Si Penyelamat Dunia!

Beberapa waktu lalu sehabis lari pagi, saya sempat bertemu Fikar, bocah tukang sampah komplek perumahan yg umurnya mungkin sekitar 10 tahunan.

Sambil ngos-ngosan iseng ku tanya:

“Boy, apa cita-citamu nanti klo besar?”
“Jadi menejer pak!” Jawabnya mantap dengan mata berbinar.
“Luar biasa! Menejer apa klo ku boleh tau?”
“Menejer tukang sampah, pak!” Jawabnya tak kalah mantap.
“Mantab betul!”

Masygul saya mendengar jawabannya, seorang anak tukang sampah, yang juga berprofesi sebagai tukang sampah, tidak malu sedikitpun dengan profesinya, baginya profesi tukang sampah adalah profesi yang bisa merubah dunia.

Betul juga kalau dipikir, tanpa sampah yang berserakan tentu dunia lebih indah, bersih dan sehat, generasi yang sehat adalah generasi yang hebat, masa depan harus berubah dengan lebih baik dan Fikar terlihat bangga menjadi bagian dari perubahan itu. Seorang tukang sampah, lebih hebat dari Ultraman!

Tak ada yang lebih menyenangkan daripada berada disekitar orang yg punya mimpi besar, meskipun itu mimpi seorang calon Manajer Tukang Sampah, bukan main.

Advertisements

What-To-Do Menjadi Project Control

Oke, sekarang saya akan membahas tentang profesi saya di tempat saya bekerja, yaitu Project Control. Untuk membahas dari A – Z,  saya yakin anda semua bisa membaca dari seluruh literatur di dalam internet. Apa sih yang gak ada di mbah google? Dan saya juga sudah menyertakan link untuk mendownload literasi Project Managament yang bisa diunduh gratis disini dan disini.

Jadi kita bahas saja tentang eksekusinya. Oke, untuk teman-teman yang tertarik dan berprofesi sebagai project control sebenarnya project control tidaklah sesimple jika kita membaca literasi di internet, jadi project control itu rumit, kalau gampang berarti kamu magabut.

Tahapan seorang PC garis besar adalah sbb:

  1. Inisiasi
  2. Planning
  3. Execution
  4. Monitoring & Control
  5. Closing

Itu standart. Ya memang itulah roles dari project itu sendiri, dan Project Control adalah arteri dan vena untuk menghantar darah ke setiap sendi project, supaya seluruh tubuh project dapat bergerak sesuai target, sesuai schedule dan biaya. Jadi seorang project control harus terlibat dari point 1 sampai 5, atau minimal hingga point 4.

Apa critical point dari mata praktisi (bukan akademisi) project control seperti saya? Critical point ada pada point 4. Inilah point dimana seorang project control bisa dibilang berhasil atau tidak, semacam KPI-nya lah, ada indikatornya, salah duanya adalah cost perform index dan schedule perform index. Tuh saya kasih langsung file pdf nya.

Project control ataupun scheduler bukan hanya meng-create planning, submit, kemudian re-plan jika ada deviasi lalu kemudian pasrah, emang kamu kira ini schedule nikah??. Tidak. Project control memiliki hukum wajib yaitu monitoring. Tools monitoring yang paling efektif adalah konsolidasi meeting.

Meeting konsolidasi diadakan di site bukan di HO Jakarta, ini juga bukan acara nobar atau meeting peluncuran produk, jadi jangan ena-ena ngebayangin meeting di hotel bintang lalu malamnya kamu bisa mijet.

Meeting dipimpin oleh seorang Site Manager, di inisiasi oleh project control atau project engineer dan dihadiri oleh seluruh lead departemen project, seperti Site Manager, Construction Manager, Supervisor, Lead Engineer, Piping Lead, Mechanical Lead, Civil Lead, logistik dst, disitu project control berdiri sebagai dirijen, bukan jirigen.

Dirijen tau kan? Dirijen bertugas sebagai moderator di dalam konser musik, dialah yang mengatur ritme dan arah meeting, contoh tugas project control ketika internal meeting:

  1. Menunjukkan planning level 5 yang mudah di baca, ingat, urusan mu sama tim site, bukan sama bos Jakarta.
  2. Bertanya kesiapan setiap departemen untuk mencapai milestone atau target tertentu.
  3. Membuat Action Plan – komunikasi dengan Project Manager dan Finance untuk dukungan finansial yang cepat.

Contoh kasus di proyek PLTU, internal meeting membahas 3 weeks look ahead (schedule 3 minggu kedepan), milestone adalah tie-in piping circulating water to condenser. Siapkan satu papan tulis dan dua spidol (biru dan merah).

  1. Presentasi progress s/d saat ini dan tanggal target tie-in piping.
  2. Manpower saat ini dan produktifitas.
  3. Memastikan ke tim civil untuk kesiapan underground pipe dan supportingnya (termasuk jumlah manpower dan apakah perlu tambahan alat).
  4. Memastikan ke tim warehouse/logistik untuk ketersediaan jumlah pipa, wrapping dan alat kerja (general tools dan atau special tools).
  5. Memastikan design piping dengan engineer dan kapan approved for construction (AFC) dan bisa di delivery ke site.
  6. Pastikan poduktifitas dengan tim piping, jumlah manpower (welder, fitter, helper) dan jam kerja (jika dibutuhkan lembur). Jika manpower kurang, tanya kapan additional manpower bisa datang, memastikan dengan Lead Piping dan Site Manager.
  7. Koordinasi point 5 dengan tim E & I untuk letak field instrument (pressure gauge, transmitter, cathodic dsb) dan juga tim mechanical untuk kesiapan dari Cooling Tower dan Condenser sebagai titik tie-in. Jika belum siap, tanya kapan.
  8. Jika lembur, memastikan dukungan finance untuk uang lembur dan logistik jam lembur (konsumsi, lampu termasuk rokok, dsb).
  9. Memastikan prosedur-prosedur tie-in dan pengetesan (hydrotest, NDT, dsb) dari tim QC untuk mempermudah kerja ketika dilakukan tie-in nantinya.
  10. Memastikan alat berat untuk unloading pipa ke area kerja.
  11. Memastikan kesiapan tim safety.
  12. Jika hasil meeting tidak dapat dilakukan crash program dan schedule tetap delay, buatlah re-planning on the spot bersama tim dan minta seluruh yang hadir meeting untuk sign komitmen di action plan dan schedule baru, sebelum di presentasikan ke klien/owner atau bos lainnya.

Itu contoh what to do sebagai seorang project control atau  site planner, bukan cuma melulu urusan reporting dan admin. Tapi yang penting, semua point itu di catat, dipelototin dan masukkan ke schedule task outlook atau google calendar.

Nah, ini lah yang cukup berat, yaitu sebagai anjing menggongong, ya berperan sebagai anjing yang bisa me-warning majikannya kalau komitmen yang sudah di ttd tadi dilanggar.

Komitmen lembur eh gak jadi alasan anggotanya minta ini itu, komitmen beli baut dari lokal supaya cepat eh alasan tokonya pindah ke Arab, dan lain sebagainya. Nah project control kalau cuma diem-diem-diem aja, ya ngapain ada project control? Kamu gak dibutuhin di proyek! Kamu harus teriak, harus berteriak:

“Eh cumi! katanya kabel datang seminggu lagi, kok malah apem yang dateng!” Gitu misalnya…

Atau kirim email warning ke semua lini dari mulai logistik, SM, engineering hingga finance, cc ke PM. Di jamin yang baca itu pasti kelabakan. Kalau masih ada yang santai, datengin aja, tanya “eh tong, udah baca email blom?”

Ada yang marah? Bagus, artinya kamu berhasil, tinggal ajak ngopi atau ngudut bareng di warung sebelah sambil ngomongin proyek iwak lele, beres. Jangan dimasukin hati, hati kamu cuma buat cinta.

Saya suka sebel jika ada planner atau project control yang ketika ditanya mana warningnya mana cuma ngejawab: “Lho, kan sudah saya email pak?” “Kapan emailnya?” “Seminggu yang lalu pak”……”Gundulmu!” Gregetnya gak ada.

Saat ini, mindset project control bisa jadi 80% berkutat di urusan admin. Tapi bagi saya pribadi, meng-hire satu admin teknik (AdTek) untuk urusan compile reporting jauh lebih berharga ketimbang terbuang waktu di urusan admin tetek-bengek.

Mudah-mudahan banyak yang tertarik untuk menjadi project control 🙂

ef3f71937c5e24697dd29d65682ac1c9_original

Photo credit: kickstarter.com

Mau Ke Jogja? Ini dia 4 Hotel di Jogja yang Instagramable, Unik dan Murah

Photo credit: Adhisthanahotel.com

Jogja yang ngangeni! Jogja memang salah satu destinasi wisata terfavorit di Indonesia, selain Bali. Mulai dari turis lokal (seperti kita ini nihh..) ataupun wong bule menyukai wisata ke Jogjakarta karena suasananya yang nyaman banget, simple, sederhana, harmonis, dan yang lebih pasti biaya hidupnya yang masih sangat murah dibandingkan dengan destinasi wisata populer lain (masih ada teh manis seribu perak lho, suer).

Nah, karena makin bertambahnya turis dan wisatawan yang masuk, kebutuhan akomodasi pun ya jelas bertambah, utamanya hotel. Mulai dari hotel murah di Jogja hingga hotel berbintang bisa kalian temukan di Kota Pelajar ini.

Saat ini banyak banget desain hotel di Jogja yang unik dan kreatif (kalau kata anak jaman now itu instagramable), tapi kadang harganya gak murah alias mahal. Nah, khusus untuk kalian yang ingin menginap di hotel murah di Jogja tapi dengan desain yang unik serta instagramable, gak perlu khawatir! Cekidot daftar hotel instagram di Jogja.

1. Adhisthana Hotel

Menyambung artikel saya di Hotel yang Instagramable di Jogja, Gak jauh dari pusat kota, daerah Prawirotaman memang terkenal sebagai Kuta-nya Jogja, kawasan penginapan atau hotel yang unik-unik dan tentunya instagramable ada disini.

Tapi, ada satu hotel murah di Jogja yang kini menarik perhatian para instagrammer karena suasana dan dekorasi hotel yang unik nan canti, ya Adhisthana Hotel. Hotel ini punya konsep yang unik, saat pertama kali kalian masuk ke dalam hotel ini, kalian bisa ngeliat bangunan dengan gaya arsitektur klasik Jawa yang berpadu dengan gaya modern minimalis (ini ciamik sih..).

Interior dari hotel yang terletak di Jalan Prawirotaman 2 no. 613, Megangsan, Kota Gede, Jogja ini punya desain yang terdiri dari gabungan antara Budaya Jawa, China, dan Eropa. Warnanya juga keren banget dengan dominasi warna biru, putih, dan juga cokelat dari tekstur kayu yang njawani. Gabungan elemen tersebut menghasilkan suasana yang nyaman dan tentunya bikin kamu betah berlama-lama di hotel ini, at least walaupun cuma di lobby/ruang tengahnya nya aja.

Di ruang tengah, selain sofa besar nan empuk, disitu juga banyak terdapat mainan dan majalah yang emang bisa bikin betah, mainan jaman SD dulu seperti congklak, monopoli sampai ludo, lumayan mengenalkan anak untuk main permainan tradisional yang tentunya no gadget.

Selain hotel, di Adhisthana Hotel juga memiliki kafe kecil yang ada di depannya yang bernama Lawas Café. Tidak hanya interior hotel yang didesain unik, di Lawas Café ini kalian pun bisa menemukan banyak spot yang tidak kalah instagramable-nya. Nah persis depannya Lawas Café ada pula Sellie Café tempat syuting AADC 2, belum lagi deket banget sama es krim kekiniannya Jogja, Tempo Gelatto!! Anak riang, istri senang, suami pun tenang..hehe. Keren kan hotelnya?

Harga untuk menyewa kamar di Ahisthana Hotel sangatlah terjangkau (alias murah) yakni mulai dari Rp125.000 per malam untuk kamar dorm, dan Rp325.000 per malam untuk kamar private. Gokil kan?

Nilai Overall: 9.3/10

  • Kenyamanan: 9.5/10
  • Kebersihan: 8.3/10
  • Keramahan: 8.3/10
  • Akses: 8.7/10
  • Interior: 9.2/10
  • Harga: 8.5/10

Processed with VSCO with hb1 preset

Oya, gak usah bingung nyari hotelnya, langsung cek lokasi Adhistana Hotel di google maps di bawah:

2. Pawon Coklat Guesthouse

Ada satu lagi penginapan yang kece banget, namanya Pawon Coklat Guesthouse. Awalnya Pawon Coklat ini adalah toko Cokelat di daerah Sosrowijayan, Pawon Cokelat kini merambah bisnis penginapan dengan mendirikan sebuah guest house yang punya desain unik dan juga pastinya instagramable. Hmm..

Berada di kawasan Malioboro, Pawon Cokelat Guesthouse ini memang sengaja dirancang agar bisa mendapatkan atmosfir yang comfy di tengah hiruk pikuk ramainya pusat wisata Malioboro (kebayang kan?).

Pawon House ini letaknya di dalam gang, tapi meskipun berada di dalam gang, suasasa guesthouse  ini tetap terlihat menarik karena adanya fasilitas keren  yang tentunya bisa membuat instagram feed kalian semua semakin kece, mulai dari taman vertikal, taman di atap, balkon terbuka, dan juga lainnya.

Photo credit: akuchiechie.blogspot.co.id

Semua bagian di tempat ini memang didominasi dengan konsep garden building yang asri dan alami seperti dinding batu bata, meja-kursi kayu, dan juga tanaman hijau yang mendominasi di hampir setiap sudut hotel ini.

Meskipun mengusung konsep asri dan keren begini, gak perlu khawatir soal harga gaes. Pawon Cokelat guesthouse ini termasuk ke dalam salah satu daftar hotel murah di Jogja yang bisa dipertimbangkan, kok!

Harga sewa Pawon Coklat Guesthouse mulai dari Rp200.000/malam. Nah kalau kalian tertarik buat nginep disini, saran saya sih pesennya dari jauh hari, soalnya guesthouse ini cuma punya 10 kamar yang rata-rata cepet banget penuhnya, apalagi kalau liburan dan hari kejepit hehe.

So, kalian juga harus rutin mengecek available kamar dari guesthouse ini karena ya itu tadi, laris banget, baik lokal maupun juga warga asing.

Alamat Pawon Coklat Guesthouse di Jalan Sosrowijayan No.102 Gang 1, Sosromenduran, Gedong Tengen, Kota Yogyakarta.

Nilai Overall: 8.6/10

  • Kenyamanan: 9.2/10
  • Kebersihan: 8.0/10
  • Keramahan: 8.3/10
  • Akses: 9.5/10
  • Interior: 8.2/10
  • Harga: 9/10

3. Kampoeng Djawa Guesthouse

k1

Photo credit: satuceritadalamhidupku.wordpress.com

Kalau kalian sedang nyari penginapan yang ‘Jogja banget’? atau kalian lagi nyari penginapan yang memiliki desain kuno khas Rumah Jawa nan asri? Disini, penginapan Kampoeng Djawa bisa jadi pilihan yang tepat buat kalian. Cekidot!

Kampoeng Djawa merupakan sebuah guesthouse yang terletak di Kota Gede, masih di daerah Prawirotaman. Sesuai dengan namanya, penginapan ini memang benar-benar dirancang dengan nuansa yang ‘Jawa Banget’ sehingga kalian akan ngerasa sedang berada di perkampungan Jawa dan betah nongrong lama-lama di tempat ini.

Yang keren dari penginapan ini adalah jarak dari penginapan ke Malioboro bisa ditempuh hanya sekitar 10 menit dengan kendaraan dan 15 menit ke Keraton menggunakan mobil. Suasana guesthouse ini didominasi dengan bebatuan alami  (bata expose) yangberwarna merah dan juga coklat, furnitur kayu, serta perabotan-perabotan jadul yang membuat tempat ini semakin kece.

Kampoeng Djawa guesthouse terletak di Jalan Prawirotaman 1/40, Kota Gede, Jogjakarta. Masih dekat dengan Adhistana Hotel dan tentunya ice cream yang lagi hits di Jogja, Tempo Gelatto.

Nah bagi kalian yang ingin menginap di tempat ini, kalian tidak perlu mengeluarkan biaya yang banyak, cukup sediakan uang penginapan mulai dari Rp 90.000 saja kalian sudah bisa mendapatkan satu kamar bergaya tradsional Jawa ini.

Nilai overall: 8.2/10

  • Kenyamanan: 8.5/10
  • Kebersihan: 7.7/10
  • Keramahan: 8.3/10
  • Akses: 8.2/10
  • Interior: 7.5/10
  • Harga: 9.2/10

Langsung aja klik lokasinya disini:

4. Airy Sleman Jembatan Merah

airy2

Photo credit: traveloka.com

Nyari murah di Jogja, hotel Airy Sleman Jembatan Merah 104 dari Airyrooms ini merupakan pilihan yang tepat. Selain memiliki suasana hotel yang homey, hotel ini juga terletak di pusat kota dan berdekatan dengan salah satu pusat perbelanjaan terbesar di Jogjakarta, Hartono Mall.

Fasilitas kamar yang disediakan oleh Airy Sleman Jembatan Merah 104 ini sangatlah lengkap dan hanya membutuhkan biaya sewa mulai dari Rp200.000 saja. Murah gaes!

Nilai: 7.6/10

airy1

Photo credit: traveloka.com

Cekidot lokasinya:

Nah, itulah beberapa daftar rekomendasi hotel murah di Jogja yang bisa kalian pilih. Apalagi kalau wisata kalian secara backpacker, memang harus benar-benar pintar memilih hotel yang tidak hanya murah tetapi juga nyaman dan tentunya kekinian supaya tetap kece dan tak menguras kantong.

Nah, dengan beberapa daftar hotel di atas, kalian bukan hanya akan mendapatkan penginapan yang murah dan nyaman, tetapi juga kece, suasana yang unik sekaligus instagramable.