind (disingkat ESSM) ini salah satu film favorit penulis ketika masih jaman kuliah.

ESSM, film yang ditayangkan pada tahun 2004 ini memiliki cerita unik yang hampir mirip dengan cerita kasus Ketua BPK kita, Harry Azhar Aziz, bukan karena audit-auditan, tetapi karena persoalan Mind. ESSM menceritakan tentang Joel Barish (Jim Carrey) seorang lelaki introvert yang bertemu dengan seorang gadis ekstrovert bernama Clementine Crucyznski (Kate Winslet), mereka saling jatuh cinta dan akhirnya berhubungan. Pada awalnya hubungan mereka baik-baik saja dan menyenangkan, Clem yang ekstrovert terlihat cukup padu dengan Joel yang introvert dan puitis hingga di satu titik saat hubungan mereka mulai tampak terganggu.

Mereka saling bersitegang karena dua karakter yang berbeda dan puncaknya, Clem yang meledak-ledak mendatangi sebuah perusahaan jasa penghapusan memori bernama Lacuna Inc. Tujuannya tentu saja, Clem ingin ingatan / memorinya dihapus, menghapus kenangannya bersama Joel. Yang menyedihkan, karena kecewa Joel pun meminta Lacuna Inc agar menghapus kenangannya bersama Clem, lebih tepatnya memaksa memorinya untuk menghapus semua kenangan bersama Clem.

Cerita yang menyedihkan, karena bagaimanapun Joel tidak bisa melupakan Clem karena saling cinta, sehingga pada akhirnya mereka pun kembali bertemu di tempat yang sama dimana mereka pertama kali bertemu, namun dengan kondisi ingatan yang saling hilang.

Mari kita lihat kisah Harry Azhar Aziz yang baru-baru ini terbukti memiliki perusahaan offshore di Panama sejak tahun 2010, hal itu terungkap dalam dokumen Panama Papers yang menghebohkan jagad alam raya ini. Alasannya, beliau diminta anaknya untuk membuat perusahaan tersebut karena akan menikah dengan orang berkebangsaan Chile, yang faktanya pernikahan tersebut dilakukan tahun 2014.

Ada dua hal yang menjadi pertanyaan penulis:

  1. Apa hubungan antara anaknya menikah dengan orang Chile, lalu lantas meminta Harry Azhar untuk dibuatkan perusahaan offshore di Panama? Kenapa tidak di Chile yang sama-sama Amerika latin? Supaya enggak bayar pajak?
  2. Perusahaan offshore dibuat tahun 2010 karena pernikahan anak, namun pernikahannya sendiri terjadi pada tahun 2014. Ada yang salah tentunya kan?

Penulis akan fokus pada point 2 saja, karena point 1 adalah milik yang Maha Kuasa dan komisi anti-rasuah. Pada point 2, tentu saja Harry Azhar tidak akan bisa disalahkan! Lho kok? Mudah, karena kemungkinan besar Harry Azhar telah menonton film Kate Winslet tersebut berulang-ulang, sehingga metode Clem untuk menghilangkan memori sudah di hapal betul oleh beliau.

Harry Azhar sangat mungkin sudah mengetahui gelagat bahwa “bau”-nya akan tercium para kucing garong pembela Ahok diluar sana, sehingga amatlah mungkin jika Harry Azhar telah menghilangkan sebagian ingatannya secara sengaja sesaat setelah dokumen Panama Papers itu bocor, sehingga yang tampak adalah gejala dimentia.

Dimentia atau Dimensia adalah penurunan fungsional kinerja otak yang disebabkan oleh suatu kelainan, dampaknya adalah penurunan kemampuan mengambil keputusan, penurunan memori jangka pendek, disorientasi waktu dan kemampuan bicara. Secara terminologi, gejala ini masuk akal untuk dipakai sebagai sarana pembenaran “lidah keseleo”.

Lalu, bagaimana jika ketidak-sinkronan itu diperiksa? Mudah juga, dengan alasan sakit dimensia yang tiba-tiba, plus keterangan dokter ahli syaraf, maka alibi “hilang memori” akan sempurna, karena memori soal offshore Panama memang betul-betul hilang, andai dicari dengan mesin canggih secanggih Google Memory (kalau ada) pun tidak akan ketemu walau satu byte.

Tapi tunggu, untuk mendukung alibi itu tidak murah. Tentunya Harry Azhar harus mundur dulu dari BPK, agar alibi semakin sempurna. Masak hilang ingatan tetap meng-audit? Apa kata dunia?

Kaitan lain dengan film tersebut adalah hubungan Joel dan Clem yang mesra di awal, bagai BPK dan Ahok. Dahulu kala, Ahok adalah pihak yang paling memuji kinerja BPK, terutama pada 2014 ketika usulan penerapan cash manajement system karena penurunan nilai kinerja laporan dari Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) menjadi Wajar Dengan Pengecualian (WDP). Entah CMS sudah diterapkan atau belum tapi yang pasti Ahok dan BPK itu dulu akur.

Ahok yang ekstrovert dan meledak-ledak mirip dengan Clem, sedangkan BPK yang kalem namun menusuk mirip Joel, sayangnya jika di film Clem yang meminta penghapusan memori lebih dahulu, tidak dengan Ahok-BPK. Ketua BPK ditengarai melakukan penghapusan memori soal Panama Papers lebih dahulu, tepat disaat hasil auditnya sedang dipertanyakan di ranah publik.

Nah, jika  kisah Joel dan Clem akhirnya bisa akur kembali meskipun penuh cerita pilu, bagaimanakah kisah ketua BPK ini? Akankah beliau bisa akur kembali dengan Gubernur Petahana, ataukah justru menghilangkan memorinya secara permanen di kursi pemeriksaan?

Mari kita saksikan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s