Tips Buat Kamu Supaya Move On Dari Raisa

Raisa-Dilamar-Hamish-Daud-Malam-IniHay gaes, ketemu edisi yang pertama nih di rubrik Curhat Dong Oom ala ngawur bersama dengan Oomdo, panggil aja Oom.

Disini kita (masih) bahas Raisa, Raisa Andriana, bukan yang lain. Tapi sebelumnya, Oom dari hati terdalam ingin mengucapkan salam duka cita buat kamu para jomblo yang sampai dua bulan yang lalu masih dengan syahdu memandangi foto Raisa -si penyanyi sepeda Presiden- di smartphone kalian masing-masing, tatapan yang bagi sebagian orang seperti melihat es teh manis di saat siang bolong bulan puasa, padahal itu botol kecap.

Oom sangat mengerti apa arti Raisa buat klean, ditengah gemuruh genderang perang antara tim bumi datar dan tim bumi bulat, di antara pergolakan Amien Rais vs KPK, disaat kalian sibuk mengganti remote tv dari MNC ketika Mars Perindo dikumandangkan, ke acara bioskop keren Global TV.

Dan disaat klean tengah GALAU bersiap untuk ditanya nanti pas lebaran “gandengannya mana” atau “calonnya mana nih, kesian amat mblo”. Raisa mengobati itu semua.

Masih terbayang banyaknya share postingan di fesbuk ketika Raisa dengan wajah cantiknya berpose didepan sepeda dari pak Presidem, senyum yang membius klean semua. Oom lihat klean cepat-cepat share dengan tak lupa mention “aduh, eneng cakep amattt”, “Ati-ati ya neng, naik sepedanya, klo jatuh entar lecet”, atau “Huh, dapet sepeda dari nastak aja bangga!”. Nah, yang terakhir itu jarang, tapi niscaya.

Ya, itu semua harus klean tutup rapat-rapat sekarang, seperti klean tahu, Raisa sudah dilamar oleh cowok yang biasa-biasa aja, cuma menang keberuntungan, dialah Hamish Daud. Beberapa klean mungkin merasa dendam, atau merasa dongkol, itu hal yang manusiawi. Tapi ketahuilah, hidup harus terus berjalan.

Jadi atas dasar kemanusiaan yang hakiki Oom akan coba bantu berikan tips & trick cinta bagi klean yang susah move on, ini berguna untuk klean kedepan, jadi tolong diperhatikan baik-baik.

Yakinlah bahwa Hamish itu gak ada apa-apanya.

Siapa itu Hamish? Muncul aja cuma pas di acara traveling keroyokan, yang belakangan lebih fokus nampilin cowok telanjang dada (eh..susah cari kata pengganti), terus sok-sok-an mesra sama Nadine Chandrawinata biar kliatan keren gitu, padahal enggak gaes, biasa aja.

Hamish itu dibanding klean gak ada apa-apanya, Hamish cuma menang di mata, idung, rambut, dagu, jidat, postur tubuh, jempol kaki, telinga dan dompet, selebihnya masih kerenan klean gaes, yakin.

Makanya gak usah di bawa baper, santai aja cuy, sruput kopi, minum paramex.

Hamish bawa Alphard? Cih!

Apa sih kelebihan Alphard dibanding Avanza Xenia atau bahkan motor matik mu? Pertama nih, kita gak tau kan kalau Alphard itu sudah lunas apa belum? Nah, positif thinking aja kalau klean tuh masih lebih dahsyat, tentu saja karena adanya cicilan yang menggantung di pundakmu. Cowok dengan cicilan itu sexy gaes, serius. Jadi jangan sekali-kali melihat cowok itu dari mobil mewah. Setidaknya ini hasil diskusi Oom dengan Madamme Van Julit.

Apa itu mobil mewah dia sendiri? nyicil? atau bahkan pinjem? Disini Oom harus nahan kentut tawa. Cowok dengan cicilan itu gentle, jantan gaes. Dan itu kamu, ya kamu.

Sejuta Cewek Menantimu

Dengan keseksian kamu dalam hal cicilan, dan kekerenan kamu dalam hal penampilan, yakinlah bahwa Tuhan itu Maha Penolong, dan Maha Pengasih. Jadi perbanyak zikir, kurangi demo dan tentunya kamu harus percaya diri, bahwa cewek syantiq itu bukan cuma Raisa. Gak usah mandangin doi tiap hari, kasihan smartphone kamu, bosen lihat mukak mu.

Kalaupun kamu tipe pasrah dan kurang pergaulan, coba deh gukling, Oom yakin kalau mbah gukling kamu ngerti kan? Gukling sekarang, “cewek syantique di Bekasi Indonesia”, udah klik? Lho kok belom? Ayo buruan, waktu mendesak umur gaes!…nah, udah kan, lihat tuh, berjibun tuh yang muncul, dari situs biro jodoh sampai situs esek-esek. Apa kata Oom, yakin, tawadlu, konsisten namun tetap qanaah.

For your info ni gaes, cewek jomblo yang menanti dadamu didunia itu jumlahnya tak kurang dari 100 jutaan. Dan di Indonesia sendiri tak kurang dari 70 jutaan, apalagi di Bekasi, apalagi di Depok, apalagi di Poliwali Mandar, masih banyak gaes (belum lagi yang gak puas sama pasangan). Dan mereka menantimu, ya kamu.

Tapi gimana Oom, saya minder belum ada penghasilan?

Duh Gusti..sebetulnya Oom ingin nulis “Oom nyerah, mblo..”, tapi daripada klean guling-guling terus kabur ke Arab, Oom tidak..lebih tepatnya “belum” untuk menyerah. Kamu tahu gak? Enggak kan..gak tahu kalau bapak Pembangunan kita yang masyhur berkuasa selama 33 tahun di Indonesia itu modalnya dengkul waktu datang ngelamar wanita anggun keturunan ningrat jawa.

Kalau Bung Karno role model untuk cowok playboy tulen nan kharismatik, maka Pak Harto adalah role model lelaki tenang namun menghanyutkan, termasuk urusan asmara.

Bergerak dalam diam, beraksi dalam rasa, itulah Pak Harto, tanpa modal apa-apa dan koar-koar, tapi bisa mendapatkan wanita yang punya pengaruh dalam 33 tahun kekuasaan di Indonesia, itulah ibu Tien. Jadi mblo, kamu masih minder?

Jadi, move on lah dari Raisa, Oom yakin bisa. Hamish bukan lawan klean, ingat itu. Tapi kalo sampe Bastian Steel aja bisa ngegebet cewek sekelas Chelsea Islan, dan kamu sekarang masih ngeluh jomblo…Duh, Ya Allah Gusti..

Dimuat di NGAWURSIANA.COM

Hisana Dan Sabana, Pahlawannya Kaum Proletar

ayamscrible

Jika ada hal di bumi ini yang bisa memecah belah bangsa Indonesia, bisa dipastikan ayam goreng Hisana dan Sabana ada diperingkat keempat. Siapa tempat pertama? Tentu saja perpecahan tergoblok antara pendukung Jokowi dan Prabowo, kedua adalah pendukung Ahok dan Anies, ketiga adalah HTI+Mars Perindo vs non keduanya, dan yang keempat adalah dua pilihan ayam goreng, Hisana atau Sabana.

Hisana dan Sabana, dua saudara kembar lain ayah lain ibu, sekilas, mereka tampak sangat mirip, hanya ibu-ibu naik motor matik yang mampu melihat dengan indera keenam, ini Hisana atau itu Sabana. Mereka kembar tapi tak sama.

Hisana dan Sabana, lahir dari kultur budaya post-modernime yang hits. Menurut Foucault, post-modernisme adalah bentuk radikal dari kemodernan yang akhirnya bunuh diri. Siapa itu simbol kemodernan di pusat khazanah ayam goreng? Tak lain tak bukan, ialah Kaefsi yang agung, simbol modernitas kaum urban, yang berhasil menaikan martabat ayam setara Honda Civic. So, gaes..mari beri hormat bagi Kolonel Sanders.

Kaefsi, dari sebuah kedai kecil di Kentucky dan hasil eksperimen berulang-ulang kolonel Sanders yang dihiperbolis oleh media, telah menjelma menjadi simbol modernisasi, dalam waktu singkat, Kaefsi berhasil menarik minta para kaum urban kota bukan saja suka, tapi juga ketagihan.

Kaefsi masuk ke Indonesia pada tahun 1979 di jl Melawai, dan semenjak itu Kaefsi seakan jadi gaya hidup urban. Bumbu ayam khas yang menyerap sampai di tulang ditambah krius ayamnya adalah candu bagi warga Indonesia yang gumunan, suka heran dan latah jika ada yang baru, apalagi dari aseng.

Tahun 2017 ini, nyaris tak ada mall bahkan plaza kecil yang berdiri tanpa Kaefsi di Jakarta dan jika tak ada Kaefsi, hampir dipastikan mall tersebut tak berumur panjang.

Tapi apakah Kaefsi menjangkau semua kalangan? Ternyata tidak juga, Kaefsi memposisikan diri tetap menjadi waralaba “kelas menengah atas”, harga satu ayam goreng dibanderol tak kurang dari 20-30 ribu, per paket dengan nasi dan minum dibaderol 40-50 ribu, mahal.

Coba hitung, andikan gaji UMR anda 3 juta perbulan, setelah dipotong ini itu maka sisa uang yang anda pegang tinggal 500 ribu, apakah anda tega sisa uang itu untuk membeli sepaket Kaefsi? Bagi mereka, harga paket Kaefsi adalah suatu bentuk bedebah pasca reformasi yang nyata. Untuk itu muncul kreatifitas anak negeri yang menjawab kegelisahan para bangsa sudra ini.

Dimulai dari munculnya resep ayam Kaefsi rumahan, dengan segala modifikasi bumbu basah dan bumbu kering ditambah merica ataupun cabe rawit, bahkan ada pula yang bereksperimen dengan plastik khas tukang gorengan. Tapi dari semua resep yang muncul, tak ada yang benar-benar mirip dengan Kaefsi, ibu saya sendiri pernah bikin, rasanya mirip tapi agak mblenyek, kurang garing.

Diakui, sulit menemukan resep yang sempurna, sampai akhirnya thn 2006 lalu, dilatarbelakangi tipisnya dompet akhir bulan mahasiswa, saya pun terdampar di kedai ayam kriuk dibilangan Ciputat persis samping tukang jamu, rasanya?..mirip! tapi yang pasti kriusnya, pas!..Eureka!

Kedai itu bernama Hisana, dengan kedai sangat sederhana, bahkan dipandang sebelah mata. Tentu saja, karena harga ayam goreng Hisana yang murah, hanya 8 ribuan untuk sayap dan 10 ribuan untuk sekelas dada. Bagaimana tidak mencurigakan? Istri saya saja sempat suudzon bahwa daging ayam Hisana adalah daging tikus, masyaallah, mana ada daging tikus yang bentuknya sama kayak stick paha ayam?

Jika BPS merilis angka patokan masyarakat hidup layak, maka dipastikan pelanggan Hisana adalah masyarakat yang berada di bawah angka patokan BPS. Ini bukan hinaan, ini adalah lecutan semangat. Hisana bisa berkembang dengan mempertahankan pasar utamanya, kaum proletar. Harganya selalu bersahabat dimanapun berada.

Sesuai hukum rimba bisnis, tukang cilok laris melahirkan tukang cilok baru, begitupula dengan Hisana, munculah beragam merek ayam goreng ala Kaefsi, ala Hisana, ayam goreng dengan tepung kriuk yang sporadis, tak hanya lima, sepuluh, tapi mungkin hingga ratusan.

Dan setelah terjadi persaingan sistem gugur, munculah Sabana sebagai pesaing abadi Hisana. Apa bedanya? Hisana, terus terang saja, dikaruniai rasa yang lebih rempah dan lebih pedas, rasanya cocok untuk semua lidah dan jika diukur ukuran ayamnya lebih besar dari Sabana.

Sedangkan Sabana, rasanya bagi saya lebih gurih dan lebih tasty, hanya saos sambalnya yang perlu dipermak dikit. Susah mana yang harus dieliminasi, bahkan oleh Chef Juna sekalipun.

Sama seperti Kaefsi versus Teksas di divisi utama, begitupun di divisi satu antara Hisana dan Sabana. Meskipun Kaefsi masih unggul dan tak terkalahkan secara bisnis, tapi setidaknya hadirnya Hisana dan Sabana telah menjadi obat bagi banyak kaum proletar di negeri ini, kaum yang masih berhak untuk sekedar mencicipi renyahnya ayam goreng restoran.

Kamu suka yang mana?

Note: Oya kang, lalu apa peringkat kelima pemecah belah bangsa Indonesia tadi? Yaelah…apalagi sih kalau bukan Indomart vs Alfamart? Gitu kok nanyak.

Kisah Tentang Otak

Dua jam sudah
Aku bolak-balik keluar-masuk bilik hijau
Mamak bertanya
Sedang apa dirimu

Aku sedang bingung, aku ingin menulis
Tulislah… tulislah apa yang ingin kau tulis
Tak bisa Mamak
Menulis butuh otak

Otakku sudah tidak ada, kubuang dahulu kala
Bodohnya kau
Mengapa kau buang benda kesayangan Tuhan
Sedari kukecil, aku selalu diledek oleh teman-teman sekolah

Katanya aku tak berotak
Bahkan untuk menjawab hitungan pun aku tak sanggup
Lebih baik buang otakmu di tong sampah, itu kata temanku dahulu Mamak
Carilah otakmu, carilah di tong sampah belakang rumah

Siapa tahu masih ada

Ah mamak, otakku masih ada
Angkat perlahan, pakai sajadah untuk angkat benda kesayangan Tuhan
Baik mamak, sudah kuangkat dan kumasukkan lagi di dalam kepalaku
Bagus, menulislah, bekerjalah

Kenapa kau menangis, bukankah otakmu sudah kau temukan
Sudah Mamak
Lalu mengapa menangis
Teman-teman kerjaku Mamak, mereka menghinaku

Mereka menghinaku, buat apa pakai otak
Otak tak dibutuhkan lagi
Jika kau bekerja, pakailah lidah
Jika kau menulis, tak usah pakai apa-apa

Hah, berani benar menghina
Itu ciptaan Tuhan paling rumit dan paling mulia
Di mana kau kerja sebenarnya bodat
Ingin kutempeleng dan kugosok lidah mereka

Di Senayan, Mamak

-RK 2017-