The Intelligence Investor, Are You?

His thesis was the savings of only $15 per month invested in good common stocks – with dividen reinvested – would produce an estate of $80.000 in twenty years againts total contributions of only $3600.
Satu paragraph yang tertulis pada halaman introduction di buku investasi paling berpengaruh di seluruh dunia: “The Intelligence Investor” karya maestro investasi Benjamin Graham yang telah menginspirasi ribuan, bahkan ratusan ribu orang untuk kembali mendalami strategi investasi yang memang terbukti paling ampuh selama puluhan tahun: Value Investing.

Continue reading

Advertisements

Dokumen Keberangkatan ke Qatar

Banyak yang bertanya dokumen-dokumen apa saja yang diperlukan untuk keberangkatan ke Qatar ketika confirmation letter sudah kita terima, kita perlu mengurus ini sementara visa diurus perusahaan. Sebetulnya semua persyaratan dokumen tertera di email yang dikirim segera setelah confirmation letter kita terima. Kebetulan karena saya mendapat status sebagai “single” di tahun pertama, dokumen yang diperlukan tidak terlalu banyak.

Diantaranya:

  1. Medical Check-up
  2. PCC / Police Clearance Certificate attested by Foreign Affair of Indonesia & Qatar Embassy
  3. Ijazah (degree certificateattested by Foreign Affair of Indonesia & Qatar Embassy
  4. Surat paklaring (Work Statement) dari semua perusahaan lama
  5. Scan / Copy valid passport

Pas photo terbaru ukuran passport 4×6 latar belakang biru dan putih (siapkan masing-masing 30 lembar untuk dibawa nanti ke Qatar)

Medical Check Up

Pertama adalah Medical Check-up, MCU yang diminta tidak terlalu ribet, tidak perlu ke GAMCA center di gedung Binawan Kalibata Raya. Ada memang yang seperti itu, tapi Alhamdulillah aku tidak. Perusahaan tempatku kerja hanya mensyaratkan “reputable hospital”, jadilah aku MCU di RS Premier Jatinegara.

MCU nya apa saja? Intinya MCU standard, yang utama ialah anda bebas TBC dan HIV. Biayanya? Total biaya dengan list yang tertera dibawah sebesar 950 ribu. Semua biaya MCU ini akan di reimburse ke perusahaan nanti setelah kita tiba di Qatar.

Berikut list medical check up:

  1. Cek darah lengkap
  2. Urine
  3. HIV
  4. Torax (x-ray)
  5. Pemeriksaan fisik standard

Police Clearence Certificate (PCC)

Kedua adalah PCC (Police Clearance Certificate) atau Surat Kelakuan Catatan Kepolisian (SKCK) dari Mabes Polri.

Alur pembuatan PCC adalah sebagai berikut:

  1. Surat pengantar RT/RW (1 hari, karena RW biasanya buka malam setelah Isya)
  2. Pagi-pagi bawa ke Kelurahan, bilang minta pengantar SKCK (gratis –  gak sampai ½ hari)
  3. Polres (bayar 10 ribu– ½ hari) – siapkan foto 4×6 latar belakang merah 6 lembar
  4. Mabes Polri (bayar 10 ribu – ½ hari. Tips: sebisa mungkin jangan ditinggal, ditunggu saja sampai betul-betul selesai ). Masuknya lewat pintu samping yang searah Al-Azhar. Jangan lupa siapkan foto 4×6 latar belakang merah 6 lembar.

Prosedur Legalisasi Dokumen

Setelah mendapat PCC (bahasa inggris), langkah berikutnya adalah membawa PCC bersama dengan Ijazah untuk di legalisasi sebelum ke kedutaan Qatar. Alur legalisasi adalah:

  1. Kementrian Hukum dan HAM Ditjen AHU (Administrasi Hukum Umum)
  2. Dirjen Protol Konsulat Kementerian Luar Negeri
  3. Kedutaan Qatar.

Kementerian Hukum dan HAM – Ditjen AHU

Kementrian Hukum dan HAM Ditjen AHU letaknya di Jl. H.R. Rasuna Said Kav 6-7 Kuningan
Jakarta Selatan 12490. Dari mall Ambassador tinggal belok kiri di ujung jalan, letaknya di pojok belokan itu.

Sampai disana, langsung tanya gedung yang khusus untuk legalisir (bagian administrasi) dan naik ke lantai 3. Yang perlu disiapkan:

  1. Materai 6000 rupiah
  2. Fotokopi KTP
  3. Map warna apa saja.
  4. Dokumen

Aku pun mendatangi petugas yang terlihat nganggur (padahal konsumen calo banyak) sambil mendengarkan earphone. Setelah melihat sekilas dokumen, dia langsung bertanya.

“Dari universitas swasta ya?”

“Iya” jawabku

“Wah, gak bisa langsung mas, perlu di legalisir dulu ke DIKTI”

“HAH..DIKTI mbak?, dokumen saya harus masuk hari ini..mana sempet ke DIKTI..”

“Oke mas, ini bisa sih asal ada legalisir notaris”

“Oh yaudah gapapa mbak, mana notarisnya?”

“Ada mas, tuh disitu” aku pun ditunjukkan deretan orang berbaris yang ada di DALAM ruangan itu. Okelah mau bagaimana lagi, langsung saja ku datangi si “notaris” tersebut.

Dengan rayuan ala calo dia menjanjikan bahwa dokumenku bisa selesai 3 hari hingga ke kementrian luar negeri terima beres dengan biaya 400 ribu. Serta merta aku menolak karena resminya paling cepat 3 hari selesai.

Akhirnya aku diberitahu oleh petugas di depan pintu masuk bahwa Notaris yang asli belum datang, kalau mau menunggu bisa sejam lagi. Ya tak apalah menunggu satu jam toh daripada bayar 400 ribu. Enggak sampai sejam akhirnya si notaris asli datang, penampilannya bersih dan parlente, cara bicaranya juga beda.

Akhirnya aku langsung mendatangi notaris tersebut dan membayar 30 ribu rupiah per lembar untuk biaya legalisir. Yang perlu dilegalisir notaris:

  1. Ijazah ( kalau dari universitas swasta pasti, kalau dari universitas negeri enggak perlu)
  2. KK (jika diminta)
  3. Akta lahir (jika diminta)
  4. Buku nikah (jika diminta)

PCC enggak perlu, jangan sampai tertipu. Setelah dilegalisir dokumen pun masuk ke petugas dengan mulus tanpa ambil nomor antrian. Setelah mengecek sebentar, kemudian kita akan diberikan formulir yang berisi nama, alamat, negara tujuan dan jenis dokumen yang ingin anda legalisir.

Setelah kita isi selanjutnya akan diberikan tanda terima tiga rangkap, satu untuk pembayaran ke bank dan dua untuk anda tunjukkan ketika ambil dokumen.

Loket bank terdapat di depan loket legalisasi, biayanya adalah 25 ribu untuk biaya legalisasi plus 5 ribu biaya retribusi. Setelah itu kembali ke loket tadi untuk memberikan bukti pembayaran.

Tiga hari kemudian dokumen sudah bisa diambil. Waktu itu aku ingat memasukkan dokumen hari kamis siang dan diambil di hari senin siang. Enggak lama kan?


Dirjen Protokol dan Konsulat Kementerian Luar Negeri

Setelah ambil dokumen di Kemenkumham, dari situ aku lanjut ke Dirjen Protokol dan Konsulat Kementerian Luar Negeri yang beralamat di Jl Pejambon no 6. Jakarta.

Di Kemenlu terlihat sepi, sangat berbeda dengan Kemenkumham, dokumen ku kembali masuk dengan aman dan disuruh menunggu..tak sampai satu jam, dokumen ku  sudah bisa diambil…wow, legalisir berhasil. Yang pelu dibawa adalah:

  1. Materai 6000 rupiah
  2. Fotokopi KTP
  3. Map berwarna kuning
  4. Dokumen

Oya, kalau ada ijazah atau dokumen apapun yang dibutuhkan dan itu belum ada bahasa inggrisnya, harus di translate dulu menggunakan penerjemah tersumpah (sworn translatter), terutama jika anda langsung mendapat family status dari perusahaan di Qatar. KK, akte lahir anak dan buku nikah wajib di translate lebih dahulu sebelum di legalisir.

Next..Kedutaan Qatar…

Kedutaan Qatar alamatnya di JI DR Ide Anak Agung Gde Agung, Block E 2.3 No.4. Kawasan Mega Kuningan. Jakarta Selatan. Jam memasukkan dokumen adalah pada pukul 9.00-12.00 WIB dan mengambil dokumen pada pukul 13.00-15.00 WIB.

Besok paginya aku submit dokumen, biayanya 70 ribu untuk dua dokumen yang di bayarkan di QNB bank, jangan khawatir..QNB bank ada di seberang kedutaan, tinggal nyebrang ke kiri sedikit.

Di kedutaan, dokumen di proses tiga hari kerja terhitung mulai dari kita submit dokumen, enggak lama kok dan kita bisa telepon dahulu untuk menanyakan status. Nomor telepon kedutaan Qatar di 021-57906560.

SCAN, SAVE, BACK-UP & COPY

Setelah dokumen semua beres, jangan pernah lupa untuk scan, save, back up dan copy segala sesuatunya. Setelah di scan, save di driver laptop, buat back-upnya di external hard-disk dan USB, lalu fotocopy dokumen-dokumen diatas.

Alangkah baiknya untuk save juga di google drive. Buat akun google drive dan install aplikasinya di smartphone. Kita bisa mengakses dokumen kita disana jikalau terjadi sesuatu seperti KTP hilang, Passport hilang, working visa dan sebagainya. It’s work!

Salam

Tips Menggunakan Linkedin Yang Optimal

Tips Menggunakan Linkedin Yang Optimal
Pada postingan yang lalu aku menulis tentang bagaimana tawaran kerja yang masuk kepadaku ternyata melalui situs social network: linkedin. Pada awalnya terus terang aku, atau kita semua under-estimated terhadap situs jejaring social yang satu ini…ah paling sama kayak facebook, cuma disitu lebih kepada orang-orang kerja, kita bisa cari teman-teman kita kerja dimana saja atau saling memberikan testimony, that’s it!.
Tapi, ternyata pandangan itu salah besar. Linkedin merupakan ajang “pamer” terhadap diri kita secara professional, bukan pamer yang negatif. Pencapaian karir kita yang dilihat dari pengalaman kita bekerja, project yang kita kerjakan, posisi apa kita disitu dan semua yang kita tulis disitu ternyata betul-betul menjual. Menurut survey, saat ini hampir 60% HRD perusahaan bonafid di dunia menggunakan linkedin untuk melakukan seleksi awal.
Meskipun tetap juga perusahaan itu memposting iklan lowongan kerja, namun tahukah anda, ketika mereka mendapatkan kandidat yang cocok dari iklan mereka, banyak dari mereka akan melakukan survey diam-diam dan cara tercepat adalah dengan cara online tracking.
Tentu saja yang pertama mereka tuju adalah linkedin. Dalam ceritaku sendiri, aku di tawari pekerjaan langsung melalui linkedin, artinya si recruiter langsung mencari melalui linkedin dan mendapatkan namaku, powefull bukan?

Linkedin launching pertama kali pada tahun 5 Mei 2003 Yang sedari awal fokus untuk ajang “pamer” karir dan bisnis. So, berikut kelebihannya:

  1. Anda bisa menulis semua isi curriculum vitae anda, ya semuanya..tanpa khawatir menghabiskan halaman isi kertas dimana si recruiter hanya membaca sambil sekilas kemudian menjadi sampah.
  2. Sebagai situs online, linkedin dilengkapi dengan multimedia platform pada halaman CV anda yang tidak bisa anda tampilkan jika menggunakan CV print out
  3. Dilengkapi dengan platform pertemanan, akses kepada perusahaan yang terdaftar dan dilengkapi dengan mode “searching” yang mana anda bisa mengakses dan mencari rekan kerja, kandidat atau perusahaan dimanapun berada. Tentunya yang terdaftar di linkedin.
  4. Saat ini dilengkapi dengan halaman “pulse”, dimana anda bisa memposting sebuah artikel yang tentunya bisa dibaca oleh semua pembaca linkedin dari seluruh dunia. Tentunya kita juga bisa membaca artikel dari orang lain dari seluruh dunia pula.
  5. Dari ke-empat kelebihan tadi, linkedin merupakan gabungan dari social online networking, website dan blog.
So, dengan kelebihan-kelebihan yang dimiliki, amatlah sayang kalau kita yang setiap hari berkutat dengan gadget smartphone yang entahlah apa serinya, laptop, internet  dengan aplikasi social media online hanya ber-say hei, gossip atau keseringan posting motivasi ala Mario Teguh. Cukuplah pak Mario yang memotivasi dengan kata-katanya, jangan di copy paste.
Kita bisa meng-upgrade diri kita, perusahaan kita (untuk yang pengusaha) dan meng-upgrade teman-teman kita untuk maju bersama.

Lalu bagaimana cara meng-upgrade diri kita di online social media via Linkedin? Tips dibawah ini berdasarkan apa yang aku lakukan, jadi mungkin tidak sama bagi setiap orang, tapi secara umum Insha Allah berguna. Untuk yang membutuhkan please check it out:

  1. Isilah nama linkedin anda secara lengkap, gunakan nama asli, jangan disingkat kecuali kepanjangan (> 3 suku nama)..tidak direkomendasi menggunakan inisial apalagi nama alay.
  2. Pasang foto anda dengan baik. Baik itu berkategori : 1. Formal (Jas, kemeja) dan santai.
    • Tips: Hindari memasang pas foto seperti foto KTP, foto 3×4 atau foto non-formal (selfie, alay dsb). Yang paling disukai adalah foto formal namun tetap santai, misal anda memakai pakaian kerja namun sedang tersenyum, atau foto dengan latar belakang project anda.  Pastikan pasang foto yang jelas dan tidak buram/shake.
  3. Cantumkan semua email gratisan anda. NOTE: Anda akan lebih terlihat professional jika alamat email anda adalah nama anda: Contoh: budihermawan@gmail.com atau budi.her82@gmail.com. Jangan boedi.luthu-n4n-imo3t@gmail.com
  4. Isi biodata anda seperti anda mengisi CV. Isilah secara JUJUR dan LENGKAP; riwayat pendidikan, riwayat pekerjaan plus job desk dan training. Jangan sekali-kali mencantumkan posisi direktur jika anda hanyalah staff ha..ha.
    • Tips: Ketika anda menambahkan riwayat kerja dan job desk, lebih baik tuliskan lebih dulu latar belakang perusahaan/project yang anda pernah lakukan baru kemudian job desk, ini menimbulkan keyakinan di alam bawah sadar si pembaca bahwa anda memang qualified di bidang atau perusahaan/project tersebut. Trust me it works!
  5. Tambahkan semua sertifikat yang anda miliki. Bukan hanya dicantumkan, anda pun bisa meng-upload sertifikat anda. Anda khawatir disalahgunakan? Jangan khawatir, ketika di download, ukuran filenya sudah ter-reduce banyak. So, pasti tidak bagus jika di print-out.
  6. Lihat kelebihan nomor 2 di atas. Yup tambahkan foto, video, slide presentasi agar anda terlihat smart dan serius dalam karir anda. Ini juga strategi alam bawah sadar.
    • Tips: Gunakan byte yang kecil, convert foto hingga < 150 kb, upload maksimal 3 file saja (foto, video dan presentasi) agar file anda tidak berat ketika di loading.
  7. Banyak perusahaan yang menyukai calon karyawan yang pernah terlibat dalam misi kemanusiaan (volunteer) dan organisasi mahasiswa. So, cantumkan jika ada.
  8. Teman? Buat koneksi sebanyak mungkin dan seluas mungkin. Jangan lupa berikan rekomendasi kepada teman anda dan mintalah rekomendasi balik.
  9. Follow perusahaan yang sesuai dengan bidang anda, tapi tak menutup juga untuk yang diluar bidang. Intinya buatlah sebanyak mungkin koneksi.
  10. Sempatkanlah berinteraksi dengan koneksi anda , yakinlah 80% pekerjaan dan bisnis didunia di dapat dari koneksi. Jika ada rekan anda yang pindah kerja atau naik jabatan, gak ada salahnya untuk mengucapkan “Congrats!” meskipun anda belum kenal. Siapa tahu ketika dia butuh nanti, anda bisa di kontaknya.
  11. Terakhir, buatlah resume anda dari point 1-9 di atas menggunakan bahasa Inggris, aku rasa ini sudah umum ya kalau pengguna dan pembaca linkedin adalah dari seluruh dunia.
Ya itu tadi tips untuk membuat diri kita ‘dilihat’ orang di dunia maya, meskipun ini hanyalah salah satunya namun ternyata it works!. Apa yang aku lakukan di atas ternyata direspon dengan baik.
So, gak ada salahnya untuk teman-teman untuk saling memperbaiki diri dan meningkatkan “value” diri kita masing-masing. Toh ini bagian dari ikhtiar kita 🙂
Good Luck! dan Selamat berjuang!!