Tips Menggunakan Linkedin Yang Optimal

Pada postingan yang lalu aku menulis tentang bagaimana tawaran kerja yang masuk kepadaku ternyata melalui situs social network: linkedin. Pada awalnya terus terang aku, atau kita semua under-estimated terhadap situs jejaring social yang satu ini…ah paling sama kayak facebook, cuma disitu lebih kepada orang-orang kerja, kita bisa cari teman-teman kita kerja dimana saja atau saling memberikan testimony, that’s it!.
Tapi, ternyata pandangan itu salah besar. Linkedin merupakan ajang “pamer” terhadap diri kita secara professional, bukan pamer yang negatif. Pencapaian karir kita yang dilihat dari pengalaman kita bekerja, project yang kita kerjakan, posisi apa kita disitu dan semua yang kita tulis disitu ternyata betul-betul menjual. Menurut survey, saat ini hampir 60% HRD perusahaan bonafid di dunia menggunakan linkedin untuk melakukan seleksi awal.
Meskipun tetap juga perusahaan itu memposting iklan lowongan kerja, namun tahukah anda, ketika mereka mendapatkan kandidat yang cocok dari iklan mereka, banyak dari mereka akan melakukan survey diam-diam dan cara tercepat adalah dengan cara online tracking.
Tentu saja yang pertama mereka tuju adalah linkedin. Dalam ceritaku sendiri, aku di tawari pekerjaan langsung melalui linkedin, artinya si recruiter langsung mencari melalui linkedin dan mendapatkan namaku, powefull bukan?

Linkedin launching pertama kali pada tahun 5 Mei 2003 Yang sedari awal fokus untuk ajang “pamer” karir dan bisnis. So, berikut kelebihannya:

  1. Anda bisa menulis semua isi curriculum vitae anda, ya semuanya..tanpa khawatir menghabiskan halaman isi kertas dimana si recruiter hanya membaca sambil sekilas kemudian menjadi sampah.
  2. Sebagai situs online, linkedin dilengkapi dengan multimedia platform pada halaman CV anda yang tidak bisa anda tampilkan jika menggunakan CV print out
  3. Dilengkapi dengan platform pertemanan, akses kepada perusahaan yang terdaftar dan dilengkapi dengan mode “searching” yang mana anda bisa mengakses dan mencari rekan kerja, kandidat atau perusahaan dimanapun berada. Tentunya yang terdaftar di linkedin.
  4. Saat ini dilengkapi dengan halaman “pulse”, dimana anda bisa memposting sebuah artikel yang tentunya bisa dibaca oleh semua pembaca linkedin dari seluruh dunia. Tentunya kita juga bisa membaca artikel dari orang lain dari seluruh dunia pula.
  5. Dari ke-empat kelebihan tadi, linkedin merupakan gabungan dari social online networking, website dan blog.
So, dengan kelebihan-kelebihan yang dimiliki, amatlah sayang kalau kita yang setiap hari berkutat dengan gadget smartphone yang entahlah apa serinya, laptop, internet  dengan aplikasi social media online hanya ber-say hei, gossip atau keseringan posting motivasi ala Mario Teguh. Cukuplah pak Mario yang memotivasi dengan kata-katanya, jangan di copy paste.
Kita bisa meng-upgrade diri kita, perusahaan kita (untuk yang pengusaha) dan meng-upgrade teman-teman kita untuk maju bersama.

Lalu bagaimana cara meng-upgrade diri kita di online social media via Linkedin? Tips dibawah ini berdasarkan apa yang aku lakukan, jadi mungkin tidak sama bagi setiap orang, tapi secara umum Insha Allah berguna. Untuk yang membutuhkan please check it out:

  1. Isilah nama linkedin anda secara lengkap, gunakan nama asli, jangan disingkat kecuali kepanjangan (> 3 suku nama)..tidak direkomendasi menggunakan inisial apalagi nama alay.
  2. Pasang foto anda dengan baik. Baik itu berkategori : 1. Formal (Jas, kemeja) dan santai.
    • Tips: Hindari memasang pas foto seperti foto KTP, foto 3×4 atau foto non-formal (selfie, alay dsb). Yang paling disukai adalah foto formal namun tetap santai, misal anda memakai pakaian kerja namun sedang tersenyum, atau foto dengan latar belakang project anda.  Pastikan pasang foto yang jelas dan tidak buram/shake.
  3. Cantumkan semua email gratisan anda. NOTE: Anda akan lebih terlihat professional jika alamat email anda adalah nama anda: Contoh: budihermawan@gmail.com atau budi.her82@gmail.com. Jangan boedi.luthu-n4n-imo3t@gmail.com
  4. Isi biodata anda seperti anda mengisi CV. Isilah secara JUJUR dan LENGKAP; riwayat pendidikan, riwayat pekerjaan plus job desk dan training. Jangan sekali-kali mencantumkan posisi direktur jika anda hanyalah staff ha..ha.
    • Tips: Ketika anda menambahkan riwayat kerja dan job desk, lebih baik tuliskan lebih dulu latar belakang perusahaan/project yang anda pernah lakukan baru kemudian job desk, ini menimbulkan keyakinan di alam bawah sadar si pembaca bahwa anda memang qualified di bidang atau perusahaan/project tersebut. Trust me it works!
  5. Tambahkan semua sertifikat yang anda miliki. Bukan hanya dicantumkan, anda pun bisa meng-upload sertifikat anda. Anda khawatir disalahgunakan? Jangan khawatir, ketika di download, ukuran filenya sudah ter-reduce banyak. So, pasti tidak bagus jika di print-out.
  6. Lihat kelebihan nomor 2 di atas. Yup tambahkan foto, video, slide presentasi agar anda terlihat smart dan serius dalam karir anda. Ini juga strategi alam bawah sadar.
    • Tips: Gunakan byte yang kecil, convert foto hingga < 150 kb, upload maksimal 3 file saja (foto, video dan presentasi) agar file anda tidak berat ketika di loading.
  7. Banyak perusahaan yang menyukai calon karyawan yang pernah terlibat dalam misi kemanusiaan (volunteer) dan organisasi mahasiswa. So, cantumkan jika ada.
  8. Teman? Buat koneksi sebanyak mungkin dan seluas mungkin. Jangan lupa berikan rekomendasi kepada teman anda dan mintalah rekomendasi balik.
  9. Follow perusahaan yang sesuai dengan bidang anda, tapi tak menutup juga untuk yang diluar bidang. Intinya buatlah sebanyak mungkin koneksi.
  10. Sempatkanlah berinteraksi dengan koneksi anda , yakinlah 80% pekerjaan dan bisnis didunia di dapat dari koneksi. Jika ada rekan anda yang pindah kerja atau naik jabatan, gak ada salahnya untuk mengucapkan “Congrats!” meskipun anda belum kenal. Siapa tahu ketika dia butuh nanti, anda bisa di kontaknya.
  11. Terakhir, buatlah resume anda dari point 1-9 di atas menggunakan bahasa Inggris, aku rasa ini sudah umum ya kalau pengguna dan pembaca linkedin adalah dari seluruh dunia.
Ya itu tadi tips untuk membuat diri kita ‘dilihat’ orang di dunia maya, meskipun ini hanyalah salah satunya namun ternyata it works!. Apa yang aku lakukan di atas ternyata direspon dengan baik.
So, gak ada salahnya untuk teman-teman untuk saling memperbaiki diri dan meningkatkan “value” diri kita masing-masing. Toh ini bagian dari ikhtiar kita 🙂
Good Luck! dan Selamat berjuang!!
Advertisements
About

Tukang Ngopi. “Kemampuan membaca itu sebuah rahmat. Kegemaran membaca; sebuah kebahagiaan.” ― Goenawan Mohamad Sila baca blog saya yang lain di http://srimayainvestment.blogspot.com

Posted in Tips

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Follow laptop paijo on WordPress.com

Jangan lupa masukkan email anda disini ya

Arsip Tulisan
KURUSETRA

and the Bharatayuda within

The Second Avenue

Indonesia Street Photography

Shoot New York City Blog

Photo Tours & Street Photography Workshops

John Wreford Photographer

Words and Pictures from the Middle East & Balkans

Cerita Motivasi - Kumpulan Kisah Inspirasi Terbaik

Kumpulan cerita motivasi, kisah inspiratif, cerita bijak, kisah teladan. Bisa dijadikan renungan agar kehidupan menjadi lebih baik.

Ruang Baca

saya tak memiliki apapun, tak juga surga, tak juga neraka

khsblog :-D

Tulis, Telas dan Tulus...

Daun Woka

Berlarilah Mengejar Mimpi namun jangan sekali-kali berlari terlalu jauh dari sejarah

GAYOTAKENGON

Budaya kopi...Kopi budaya... heal and real..

Lazione Budy

'Saoirse' is not a word, it's angel

Gorboman Running

Mengulas hobi secara jujur dari sudut pandang orang awam.

George Lakoff

George Lakoff has retired as Distinguished Professor of Cognitive Science and Linguistics at the University of California at Berkeley. He is now Director of the Center for the Neural Mind & Society (cnms.berkeley.edu).

Rottin' in Denmark

Is this gentleman bothering you?

Emanuel Setio Dewo

Mari berkarya

Omnduut

Melangkahkan kaki ke mana angin mengarahkan

ngalor ngidul ketemu kiblat

Berjumpa Hikmah dari Berbagai Arah (Sapi Betina 115)

leniaini blog

between thoughts and memories